<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/wordpress-mu-1.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Cikal Bakal Gereja Kristen Protestan Bali</title>
	<link>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/</link>
	<description>Karya tulis Anda menghidupkan kami</description>
	<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 10:38:49 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=wordpress-mu-1.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: Pengalaman</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-55810</link>
		<author>Pengalaman</author>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2010 04:36:19 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-55810</guid>
		<description>Kepada Ibu Prof. Dr. Muslim binti Muskitawati, 

Saya dulu Mochammad Sandy Tjandra, tapi sekarang Made Sandy Tjandra. 
Tulisan ini adalah perjalanan rohani saya pribadi sampai tertambat 
untuk memeluk agama Hindu. Saya sendiri bukanlah seorang penulis, jadi 
kalau ada kalimat-kalimat yang aneh, mohon dimaklumi. Lebih lebih lagi 
banyak pengalaman-pengalaman saya yang dilandasi oleh analisa saya 
sendiri, jadi kalau terjadi kekeliruan juga mohon diluruskan. 

Rekan rekan , setelah membaca tentang kisah seorang missionaris, 
mualaf, dan berbagai penganut spiritual akhirnya saya membaca tulisan 
ibu Prof. Muslim tentang hakekat agama sebagai pembawa bahagia yang 
bebas bagi setiap orang untuk menganut ataupun menanggalkannya 
akhirnya saya harus mengakui pandangan ibu sebagai hal yang tidak 
mungkin dibantah lagi memang Hak2 Asasi Manusia melindungi kepercayaan 
setiap individu sebagai hak yang paling suci yang merupakan satu2nya 
anugerah Sang Hyang yang maha-adil kepada ciptaannya ini. Akhirnya 
saya menemukan hal yang membawa damai, sejahtera, dan bahagia yang 
ditunjukkan oleh umat Hindu lainnya (terutama mengenai Atman yang 
menjadi tujuan tunggal dari semua umat Hindu yang telah dianut isteri 
saya sejak dia dilahirkan), saya merasa mungkin kalau saya dapat 
menceritakan pengalaman saya sampai menjadi penganut Hindu mungkin 
dapat berguna bagi rekan-rekan sekalian. Sekali lagi sebelumnya saya 
mohon maaf, tidak ada maksud saya untuk menonjolkan diri, namun hanya 
ingin menceritakan pengalaman pribadi saya siapa tahu berguna untuk 
orang lain. 

Latar Belakang 

Saya seorang WNI keturunan, seperti keluarga keturunan pada umumnya 
pendidikan agama didalam keluarga hanya sangat minim. Namun demikian 
saya beruntung karena saya selalu bersekolah disekolah katholik 
unggulan sejak dari SD sampai SMA. Disana saya dijejali oleh berbagai 
macam ajaran kristen, yang menurut saya pada waktu itu oke-oke saja. 
Saat pertama saya menjadi kristen tulen adalah waktu saya kelas 1 SMA. 
Karena sekolah saya pada waktu itu laki semua, maka teman saya 
mengajak untuk ke gereja Pantekosta karena banyak wanitanya. 

Tentu saja ajakan itu saya terima dengan senang hati. Ternyata setelah 
itu saya menjadi sangat tertarik dengan ajaran kristen. Dengan aktif 
saya melakukan bible study, persekutuan doa dan berbagai kegiatan 
rohani lainnya. Keluarga saya sempat marah, dianggapnya saya sudah 
terlalu fanatik cenderung gila. Saya menginjil kemana mana, tanpa 
peduli apa yang dikatakan oleh orang tua saya. Saya merasa berjuang 
dijalan Tuhan. 

Waktu terus berlalu, sampai pada suatu saat, pendeta saya bercerita 
bahwa dia kecurian dirumahnya, dan kehilangan sampai US$ 10.000. Saya 
sangat terkejut, karena banyak dari jemaat gereja tersebut yang miskin 
sekali koq bisa pendeta menyimpan dollar dirumah sebanyak itu padahal 
seharusnya di Bank. Akhirnya saya tinggalkan gereja tersebut, saya 
mulai berkelana dari satu gereja ke gereja lain, dari satu pendeta ke 
pendeta lain. Entah kenapa, setiap pendeta pasti ada sesuatu konsep 
yang saya tidak suka. Bersamaan dengan itu, karena saya berguru dari 
berbagai pendeta dari berbagai aliran, pengetahuan saya tentang agama 
kristen boleh dianggap sangat cukup. Hampir semua pendeta terkenal 
pada saat itu pernah saya datangi. 

Waktu saya sekolah di USA, sayapun mendirikan dan mengikuti berbagai 
persekutuan doa. Dengan semakin bertambahnya ilmu agama saya, terus 
terang saya menjadi semakin tidak mengerti mengenai ajaran tersebut. 
Apabila saya bertanya kepada para pendeta mengenai ketidaktahuan saya, 
mereka selalu berkata "iman", seakan akan itulah magic word untuk 
menghentikan logic kita bekerja. Akhirnya ketidakpuasan saya 
menyebabkan saya menjadi apatis, saya hanya berfikir, "Toch saya tidak 
pernah tahu saya masuk surga atau tidak, lalu ngapain susah susah?" 
Mereka berusaha meyakinkan saya bahwa dengan mengakui Yesus saya pasti 
masuk surga, yang saya anggap sedikit tidak masuk akal. 

Salah satu pertanyaan saya pada waktu itu (belum pernah ada yang bisa 
menjawab secara jelas) adalah: Yudas Eskariot itu masuk surga atau 
tidak? Tapi dari Rabbi Yahudi yang saya temui dikatakan masuk Neraka. 

Argumen saya adalah, Yudas itu adalah salah satu rasul, sebagai orang 
yang beriman kepada Yesus. Yesus telah menjanjikan kehidupan yang 
kekal (surga),namun demikian Yudas juga telah menghianati Yesus 
(karena uang), jadi dia jahat/serakah, koq orang serakah bisa masuk 
Surga? Sebagian besar orang kristen akan setuju bahwa Yudas masuk 
neraka, tetapi saya pikir, Yudaslah orang yang paling berjasa sehingga 
Yesus bisa disalib. Koq dia di neraka, itu khan sudah takdir dia untuk 
menghianati Yesus? Bukankah karena Yudas injil (menurut mereka)itu 
dapat terpenuhi. Yudas adalah kambing hitam yang perlu dikasihani. 
Pertanyaan ini tidak dapat dijawab oleh umat kristiani Indonesia, 
padahal pendeta2 agama Kristen di Amerika tak ada satupun yang 
menyatakan Yudas itu rasul, tapi akhirnya saya paham juga sebabnya 
bahwa pengaruh ajaran Islamlah yang mengubah ajaran kristen di 
Indonesia tadi itulah sebabnya daripada saya menganut ajaran Kristen 
yang mengacu kepada ajaran Islam mudah saja kalo saya lebih baik 
belajar ajaran Kristen langsung dari sumbernya itu sendiri yaitu 
AlQuran. Demikian pertanyaan-pertanyaan tanpa jawaban terus bergulir 
dibenak saya tanpa adanya jawaban. akhirnya saya menjadi apatis. Untuk 
akhirnya melihat agama Islam merupakan pilihan cukup aman untuk 
tinggal di Indonesia? ...Seperti ibu tahu dong saya keturunan Cina 
biasa jadi kambing hitamnya oleh orang2 Muslim untuk dijarah, saya 
pikir kalo saya masuk Islam banyak gunanya untuk keamanan saya sendiri 
sekeluarga. Memang saya anggap Islam tadinya sesat, tapi kalo 
kenyataannya toko2 saya dulunya selalu jadi sasaran penjarahan, 
sekarang malah aman (Astaghfirullah al azhim). Demikianlah, secara 
lahiriah tidak mengapa setelah saya berunding dengan isteri dan 
keluarga saya untuk masuk Islam semua merestuinya demi keamanan hidup 
di-tengah2 masyarakat yang mayoritas Islam. Jadi kira2 setahun sudah 
saya menjadi Islam dan mempelajari Islam apalagi sewaktu ibu memberi 
ceramah mengenai hakekat agama sekedar pemenuhan kebahagiaan kita yang 
boleh kita pilih dan ganti kapan diperlukan. 

Perjalanan menuju Hindu 

Demikian kehidupan rohani saya yang penuh dengan keapatisan sampai 
saya pulang lagi keIndonesia. Seperti biasa, dengan sifat playboy saya 
yang saya banggakan waktu itu (Astaghfirullah al azhim), saya terus 
berkelana dari satu pacar kepacar lainnya, apalagi waktu itu keluarga 
saya baru jatuh bangkrut, rumah mau disita dll. Saya semakin frustasi 
tentang hidup ini sendiri. Kadang-kadang saya sangat putus asa dalam 
hidup ini, saya tidak tahu apa salah saya sehingga saya harus hidup 
terus. Keinginan untuk mati besar sekali, beruntung saya belum mati 
sampai sekarang dan sempat terselamatkan oleh Ajaran2 Hindu tentang 
arti "Atman" yang berbeda dari Allah2an Islam. 

Salah satu pacar saya waktu itu adalah seorang Bali (sekarang sudah 
jadi istri saya). Bukan apa-apa, waktu itu saya pacaran dengan dia 
selain karena dia cantik(kata saya lho) dia juga berasal dari keluarga 
yang sangat berpendidikan tidak membedakan manusia atas agamanya atau 
ras-nya seperti yang saya alami dalam lingkungan Islam. Kalau wanita 
keturunan buat saya sudah jadi gampang (selalu mau dengan saya) saya 
coba yang lebih susah lagi. Kayanya kekesalan saya terhadap hidup ini 
saya tumpahkan kepada petualangan saya. 

Akhir kata, saya pacaran. Bukan hanya itu saja, keluarganya menerima 
saya dengan tangan terbuka tanpa ada anti2an seperti yang saya alami 
dalam lingkungan Islam yang sangat anti-cina. Semua keluarganya tahu 
saya seorang Muslim, tidak ada satupun yang menghina Islam padahal 
dalam khotbah Jum'at saya selalu mendengar setiap imam merendahkan 
agama2 lainnya yang dianggap kafir yang harkatnya lebih rendah dari 
binatang, saya tidak pernah di-binatang2kan oleh keluarganya meskipun 
saya Islam yang terkenal di-koran2 sebagai terorist, padahal sulu 
sebelum saya masuk Islam saya di-babi2kan oleh teman2 saya yang muslim 
sehingga barulah setelah saya masuk Islam hinaan2 itu berkurang. 

Santet 

Suatu malam kalau tidak salah bulan April 1992, saya bermimpi. Saya 
bukan tipe orang orang yang percaya tentang santet, walaupun menurut 
banyak orang pinter saya mempunyai kemampuan untuk ilmu kebatinan, 
jadi saya tidak pernah membahas apa mimpi saya. Cuman, kali ini 
sedikit lain, mimpi saya dan mimpi pacar saya sama persis, saya jadi 
kaget sekali. Hal ini saya ketahui ketika pacar saya menceritakan 
mimpinya yang menyeramkan dan aneh tersebut. 

Esok subuhnya, pacar saya telpon kerumah, yang intinya bercerita bahwa 
dia sangat ketakutan, di rumahnya semalaman gaduh sekali, pintu 
diketok-ketok, panci terlempar sendiri, dan berbagai kejadian gaib 
lainnya. Kabel telephone pun putus, sampai-ampai dia harus telphone di 
telpon umum. 

Seluruh keluarganya berkumpul. Akhirnya diputuskan untuk mencari orang 
"pintar". Kembali lagi saya berkelana dari satu orang pintar keorang 
pintar lainnya. Kalau dulu orang pintarnya pendeta, sekarang 
dukun-dukun sakti. Berbagai cara saya tempuh untuk menyembuhkan pacar 
saya yang sudah hampir gila karena dirudung ketakutan yang terus 
menerus. Sambil tidak ketinggalan segala sumpah serapah saya untuk 
hidup saya pada waktu itu. Hasilnya: semua vonis orang orang pintar 
itu mengatakan ex-pacar saya ada yang menyantet karena iri. 

Akhirnya ada pendeta Hindu yang memberi tahu saya bahwa jenis santet 
ini dilakukan oleh dukun dukun yang beragama Islam. Kemudian oleh 
pendegta Hindu tsb istri saya cukup didoakan dan saya membawanya 
kedokter yang memberinya obat penenang dan vitamin2, dan akhirnya 
sembuh. Demikianlah kejadiannya saya makin tertarik melihat kedamaian 
masyarakat Hindu yang tidak suka mempermasalahkan agama lainnya yang 
sama sekali berbeda dibandingkan agama Islam. Saya akhirnya masuk dan 
beriman kepada Hindu, tetapi saya kuatir diketahui oleh teman2 yang 
Islam sehingga sengaja tidak saya umumkan kepada umum mengenai beralih 
keimanan saya kepada Hindu, sehubungan didalam Islam yang saya 
pelajari ternyata seorang Islam yang beralih ke agama lainnya disebut 
MURTAD dan dihukum mati sebagai balasannya. Semoga ibu tak 
menyebarkan identitas saya dalam tulisan2 ibu mengenai pilihan 
keimanan saya yang secara ikhlas tanpa ancaman penjarahan toko2 saya 
seperti yang telah dilakukan oleh umat Islam dilingkungan saya. 

Made Sandy Tjandra</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Ibu Prof. Dr. Muslim binti Muskitawati, </p>
<p>Saya dulu Mochammad Sandy Tjandra, tapi sekarang Made Sandy Tjandra.<br />
Tulisan ini adalah perjalanan rohani saya pribadi sampai tertambat<br />
untuk memeluk agama Hindu. Saya sendiri bukanlah seorang penulis, jadi<br />
kalau ada kalimat-kalimat yang aneh, mohon dimaklumi. Lebih lebih lagi<br />
banyak pengalaman-pengalaman saya yang dilandasi oleh analisa saya<br />
sendiri, jadi kalau terjadi kekeliruan juga mohon diluruskan. </p>
<p>Rekan rekan , setelah membaca tentang kisah seorang missionaris,<br />
mualaf, dan berbagai penganut spiritual akhirnya saya membaca tulisan<br />
ibu Prof. Muslim tentang hakekat agama sebagai pembawa bahagia yang<br />
bebas bagi setiap orang untuk menganut ataupun menanggalkannya<br />
akhirnya saya harus mengakui pandangan ibu sebagai hal yang tidak<br />
mungkin dibantah lagi memang Hak2 Asasi Manusia melindungi kepercayaan<br />
setiap individu sebagai hak yang paling suci yang merupakan satu2nya<br />
anugerah Sang Hyang yang maha-adil kepada ciptaannya ini. Akhirnya<br />
saya menemukan hal yang membawa damai, sejahtera, dan bahagia yang<br />
ditunjukkan oleh umat Hindu lainnya (terutama mengenai Atman yang<br />
menjadi tujuan tunggal dari semua umat Hindu yang telah dianut isteri<br />
saya sejak dia dilahirkan), saya merasa mungkin kalau saya dapat<br />
menceritakan pengalaman saya sampai menjadi penganut Hindu mungkin<br />
dapat berguna bagi rekan-rekan sekalian. Sekali lagi sebelumnya saya<br />
mohon maaf, tidak ada maksud saya untuk menonjolkan diri, namun hanya<br />
ingin menceritakan pengalaman pribadi saya siapa tahu berguna untuk<br />
orang lain. </p>
<p>Latar Belakang </p>
<p>Saya seorang WNI keturunan, seperti keluarga keturunan pada umumnya<br />
pendidikan agama didalam keluarga hanya sangat minim. Namun demikian<br />
saya beruntung karena saya selalu bersekolah disekolah katholik<br />
unggulan sejak dari SD sampai SMA. Disana saya dijejali oleh berbagai<br />
macam ajaran kristen, yang menurut saya pada waktu itu oke-oke saja.<br />
Saat pertama saya menjadi kristen tulen adalah waktu saya kelas 1 SMA.<br />
Karena sekolah saya pada waktu itu laki semua, maka teman saya<br />
mengajak untuk ke gereja Pantekosta karena banyak wanitanya. </p>
<p>Tentu saja ajakan itu saya terima dengan senang hati. Ternyata setelah<br />
itu saya menjadi sangat tertarik dengan ajaran kristen. Dengan aktif<br />
saya melakukan bible study, persekutuan doa dan berbagai kegiatan<br />
rohani lainnya. Keluarga saya sempat marah, dianggapnya saya sudah<br />
terlalu fanatik cenderung gila. Saya menginjil kemana mana, tanpa<br />
peduli apa yang dikatakan oleh orang tua saya. Saya merasa berjuang<br />
dijalan Tuhan. </p>
<p>Waktu terus berlalu, sampai pada suatu saat, pendeta saya bercerita<br />
bahwa dia kecurian dirumahnya, dan kehilangan sampai US$ 10.000. Saya<br />
sangat terkejut, karena banyak dari jemaat gereja tersebut yang miskin<br />
sekali koq bisa pendeta menyimpan dollar dirumah sebanyak itu padahal<br />
seharusnya di Bank. Akhirnya saya tinggalkan gereja tersebut, saya<br />
mulai berkelana dari satu gereja ke gereja lain, dari satu pendeta ke<br />
pendeta lain. Entah kenapa, setiap pendeta pasti ada sesuatu konsep<br />
yang saya tidak suka. Bersamaan dengan itu, karena saya berguru dari<br />
berbagai pendeta dari berbagai aliran, pengetahuan saya tentang agama<br />
kristen boleh dianggap sangat cukup. Hampir semua pendeta terkenal<br />
pada saat itu pernah saya datangi. </p>
<p>Waktu saya sekolah di USA, sayapun mendirikan dan mengikuti berbagai<br />
persekutuan doa. Dengan semakin bertambahnya ilmu agama saya, terus<br />
terang saya menjadi semakin tidak mengerti mengenai ajaran tersebut.<br />
Apabila saya bertanya kepada para pendeta mengenai ketidaktahuan saya,<br />
mereka selalu berkata &#8220;iman&#8221;, seakan akan itulah magic word untuk<br />
menghentikan logic kita bekerja. Akhirnya ketidakpuasan saya<br />
menyebabkan saya menjadi apatis, saya hanya berfikir, &#8220;Toch saya tidak<br />
pernah tahu saya masuk surga atau tidak, lalu ngapain susah susah?&#8221;<br />
Mereka berusaha meyakinkan saya bahwa dengan mengakui Yesus saya pasti<br />
masuk surga, yang saya anggap sedikit tidak masuk akal. </p>
<p>Salah satu pertanyaan saya pada waktu itu (belum pernah ada yang bisa<br />
menjawab secara jelas) adalah: Yudas Eskariot itu masuk surga atau<br />
tidak? Tapi dari Rabbi Yahudi yang saya temui dikatakan masuk Neraka. </p>
<p>Argumen saya adalah, Yudas itu adalah salah satu rasul, sebagai orang<br />
yang beriman kepada Yesus. Yesus telah menjanjikan kehidupan yang<br />
kekal (surga),namun demikian Yudas juga telah menghianati Yesus<br />
(karena uang), jadi dia jahat/serakah, koq orang serakah bisa masuk<br />
Surga? Sebagian besar orang kristen akan setuju bahwa Yudas masuk<br />
neraka, tetapi saya pikir, Yudaslah orang yang paling berjasa sehingga<br />
Yesus bisa disalib. Koq dia di neraka, itu khan sudah takdir dia untuk<br />
menghianati Yesus? Bukankah karena Yudas injil (menurut mereka)itu<br />
dapat terpenuhi. Yudas adalah kambing hitam yang perlu dikasihani.<br />
Pertanyaan ini tidak dapat dijawab oleh umat kristiani Indonesia,<br />
padahal pendeta2 agama Kristen di Amerika tak ada satupun yang<br />
menyatakan Yudas itu rasul, tapi akhirnya saya paham juga sebabnya<br />
bahwa pengaruh ajaran Islamlah yang mengubah ajaran kristen di<br />
Indonesia tadi itulah sebabnya daripada saya menganut ajaran Kristen<br />
yang mengacu kepada ajaran Islam mudah saja kalo saya lebih baik<br />
belajar ajaran Kristen langsung dari sumbernya itu sendiri yaitu<br />
AlQuran. Demikian pertanyaan-pertanyaan tanpa jawaban terus bergulir<br />
dibenak saya tanpa adanya jawaban. akhirnya saya menjadi apatis. Untuk<br />
akhirnya melihat agama Islam merupakan pilihan cukup aman untuk<br />
tinggal di Indonesia? &#8230;Seperti ibu tahu dong saya keturunan Cina<br />
biasa jadi kambing hitamnya oleh orang2 Muslim untuk dijarah, saya<br />
pikir kalo saya masuk Islam banyak gunanya untuk keamanan saya sendiri<br />
sekeluarga. Memang saya anggap Islam tadinya sesat, tapi kalo<br />
kenyataannya toko2 saya dulunya selalu jadi sasaran penjarahan,<br />
sekarang malah aman (Astaghfirullah al azhim). Demikianlah, secara<br />
lahiriah tidak mengapa setelah saya berunding dengan isteri dan<br />
keluarga saya untuk masuk Islam semua merestuinya demi keamanan hidup<br />
di-tengah2 masyarakat yang mayoritas Islam. Jadi kira2 setahun sudah<br />
saya menjadi Islam dan mempelajari Islam apalagi sewaktu ibu memberi<br />
ceramah mengenai hakekat agama sekedar pemenuhan kebahagiaan kita yang<br />
boleh kita pilih dan ganti kapan diperlukan. </p>
<p>Perjalanan menuju Hindu </p>
<p>Demikian kehidupan rohani saya yang penuh dengan keapatisan sampai<br />
saya pulang lagi keIndonesia. Seperti biasa, dengan sifat playboy saya<br />
yang saya banggakan waktu itu (Astaghfirullah al azhim), saya terus<br />
berkelana dari satu pacar kepacar lainnya, apalagi waktu itu keluarga<br />
saya baru jatuh bangkrut, rumah mau disita dll. Saya semakin frustasi<br />
tentang hidup ini sendiri. Kadang-kadang saya sangat putus asa dalam<br />
hidup ini, saya tidak tahu apa salah saya sehingga saya harus hidup<br />
terus. Keinginan untuk mati besar sekali, beruntung saya belum mati<br />
sampai sekarang dan sempat terselamatkan oleh Ajaran2 Hindu tentang<br />
arti &#8220;Atman&#8221; yang berbeda dari Allah2an Islam. </p>
<p>Salah satu pacar saya waktu itu adalah seorang Bali (sekarang sudah<br />
jadi istri saya). Bukan apa-apa, waktu itu saya pacaran dengan dia<br />
selain karena dia cantik(kata saya lho) dia juga berasal dari keluarga<br />
yang sangat berpendidikan tidak membedakan manusia atas agamanya atau<br />
ras-nya seperti yang saya alami dalam lingkungan Islam. Kalau wanita<br />
keturunan buat saya sudah jadi gampang (selalu mau dengan saya) saya<br />
coba yang lebih susah lagi. Kayanya kekesalan saya terhadap hidup ini<br />
saya tumpahkan kepada petualangan saya. </p>
<p>Akhir kata, saya pacaran. Bukan hanya itu saja, keluarganya menerima<br />
saya dengan tangan terbuka tanpa ada anti2an seperti yang saya alami<br />
dalam lingkungan Islam yang sangat anti-cina. Semua keluarganya tahu<br />
saya seorang Muslim, tidak ada satupun yang menghina Islam padahal<br />
dalam khotbah Jum&#8217;at saya selalu mendengar setiap imam merendahkan<br />
agama2 lainnya yang dianggap kafir yang harkatnya lebih rendah dari<br />
binatang, saya tidak pernah di-binatang2kan oleh keluarganya meskipun<br />
saya Islam yang terkenal di-koran2 sebagai terorist, padahal sulu<br />
sebelum saya masuk Islam saya di-babi2kan oleh teman2 saya yang muslim<br />
sehingga barulah setelah saya masuk Islam hinaan2 itu berkurang. </p>
<p>Santet </p>
<p>Suatu malam kalau tidak salah bulan April 1992, saya bermimpi. Saya<br />
bukan tipe orang orang yang percaya tentang santet, walaupun menurut<br />
banyak orang pinter saya mempunyai kemampuan untuk ilmu kebatinan,<br />
jadi saya tidak pernah membahas apa mimpi saya. Cuman, kali ini<br />
sedikit lain, mimpi saya dan mimpi pacar saya sama persis, saya jadi<br />
kaget sekali. Hal ini saya ketahui ketika pacar saya menceritakan<br />
mimpinya yang menyeramkan dan aneh tersebut. </p>
<p>Esok subuhnya, pacar saya telpon kerumah, yang intinya bercerita bahwa<br />
dia sangat ketakutan, di rumahnya semalaman gaduh sekali, pintu<br />
diketok-ketok, panci terlempar sendiri, dan berbagai kejadian gaib<br />
lainnya. Kabel telephone pun putus, sampai-ampai dia harus telphone di<br />
telpon umum. </p>
<p>Seluruh keluarganya berkumpul. Akhirnya diputuskan untuk mencari orang<br />
&#8220;pintar&#8221;. Kembali lagi saya berkelana dari satu orang pintar keorang<br />
pintar lainnya. Kalau dulu orang pintarnya pendeta, sekarang<br />
dukun-dukun sakti. Berbagai cara saya tempuh untuk menyembuhkan pacar<br />
saya yang sudah hampir gila karena dirudung ketakutan yang terus<br />
menerus. Sambil tidak ketinggalan segala sumpah serapah saya untuk<br />
hidup saya pada waktu itu. Hasilnya: semua vonis orang orang pintar<br />
itu mengatakan ex-pacar saya ada yang menyantet karena iri. </p>
<p>Akhirnya ada pendeta Hindu yang memberi tahu saya bahwa jenis santet<br />
ini dilakukan oleh dukun dukun yang beragama Islam. Kemudian oleh<br />
pendegta Hindu tsb istri saya cukup didoakan dan saya membawanya<br />
kedokter yang memberinya obat penenang dan vitamin2, dan akhirnya<br />
sembuh. Demikianlah kejadiannya saya makin tertarik melihat kedamaian<br />
masyarakat Hindu yang tidak suka mempermasalahkan agama lainnya yang<br />
sama sekali berbeda dibandingkan agama Islam. Saya akhirnya masuk dan<br />
beriman kepada Hindu, tetapi saya kuatir diketahui oleh teman2 yang<br />
Islam sehingga sengaja tidak saya umumkan kepada umum mengenai beralih<br />
keimanan saya kepada Hindu, sehubungan didalam Islam yang saya<br />
pelajari ternyata seorang Islam yang beralih ke agama lainnya disebut<br />
MURTAD dan dihukum mati sebagai balasannya. Semoga ibu tak<br />
menyebarkan identitas saya dalam tulisan2 ibu mengenai pilihan<br />
keimanan saya yang secara ikhlas tanpa ancaman penjarahan toko2 saya<br />
seperti yang telah dilakukan oleh umat Islam dilingkungan saya. </p>
<p>Made Sandy Tjandra</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Daniel</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-54624</link>
		<author>Daniel</author>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 02:26:26 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-54624</guid>
		<description>sudirta ci manusia naskleng masuk kristen.....ci engsap ngajak kawitan...dumadak ci nemu sengkala...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sudirta ci manusia naskleng masuk kristen&#8230;..ci engsap ngajak kawitan&#8230;dumadak ci nemu sengkala&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: daniel</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-53141</link>
		<author>daniel</author>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 12:31:09 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-53141</guid>
		<description>saya suka</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya suka</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sudiarta</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-51567</link>
		<author>sudiarta</author>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 01:21:01 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-51567</guid>
		<description>Forum teologi ini yg dibuat oleh penciptanya nampaknya bermuara pada "kerukunan antar pemeluk umat beragama". lebih dari itu masing-masing pribadi perlu introspeksi diri dan evaluasi diri. Memperdebatkan masalah ajaran agama dan segala pernak-perniknya tdk akan pernah selesai. Yg pasti akan berakhir adalah personal pemeluknya (meninggal). Entah masuk sorga atau neraka atau dpt moksa atau numitis berkali2. Realitas ilmiah bhwa semua orang terlahir dalam kondisi yg sama dan hidup dalam dunia yg satu ini. Dan satu lagi, yg pasti manusia semua akan mati.Orang-orang suci dan para penulis kitab-kitab ajaran agama, pastilah mengharapkan hasil karya mereka tdk untuk diperdebatkan dan disalahgunakan. Melainkan dipercakapkan dan diamalkan inti kebaikan dan kebenarannya. Perkembangan teologi, sejarah keagamaan serta budaya yg membalutnya, terus mengalami perkembangan seiring dengan perubahan zaman dan revolusi global. Keaslian ajaran agama dan etika moral nampaknya banyak yg ditafsirkan untuk kepentingan pribadi,bukan untuk meniti hidup bahagia sebagai mahkluk yg seperjalanan untuk masuk kedalam kehidupan abadi. Saya masuk dalam forum ini karena rindu untuk memperkaya diri dengan pengetahuan keimanan pribadi. Saya senang membaca comentar-comentar terdahulu, trimakasi buat anda-anda yg sudah menulis. Namun saya mau undur diri dari forum ini karena "saya tdk ingin melukai hati" teman-teman penulis di forum ini dengan pandangan-pandangan saya yg disalah mengerti. Forum ini akan menjadi ajang perdebatan yg tidak kunjung selesai namun miskin dengan dialog. Saya mau turun ke dalam kehidupan real, bertemu dengan sesama pemeluk agama lain yg mengamalkan ajaran agamanya dengan dialog-interaktif dan realistis dan relevan. Kluarga besar kami terdiri dr multi-agama, sejauh ini hidup rukun dan tdk ada konflik yg berarti dalam kehidupan bermasyarakat. Mungkin ini salah satu wujud nyata dari pengamalan Injil , trihitakarana, dan Syahadat yg di dengung-dengungkan dalam sejarah. Saya undur diri, selamat berdebat dan saya mau terjun kemasyarakat utk berdialog tanpa perdebatan...wassalam,,syalom,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Forum teologi ini yg dibuat oleh penciptanya nampaknya bermuara pada &#8220;kerukunan antar pemeluk umat beragama&#8221;. lebih dari itu masing-masing pribadi perlu introspeksi diri dan evaluasi diri. Memperdebatkan masalah ajaran agama dan segala pernak-perniknya tdk akan pernah selesai. Yg pasti akan berakhir adalah personal pemeluknya (meninggal). Entah masuk sorga atau neraka atau dpt moksa atau numitis berkali2. Realitas ilmiah bhwa semua orang terlahir dalam kondisi yg sama dan hidup dalam dunia yg satu ini. Dan satu lagi, yg pasti manusia semua akan mati.Orang-orang suci dan para penulis kitab-kitab ajaran agama, pastilah mengharapkan hasil karya mereka tdk untuk diperdebatkan dan disalahgunakan. Melainkan dipercakapkan dan diamalkan inti kebaikan dan kebenarannya. Perkembangan teologi, sejarah keagamaan serta budaya yg membalutnya, terus mengalami perkembangan seiring dengan perubahan zaman dan revolusi global. Keaslian ajaran agama dan etika moral nampaknya banyak yg ditafsirkan untuk kepentingan pribadi,bukan untuk meniti hidup bahagia sebagai mahkluk yg seperjalanan untuk masuk kedalam kehidupan abadi. Saya masuk dalam forum ini karena rindu untuk memperkaya diri dengan pengetahuan keimanan pribadi. Saya senang membaca comentar-comentar terdahulu, trimakasi buat anda-anda yg sudah menulis. Namun saya mau undur diri dari forum ini karena &#8220;saya tdk ingin melukai hati&#8221; teman-teman penulis di forum ini dengan pandangan-pandangan saya yg disalah mengerti. Forum ini akan menjadi ajang perdebatan yg tidak kunjung selesai namun miskin dengan dialog. Saya mau turun ke dalam kehidupan real, bertemu dengan sesama pemeluk agama lain yg mengamalkan ajaran agamanya dengan dialog-interaktif dan realistis dan relevan. Kluarga besar kami terdiri dr multi-agama, sejauh ini hidup rukun dan tdk ada konflik yg berarti dalam kehidupan bermasyarakat. Mungkin ini salah satu wujud nyata dari pengamalan Injil , trihitakarana, dan Syahadat yg di dengung-dengungkan dalam sejarah. Saya undur diri, selamat berdebat dan saya mau terjun kemasyarakat utk berdialog tanpa perdebatan&#8230;wassalam,,syalom,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Oktavianus</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-51487</link>
		<author>Oktavianus</author>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 11:12:27 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-51487</guid>
		<description>Stephen Knapp, seorang  mantan Kristen keturunan Yahudi berkebangsaan Amerika memilki 28 alasan mengapa ia masuk Hindu, yaitu:

Apa yang diajarkan oleh agama Hindu? Peradaban Veda atau agama Hindu modern, adalah satu cara hidup. Ia bukanlah satu ras manusia atau sekedar agama atau keyakinan sektarian. Ia tidak menjadi milik satu ras atau negeri tertentu. Ia adalah satu jalan yang mendukung satu aturan tingkah laku (code of conduct) yang menghargai kedamaian dan kebahagiaan dan keadilan bagi semua orang. 
Hindu adalah peradaban tertua di dunia yang tetap hidup. 
Veda adalah kitab suci yang tertua dan paling lengkap. 
Veda mempunyai filsafat spiritual yang paling maju dan paling sempurna. 
Veda memberikan lebih banyak informasi mengenai ilmu pengetahuan tentang kehidupan sesudah mati, karma dan reinkarnasi. 
Filosofi Veda menawarkan pemahaman paling lengkap mengenai Tuhan dan dimensi spiritual. 
Hindu dan Veda memiliki banyak sabda dan perintah langsung dari Tuhan. 
Veda menawarkan bentuk-bentuk Tuhan yang paling indah dan penuh kasih sayang. 
Peradaban Veda memiliki guru-guru spiritual terbesar yang dapat anda temukan. 
Veda menawarkan jalan yang paling langsung kepada realisasi dan pencerahan spiritual pribadi. 
Karena Hindu adalah satu jalan yang paling ekspresif, ia juga adalah yang paling memenuhi secara emosional. 
Hindu, menawarkan satu jalan hidup ilmiah, dari diet, gaya hidup, jadwal harian, dan lain-lain. 
Siapapun dalam posisi apapun dapat menjadi seorang Hindu dan mempraktekan dan mendapat manfaat dari pengajaran Veda. 
Jalan Veda memandang semua agama sebagai benar, atau bagian dari kebenaran yang satu, dan jalan bagi keselamatan. 
Hindu, tidak menghadirkan Tuhan sebagai Tuhannya orang Hindu, Muslim, Kristen atau Sikh. 
Inilah sebabnya mengapa orang-orang Hindu, pengikut dari jalan Veda, dapat hidup damai dengan orang-orang dari agama lain. 
Agama Hindu tidak mempunyai konsep jihad, perang suci, perang salib, atau kesyahidan. 
Pengikut filosofi Veda tidak menjadikan orang lain sebagai target konversi. 
Agama Hindu menerima bahwa setiap orang mempunyai hak untuk memilih jalan mereka sendiri menuju pencerahan atau keselamatan. 
Agama Hindu menawarkan satu Tuhan dan kesadaran universal, jauh melampaui sekedar tradisi lokal. 
Agama Hindu mendorong kita semua melihat Tuhan dalam semua makhluk. 
Di dalam Hindu anda dapat mengajukan semua pertanyaan yang anda inginkan tanpa dianggap murtad atau orang yang ragu. 
Agama Hindu adalah peradaban satu miliar dollar. 
Veda menawarkan jalan termudah untuk kembali kepada Tuhan. 
Agama Hindu mengajarkan kesadaran universal daripada kesadaran yang berpusat pada diri sendiri. 
Agama Hindu mengembangkan kepedulian yang sungguh-sungguh terhadap orang lain. 
Dengan atau tanpa institusi, agama Hindu menunjukkan dan menyatakan bahwa semua orang mempunyai hubungan pribadi dengan Tuhan. 
Agama Hindu, membukan pintu makna kehidupan yang sebenarnya. 
Henry David Thoreau (1817-1862) Filsuf Amerika, unitarian, kritikus sosial, transendentalis dan penulis. Adalah Ralph Waldo Emerson yang membangunkannya pada sebuah antusiasme sejati pada India.Kekuatan dari Upanisad bahwa Thoreau muncul mewarisinya di Walden dan menginspirasi tidak hanya pada mereka yang mempelopori perpindahan tenaga kerja Inggris, tetapi semua yang membacanya pada hari ini. Kelok-kelok di timur laut Massachusetts, penghormatannya pada sisi luar dan pandangannya jatuh pada Walden Pond.

Ia kerap menyinggung air—kiasannya jelas—kebijaksanaan Gita mengajarkan pemurnian pikiran: “Dengan usaha kesadaran pada pikiran, kita dapat berdiri jauh dari aksi dan konsekuensinya; dan segala hal, baik maupun buruk, pergi dengan kita seperti aliran air yang deras.”

Ia telah menemukan Sungai Ganganya yang suci. Tinggal di sana dan mencoba “mempraktekan yoga dengan setia” selama dua tahun keberadaannya di Walden, ia menulis:

“Pada pagi hari saya memandikan intelektualitas saya pada filsafat yang mengagumkan dan agung dari Bhagavad Gita, sejak tahun-tahun yang berkomposisi dengan Tuhan itu berlalu, dan di dalam perbandingannya dengan dunia kita yang modern dan segala literaturnya tampak lemah dan sepele; dan saya ragu jika filosofinya tidak menjadi petunjuk pada bagian dari kehidupan sebelumnya, jadi sedikit keagungannya dari konsepsi kita. Saya meletakkan buku itu dan pergi pada sumur mata air saya, dan o! Di sana saya menemukan pelayan dari Brahmin, persembahyangan pada Brahma, Visnu dan Indra, yang tetap duduk pada kuil-Nya di sungai Ganga sambil membaca Veda, atau berhuni dengan atap dari pohon beserta kayunya dan air—kendi. Saya menemukan pelayannya datang mengambil air untuk gurunya, dan ember kita seperti digunakan mengambil air secara bersamaan pada sumur yang sama. Air murni di Walden adalah bercampur dengan air suci dari sungai Ganga.”

(Sumber: The Writings of Henry D. Thoreau – Walden 1989. Universitas Princeton. Press. p 298 and How Vedanta Came to the West – By Swami Tathagatananda – swaveda.com). Listen to The Bhagavad Gita podcast – By Michael Scherer – americanphonic.com.)

Pada tahun 1840-an Thoreau menemukan India, antusiasmenya pada filsafat India demikian mendukungnya. Dari 1849-1854, ia membawa sejumlah besar kitab India dari Perpustakaan Universitas Harvard, dan tahun 1855 ketika teman Inggrisnya Thomas Chilmondeley mengiriminya sebuah hadiah dari 44 buku-buku Timur yang terdiri dari berbagai judul seperti Reg Veda Samhita, Mandukya Upanisad, Visnu Purana, Institute of Manu, Bhagavad Gita dan Bhagavata Purana, dan lain-lain.

Pada perenungannya pada India ia menemukan “sebuah kekuatan mengagumkan tentang keniskalaan” dan kekuatan mental yang mampu menarik dari perhatian dunia yang empiris kepada pikiran yang kokoh dan terbebas dari kebingungan.

“Apa yang dikutip dari Veda telah saya baca dan bagi saya seperti cahaya dari seorang bintang yang lebih tinggi dan lebih murni, yang mendeskripsikan jalan yang agung melalui lapisan yang murni. Ia terbit bagi saya seperti bulan penuh setelah bintang-bintang keluar, menyeberang melalui sebuah lapisan di langit.”

(Sumber: Commentaries on the Vedas, The Upanishads &#38; the Bhagavad Gita – By Sri Chinmoy Aum Publications. 1996. p 26).

“Bilamana saya telah membaca bagian-bagian Veda, saya merasa bahwa sebuah cahaya yang aneh dan tidak diketahui menyinari saya. Dengan ajaran yang hebat dari Veda, tanpa ada sentuhan dari sektarian. Ia adalah segala zaman, iklim dan kebangsaan dan adalah jalan yang megah menuju pencapaian dari Pengetahuan Terbaik. Ketika saya membacanya, saya merasa bahwa saya berada di bawah surga yeng berkelap-kelip dari sebuah malam musim panas.”

(Sumber: The Hindu Mind: Fundamentals of Hindu Religion and Philosophy for All Ages – By Bansi Pandit B &#38; V Enterprises 1996. p 307).

Henry David Thoreau – Orang bijaksana yang memperoleh inspirasi spiritual dari Bhagavad Gita. Ditujukan pada Chitra Gallery.

“Saya ingin katakan pada para pembaca kitab suci, jika mereka mengharapkan buku yang bagus, bacalah Bhagavad Gita … yang diterjemahkan oleh Charles Wilkins. Ia pantas dibaca sebagai referensi bahkan oleh orang-orang Amerika… Di samping Bhagavad Gita, Shakespeare tampaknya kadang disemangati kaum muda… Ex oriente lux mungkin masih dijadikan semboyan oleh para sarjana, untuk dunia Barat belum diperoleh dari Timur segala cahaya yang dipersiapkan untuk diperoleh kemudian.”

Dalam bukunya Walden, Thoreau mengandung referensi tegas pada kitab-kitab India seperti:

“How much more admirable the Bhagavad Geeta than all the ruins of the East.’ (Seberapa Lebih Menarik Bhagavad Gita daripada Seluruh Reruntuhan dari Timur)

(Sumber: The Writings of Henry D. Thoreau – Walden 1989. Universitas Princeton. Press. p 57).

Thoreau menggambarkan Kekristenan sebagai “radikal” karena “moralnya yang murni” kontras pada “intelektualitas yang murni” dari Hindu.

(Sumber: A Week on the Concord and Merrimack Rivers – By Henry David Thoreau p 109 – 111).

“Veda mengandung catatan yang bijaksana dari Tuhan.” “Pemujaan yang diadakan oleh Veda adalah prestasi yang luar biasa.”

Kitab-kitabnya merangkul keseluruhan moral hidup dari Hindu dan sebagai alasan tidak ada kepercayaan selain ketulusan. Kebenaran sebagai referensi pada hati terdalam manusia, tanpa ada standar. Thoreau, seperti transendentalist lainnya telah bernafas dan berkatolisitas dalam pikiran yang membawanya mempelajari agama India. Dari awal ia dikecewakan dengan organisasi Kristen (ia tidak pernah ke gereja) dan seperti yang Emerson tunjukkan minat tingginya pada Hindu dan filsafatnya. Dalam perbandingan dengan Hebraisme, Thoreau menemukan superioritas Hindu dalam banyak hal. Bagian berikut mendemonstrasikan kekecewaan Thoreau dengan Hebraisme dan kecintaanya pada Hindu: Pada 1853 ia menulis:

“Umat Hindu adalah yang paling jelas dan religi yang penuh pertimbangan dibanding Ibrani. Mereka memiliki mungkin yang lebih murni, lebih merdeka dan pengetahuan yang impersonal (tanpa ada campur tangan manusia) mengenai Tuhan. Kitab suci mereka menggambarkan keingintahuan pertama dan akses kontemplasi kepada Tuhan; kitab Ibrani adalah hasil penelitian, terlalu dan lebih personal (ada campur tangan manusia) akan pertobatan. Itu mengejutkan dan penuh gairah. Tuhan lebih memilih jika anda mendekati-Nya dengan bijaksana, tidak mengaku dosa, meskipun anda berdosa. Hanya dengan melupakan diri anda bahwa diri anda datang mendekati-Nya. Dengan ketenangan dan kelemahlembutan di mana pendekatan dan wacana ilmiah filsafat Hindu pada tema terlarang adalah mengagumkan.”

Max Muller yang awalnya adalah seorang Indologis yang sudah berusaha keras menterjemahkan Veda dan menyusun teori salah kaprah “penyerangan bangsa Arya atas Dravida” akhirnya mengakui bahwa Veda luar biasa  dan  jauh lebih superior dari Kekristenan sehingga dia sendiri berkata; “Veda akan terus dikagumi dan dihargai selama samudera dan gunung masih ada di atas bumi.”

Ralph Waldo Emerson berkata; “Veda memuliakan hidup kita. Seluruh filsafat dan ilmu pengetahuan Barat tampak kecil dan tak berarti di hadapan Veda. Seluruh manusia di bumi ini harus kembali ke Veda“

Pall Thema mengatakan; “Veda adalah dokumen mulia, dokumen yang tidak saja bernilai dan menjadi kebanggaan India tetapi bagi seluruh umat manusia, karena di dalamnya kita melihat manusia berupaya untuk mengangkat dirinya di atas keberadaan dunia ini.”

Arthur Schoupenhour menyatakan: “Ini meyakinkan orang banyak bahwa Veda adalah abadi dan tidak dapat dijawab oleh manusia dan bahwa Veda berasal dari Brahman, yang adalah penciptanya“

Prof. Heeren: “Veda berdiri tegak sendirian dalam kemegahannya sebagai mercusuar cahaya suci bagi gerak maju kemanusiaan”

Lord Morley: “Apa yang ditemukan dalam Veda, tidak ada di tempat lain“

Leo Tolstoy: “Agama Veda tidak hanya agama yang tertua tapi juga agama yang paling sempurna. Ia menempati posisi pertama dan yang paling utama di antara agama-agama dunia”.

Gerald Heard mengatakan, ”Wedanta sangat ilmiah tentang – hukum-hukum yang mengatur alam semesta.”

Dr. Kenneth Walker yang menyanjung kebijaksanaan Weda dan mengatakan, ”Wedanta merupakan suatu usaha untuk meringkas seluruh pengetahuan manusia dan membuat manfaat seluruh pengalaman manusia. Pada suatu saat ia adalah agama, pada saat lainnya filsafat dan saat lainnya lagi ilmu pengetahuan.” Dengan kata lain 3 pilar ilmu pengetahuan dunia, terdapat di dalam kitab suci Hindu (Weda) yaitu ontologi, epistemologi dan aksiologi.

Sarvepalli Radhakrishnan: “Setelah musim dingin selama beberapa abad, kita sekarang berada pada periode kreatif dari agama Hindu. Kita mulai melihat pada agama kita yang telah berusia berabad-abad dengan pandangan mata segar“.

Albert Enstein: “Ketika saya membaca Bhagavad Gita lalu merenungkan tentang bagaimana Tuhan menciptakan jagat raya ini, segala hal lain terasa begitu tidak bermakna“</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Stephen Knapp, seorang  mantan Kristen keturunan Yahudi berkebangsaan Amerika memilki 28 alasan mengapa ia masuk Hindu, yaitu:</p>
<p>Apa yang diajarkan oleh agama Hindu? Peradaban Veda atau agama Hindu modern, adalah satu cara hidup. Ia bukanlah satu ras manusia atau sekedar agama atau keyakinan sektarian. Ia tidak menjadi milik satu ras atau negeri tertentu. Ia adalah satu jalan yang mendukung satu aturan tingkah laku (code of conduct) yang menghargai kedamaian dan kebahagiaan dan keadilan bagi semua orang.<br />
Hindu adalah peradaban tertua di dunia yang tetap hidup.<br />
Veda adalah kitab suci yang tertua dan paling lengkap.<br />
Veda mempunyai filsafat spiritual yang paling maju dan paling sempurna.<br />
Veda memberikan lebih banyak informasi mengenai ilmu pengetahuan tentang kehidupan sesudah mati, karma dan reinkarnasi.<br />
Filosofi Veda menawarkan pemahaman paling lengkap mengenai Tuhan dan dimensi spiritual.<br />
Hindu dan Veda memiliki banyak sabda dan perintah langsung dari Tuhan.<br />
Veda menawarkan bentuk-bentuk Tuhan yang paling indah dan penuh kasih sayang.<br />
Peradaban Veda memiliki guru-guru spiritual terbesar yang dapat anda temukan.<br />
Veda menawarkan jalan yang paling langsung kepada realisasi dan pencerahan spiritual pribadi.<br />
Karena Hindu adalah satu jalan yang paling ekspresif, ia juga adalah yang paling memenuhi secara emosional.<br />
Hindu, menawarkan satu jalan hidup ilmiah, dari diet, gaya hidup, jadwal harian, dan lain-lain.<br />
Siapapun dalam posisi apapun dapat menjadi seorang Hindu dan mempraktekan dan mendapat manfaat dari pengajaran Veda.<br />
Jalan Veda memandang semua agama sebagai benar, atau bagian dari kebenaran yang satu, dan jalan bagi keselamatan.<br />
Hindu, tidak menghadirkan Tuhan sebagai Tuhannya orang Hindu, Muslim, Kristen atau Sikh.<br />
Inilah sebabnya mengapa orang-orang Hindu, pengikut dari jalan Veda, dapat hidup damai dengan orang-orang dari agama lain.<br />
Agama Hindu tidak mempunyai konsep jihad, perang suci, perang salib, atau kesyahidan.<br />
Pengikut filosofi Veda tidak menjadikan orang lain sebagai target konversi.<br />
Agama Hindu menerima bahwa setiap orang mempunyai hak untuk memilih jalan mereka sendiri menuju pencerahan atau keselamatan.<br />
Agama Hindu menawarkan satu Tuhan dan kesadaran universal, jauh melampaui sekedar tradisi lokal.<br />
Agama Hindu mendorong kita semua melihat Tuhan dalam semua makhluk.<br />
Di dalam Hindu anda dapat mengajukan semua pertanyaan yang anda inginkan tanpa dianggap murtad atau orang yang ragu.<br />
Agama Hindu adalah peradaban satu miliar dollar.<br />
Veda menawarkan jalan termudah untuk kembali kepada Tuhan.<br />
Agama Hindu mengajarkan kesadaran universal daripada kesadaran yang berpusat pada diri sendiri.<br />
Agama Hindu mengembangkan kepedulian yang sungguh-sungguh terhadap orang lain.<br />
Dengan atau tanpa institusi, agama Hindu menunjukkan dan menyatakan bahwa semua orang mempunyai hubungan pribadi dengan Tuhan.<br />
Agama Hindu, membukan pintu makna kehidupan yang sebenarnya.<br />
Henry David Thoreau (1817-1862) Filsuf Amerika, unitarian, kritikus sosial, transendentalis dan penulis. Adalah Ralph Waldo Emerson yang membangunkannya pada sebuah antusiasme sejati pada India.Kekuatan dari Upanisad bahwa Thoreau muncul mewarisinya di Walden dan menginspirasi tidak hanya pada mereka yang mempelopori perpindahan tenaga kerja Inggris, tetapi semua yang membacanya pada hari ini. Kelok-kelok di timur laut Massachusetts, penghormatannya pada sisi luar dan pandangannya jatuh pada Walden Pond.</p>
<p>Ia kerap menyinggung air—kiasannya jelas—kebijaksanaan Gita mengajarkan pemurnian pikiran: “Dengan usaha kesadaran pada pikiran, kita dapat berdiri jauh dari aksi dan konsekuensinya; dan segala hal, baik maupun buruk, pergi dengan kita seperti aliran air yang deras.”</p>
<p>Ia telah menemukan Sungai Ganganya yang suci. Tinggal di sana dan mencoba “mempraktekan yoga dengan setia” selama dua tahun keberadaannya di Walden, ia menulis:</p>
<p>“Pada pagi hari saya memandikan intelektualitas saya pada filsafat yang mengagumkan dan agung dari Bhagavad Gita, sejak tahun-tahun yang berkomposisi dengan Tuhan itu berlalu, dan di dalam perbandingannya dengan dunia kita yang modern dan segala literaturnya tampak lemah dan sepele; dan saya ragu jika filosofinya tidak menjadi petunjuk pada bagian dari kehidupan sebelumnya, jadi sedikit keagungannya dari konsepsi kita. Saya meletakkan buku itu dan pergi pada sumur mata air saya, dan o! Di sana saya menemukan pelayan dari Brahmin, persembahyangan pada Brahma, Visnu dan Indra, yang tetap duduk pada kuil-Nya di sungai Ganga sambil membaca Veda, atau berhuni dengan atap dari pohon beserta kayunya dan air—kendi. Saya menemukan pelayannya datang mengambil air untuk gurunya, dan ember kita seperti digunakan mengambil air secara bersamaan pada sumur yang sama. Air murni di Walden adalah bercampur dengan air suci dari sungai Ganga.”</p>
<p>(Sumber: The Writings of Henry D. Thoreau – Walden 1989. Universitas Princeton. Press. p 298 and How Vedanta Came to the West – By Swami Tathagatananda – swaveda.com). Listen to The Bhagavad Gita podcast – By Michael Scherer – americanphonic.com.)</p>
<p>Pada tahun 1840-an Thoreau menemukan India, antusiasmenya pada filsafat India demikian mendukungnya. Dari 1849-1854, ia membawa sejumlah besar kitab India dari Perpustakaan Universitas Harvard, dan tahun 1855 ketika teman Inggrisnya Thomas Chilmondeley mengiriminya sebuah hadiah dari 44 buku-buku Timur yang terdiri dari berbagai judul seperti Reg Veda Samhita, Mandukya Upanisad, Visnu Purana, Institute of Manu, Bhagavad Gita dan Bhagavata Purana, dan lain-lain.</p>
<p>Pada perenungannya pada India ia menemukan “sebuah kekuatan mengagumkan tentang keniskalaan” dan kekuatan mental yang mampu menarik dari perhatian dunia yang empiris kepada pikiran yang kokoh dan terbebas dari kebingungan.</p>
<p>“Apa yang dikutip dari Veda telah saya baca dan bagi saya seperti cahaya dari seorang bintang yang lebih tinggi dan lebih murni, yang mendeskripsikan jalan yang agung melalui lapisan yang murni. Ia terbit bagi saya seperti bulan penuh setelah bintang-bintang keluar, menyeberang melalui sebuah lapisan di langit.”</p>
<p>(Sumber: Commentaries on the Vedas, The Upanishads &amp; the Bhagavad Gita – By Sri Chinmoy Aum Publications. 1996. p 26).</p>
<p>“Bilamana saya telah membaca bagian-bagian Veda, saya merasa bahwa sebuah cahaya yang aneh dan tidak diketahui menyinari saya. Dengan ajaran yang hebat dari Veda, tanpa ada sentuhan dari sektarian. Ia adalah segala zaman, iklim dan kebangsaan dan adalah jalan yang megah menuju pencapaian dari Pengetahuan Terbaik. Ketika saya membacanya, saya merasa bahwa saya berada di bawah surga yeng berkelap-kelip dari sebuah malam musim panas.”</p>
<p>(Sumber: The Hindu Mind: Fundamentals of Hindu Religion and Philosophy for All Ages – By Bansi Pandit B &amp; V Enterprises 1996. p 307).</p>
<p>Henry David Thoreau – Orang bijaksana yang memperoleh inspirasi spiritual dari Bhagavad Gita. Ditujukan pada Chitra Gallery.</p>
<p>“Saya ingin katakan pada para pembaca kitab suci, jika mereka mengharapkan buku yang bagus, bacalah Bhagavad Gita … yang diterjemahkan oleh Charles Wilkins. Ia pantas dibaca sebagai referensi bahkan oleh orang-orang Amerika… Di samping Bhagavad Gita, Shakespeare tampaknya kadang disemangati kaum muda… Ex oriente lux mungkin masih dijadikan semboyan oleh para sarjana, untuk dunia Barat belum diperoleh dari Timur segala cahaya yang dipersiapkan untuk diperoleh kemudian.”</p>
<p>Dalam bukunya Walden, Thoreau mengandung referensi tegas pada kitab-kitab India seperti:</p>
<p>“How much more admirable the Bhagavad Geeta than all the ruins of the East.’ (Seberapa Lebih Menarik Bhagavad Gita daripada Seluruh Reruntuhan dari Timur)</p>
<p>(Sumber: The Writings of Henry D. Thoreau – Walden 1989. Universitas Princeton. Press. p 57).</p>
<p>Thoreau menggambarkan Kekristenan sebagai “radikal” karena “moralnya yang murni” kontras pada “intelektualitas yang murni” dari Hindu.</p>
<p>(Sumber: A Week on the Concord and Merrimack Rivers – By Henry David Thoreau p 109 – 111).</p>
<p>“Veda mengandung catatan yang bijaksana dari Tuhan.” “Pemujaan yang diadakan oleh Veda adalah prestasi yang luar biasa.”</p>
<p>Kitab-kitabnya merangkul keseluruhan moral hidup dari Hindu dan sebagai alasan tidak ada kepercayaan selain ketulusan. Kebenaran sebagai referensi pada hati terdalam manusia, tanpa ada standar. Thoreau, seperti transendentalist lainnya telah bernafas dan berkatolisitas dalam pikiran yang membawanya mempelajari agama India. Dari awal ia dikecewakan dengan organisasi Kristen (ia tidak pernah ke gereja) dan seperti yang Emerson tunjukkan minat tingginya pada Hindu dan filsafatnya. Dalam perbandingan dengan Hebraisme, Thoreau menemukan superioritas Hindu dalam banyak hal. Bagian berikut mendemonstrasikan kekecewaan Thoreau dengan Hebraisme dan kecintaanya pada Hindu: Pada 1853 ia menulis:</p>
<p>“Umat Hindu adalah yang paling jelas dan religi yang penuh pertimbangan dibanding Ibrani. Mereka memiliki mungkin yang lebih murni, lebih merdeka dan pengetahuan yang impersonal (tanpa ada campur tangan manusia) mengenai Tuhan. Kitab suci mereka menggambarkan keingintahuan pertama dan akses kontemplasi kepada Tuhan; kitab Ibrani adalah hasil penelitian, terlalu dan lebih personal (ada campur tangan manusia) akan pertobatan. Itu mengejutkan dan penuh gairah. Tuhan lebih memilih jika anda mendekati-Nya dengan bijaksana, tidak mengaku dosa, meskipun anda berdosa. Hanya dengan melupakan diri anda bahwa diri anda datang mendekati-Nya. Dengan ketenangan dan kelemahlembutan di mana pendekatan dan wacana ilmiah filsafat Hindu pada tema terlarang adalah mengagumkan.”</p>
<p>Max Muller yang awalnya adalah seorang Indologis yang sudah berusaha keras menterjemahkan Veda dan menyusun teori salah kaprah “penyerangan bangsa Arya atas Dravida” akhirnya mengakui bahwa Veda luar biasa  dan  jauh lebih superior dari Kekristenan sehingga dia sendiri berkata; “Veda akan terus dikagumi dan dihargai selama samudera dan gunung masih ada di atas bumi.”</p>
<p>Ralph Waldo Emerson berkata; “Veda memuliakan hidup kita. Seluruh filsafat dan ilmu pengetahuan Barat tampak kecil dan tak berarti di hadapan Veda. Seluruh manusia di bumi ini harus kembali ke Veda“</p>
<p>Pall Thema mengatakan; “Veda adalah dokumen mulia, dokumen yang tidak saja bernilai dan menjadi kebanggaan India tetapi bagi seluruh umat manusia, karena di dalamnya kita melihat manusia berupaya untuk mengangkat dirinya di atas keberadaan dunia ini.”</p>
<p>Arthur Schoupenhour menyatakan: “Ini meyakinkan orang banyak bahwa Veda adalah abadi dan tidak dapat dijawab oleh manusia dan bahwa Veda berasal dari Brahman, yang adalah penciptanya“</p>
<p>Prof. Heeren: “Veda berdiri tegak sendirian dalam kemegahannya sebagai mercusuar cahaya suci bagi gerak maju kemanusiaan”</p>
<p>Lord Morley: “Apa yang ditemukan dalam Veda, tidak ada di tempat lain“</p>
<p>Leo Tolstoy: “Agama Veda tidak hanya agama yang tertua tapi juga agama yang paling sempurna. Ia menempati posisi pertama dan yang paling utama di antara agama-agama dunia”.</p>
<p>Gerald Heard mengatakan, ”Wedanta sangat ilmiah tentang – hukum-hukum yang mengatur alam semesta.”</p>
<p>Dr. Kenneth Walker yang menyanjung kebijaksanaan Weda dan mengatakan, ”Wedanta merupakan suatu usaha untuk meringkas seluruh pengetahuan manusia dan membuat manfaat seluruh pengalaman manusia. Pada suatu saat ia adalah agama, pada saat lainnya filsafat dan saat lainnya lagi ilmu pengetahuan.” Dengan kata lain 3 pilar ilmu pengetahuan dunia, terdapat di dalam kitab suci Hindu (Weda) yaitu ontologi, epistemologi dan aksiologi.</p>
<p>Sarvepalli Radhakrishnan: “Setelah musim dingin selama beberapa abad, kita sekarang berada pada periode kreatif dari agama Hindu. Kita mulai melihat pada agama kita yang telah berusia berabad-abad dengan pandangan mata segar“.</p>
<p>Albert Enstein: “Ketika saya membaca Bhagavad Gita lalu merenungkan tentang bagaimana Tuhan menciptakan jagat raya ini, segala hal lain terasa begitu tidak bermakna“</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Oktavianus</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-51457</link>
		<author>Oktavianus</author>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 10:41:10 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-51457</guid>
		<description>AYAT INJIL YANG TIDAK ILMIAH
11 September 2009 · &#38; Komentar



 

1). Kejadian I : 3-5

Disebutkan bahwa cahaya diciptakan hari pertama

2). Kejadian I : 14-19

Benda yang memancarkan cahaya, Bintang, Matahari diciptakan pada hari ke-4 

(Bagaimana mungkin Penyebab cahaya diciptakan pada hari ke-4 dan cahaya diciptakan pada hari pertama?)

3). Kejadian I : 9-13

Bumi diciptakan pada hari ke-3

(Bagaimana mungkin ada siang dan malam tanpa tanpa Matahari “penyebab cahaya”. Tidak mungkin bumi ada dulu daripada Matahari)

4). Kejadian I : 11-13

Tumbuhan, Empon-empon, semak belukar, pohon, mereka ciptakan pada hari ke-3 

(Bagaimana mungkin tumbuhan bisa hidup tanpa ada sinar Matahari)

# Kita pasti masih ingat dengan seseorang yang kalau tidak salah bernama Galileo Galilei yang dibunuh Gereja gara-gara penemuannya yang mengatakan Matahari sebagai pusat Tata Surya. Sedangkan Gereja mengatakan Bumi sebagai pusat Tata Surya #

5. A). Ayub 26 : 11

Dikatakan pilar langit akan bergetar 

5. B).  Ayub 9 : 6

Dikatakan bahwa bumi punya pilar

(Bukankah langit dan bumi tidak ada pilar)

6). Kejadian 1 : 29

Dikatakan bahwa Tuhan telah memberimu tanaman yang menghasilkan biji, pohon yang menghasilkan buah. Biji itulah sebagai daging untukmu. Versi Internasional baru mengatakan : Biji menghasilkan tanaman, tanaman menghasilkan buah dan yang menghasilkan biji adalah makanan untukmu semua.

(Bukankah ada buah berbiji yang beracun?, seperti Berry liar, Strechy, Ansa dll)

7). Markus 16 : 17-18

Dikatakan bahwa akan ada tanda-tanda bagi pengikut yang setia. Diantaranya adalah Dengan namaku mereka akan dijauhkan dari setan dan mereka akan berbicara bahasa asing, mereka akan mengambil ular dan jika mereka meminum racun yang mematikan, mereka tidak luka. Jika mereka meletakkan tangan diatas orang sakit, orang sakit akan sembuh. 

(meminum racun yang mematikan tidak luka. Apa bisa dibuktikan sekarang?)

8). Imamat 14 : 49-53
Cara baru untuk membasmi wabah lepra dirumah. Dikatakan : ambil 2 burung, bunuh burung pertama, ambil kayu, pukul dan masukkan burung yang masih hidup dalam air. Lalu setelah itu perciki rumah 7 hari dng air tersebut. Memerciki rumah dengan darah untuk membasmi lepra.

(bukankah darah itu sarana bagi wabah untuk menyebar?)

9). Imamat 12 : 1-5

Dikatakan setelah seorang wanita melahirkan anak laki-laki, ia tidak akan bersih setelah 7 hari. Dan masa tidak bersih akan berlangsung selama 33 hari atau lebih. Jika melahirkan anak perempuan, akan tidak bersih selama 2 minggu dan masa tidak bersih akan berlangsung selama 66 hari.

(Kita semua tahu secara medis bahwa setelah seorang ibu melahirkan dia tidak menjadi higienis (menyebabkan tidak bersih secara agama). Bagaimana mungkin seorang wanita tetap tidak bersih meski telah melewati 2 masa menstruasi) 

10). Bilangan 5 :11-31

Dikatakan : Pendeta harus mengambil air suci dari suatu tempat, mengambil debu dari lantai dan meletakkan ke dalam tempat tersebut sehingga air itu menjadi pahit. Dan setelah membaca mantra dia memberi air itu pada siwanita (yang berzina). Jika wanita tersebut pernah berzina, setelah minum air itu, mantra itu masuk ke tubuhnya dan perutnya akan menggelembung dan pahanya akan membusuk dan dia akan dikutuk oleh orang banyak. Tetapi jika belum pernah berzina, dia akan tetap bersih dan melahirkan keturunan.

(Apakah tes itu bisa dipakai sekarang?. Seharusnya ketika ada scandal antara presiden AS, Bill Clinton dan sekretarisnya tes ini dipakai)

11). Imamat 11 : 6

Dikatakan bahwa Kelinci adalah seekor pemamah biak

(Kita tahu bahwa kelinci bukanlah pemamah biak yang punya susunan perut rumit, kelinci lebih cocok sebagai pengerat seperti tikus) 

12). Amsal 6 : 6-8
Bahwa semut tidak punya pemimpin, rasa dan ketua

(kita semua tahu bahwa semut memiliki, pemimpin, ratu, tentara, pekerja juga aturan)

13). Imamat 11 : 20

Dikatakan : Diantara hal-hal yang menjijikkan, unggas yang berkaki 4 . Beberapa ilmuwan mengatakan unggas adalah terjemahan yang salah dari bahasa Yahudi, karena dalam versi King James berarti serangga atau makhluk bersayap

  All flying insects that creep on [all] fours [shall be] an abomination to you. (New King James Version, Imamat 11:20) 





(serangga mana yang berkaki 4. Semua serangga berkaki 6. tidak ada burung, unggas hewan bersayap yang berkaki 4)
14. A). Matius 4 : 8

Dikatakan : Iblis mengambil Yesus menuju gunung yang sangat tinggi dan menunjukkan pada Yesus semua kerajaan didunia &#38; Kemegahannya

14. B). Lukas 4 : 5

Dikatakan : Iblis membawanya (Yesus) ke gunung yang tinggi dan menunjukkan pada Yesus keagungan dari seluruh kerajaan di dunia.

14. C). Daniel 4 : 10-11

Dikatakan : Dalam sebuah mimpi, pohon yang tumbuh ke surga, tanaman yang tumbuh sangat banyak, sehingga setiap orang yang ada di penjuru bumi dapat melihat pohon tersebut.

14. D). Yesaya 40 : 22

Dia tuhan duduk bertahta diatas lingkaran bumi

(dalam 14. A &#38; 14. B dan 14. C  bukankah bila kita pergi ke gunung tertinggi seperti Mount Everest dan seupama kita memiliki pengelihatan 1000 kali lebih tajam dari elang, kita tidak bisa melihat semua, melihat yang dibagian sebaliknya dari bumi. Dan kita juga tidak bisa melihat pohon yang tinggi sekali sampai langit dari balik bumi lainnya. hal itu mungkin kalau bumi bentuknya datar. Dari uraian 14. A sampai 14. D bisa disimpulkan bentuk bumi seperti “KOIN MATA UANG”)

15. A). Kejadian 16 : 30

Dikatakan bumi tidak bergerak

15. B). Masmur 93 : 1

Dikatakan bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa telah menstabilkan bumi, yang berarti bumi tidak bergerak. Dalam Versi Internasional Baru dikatakan bahwa Tuhan telah membangun dan menghentikan pergerakan bumi sebagaimana dahulu

(Bukankah bumi Berotasi dan beredar mengelilingi Matahari)

16. A). Kejadian 7 : 19-20
Dikatakan bahwa Banjir yang terjadi dalam peristiwa Nabi Nuh 15 kaki diatas gunung tertinggi. Bahwa seluruh dunia tertutup air. Bukti arkeologi menunjukkan pada kita bahwa jaman Nuh jika dihitung dengan Gineologi terjadi pada abad 21-22 sebelum Masehi. Bukti arkeologi menunjukkan bahwa dinasti ke-3 Babylon dan dinasti ke-11 Mesir terjadi pada abad ke-21 dan 22 sebelum Masehi dan buktinya masih ada. Karena itu bukti arkeologi menunjukkan pada kita bahwa tidak mungkin bumi atau daratan terbentuk pada abad 21 &#38; 22 sebelum Masehi.

16. B). Kejadian 6 : 15-16

Dikatakan bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa memberitahu Nuh untuk membuat sebuah Perahu atau Bahtera dengan ukuran panjang 300 kubik, lebar 50 kubik dan tinggi 30 kubik. Versi Internasional baru menyebutkan panjang 450 kaki, lebar 75 kaki dan tinggi 45 kaki. 1 kubik = 1,5 kaki. Jika diukur berarti volumenya kurang lebih 150.000 kaki kubik dan luas areanya sekitar 33.730 kaki kubik. Injil menyebutkan Kpal itu 3 lantai. Lantai dasar, ruang penyimpanan 1 dan 2. lalu dikalikan 3 hasilnya kurang lebih 101.250 kaki persegi. Dan semua spesies didunia masuk berpasangan. Bayangkan tiap pasang dari semua spesies di dunia ditampung di ruang yang luasnya 101.250 kaki persegi. Dan mereka tinggal selama 40 hari disitu, makan dan buang air bersar.

(apakah ini mungkin?. Dari poin 16. A dan 16. B bisa disimpulkan bahwa banjir yang terjadi tidak seluruh dunia, tapi suatu wilayah tempat nabi Nuh tinggal)

17). Kejadian 3 :14

Ular hidup makan debu

(tidak masuk akal)

18). Yesaya (Isaiah) 34 :7

Tentang Unicorn. Hewan dunia seperti Kuda dan Bertanduk

(ini mitos, tidak ada fosil yang ditemukan)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>AYAT INJIL YANG TIDAK ILMIAH<br />
11 September 2009 · &amp; Komentar</p>
<p>1). Kejadian I : 3-5</p>
<p>Disebutkan bahwa cahaya diciptakan hari pertama</p>
<p>2). Kejadian I : 14-19</p>
<p>Benda yang memancarkan cahaya, Bintang, Matahari diciptakan pada hari ke-4 </p>
<p>(Bagaimana mungkin Penyebab cahaya diciptakan pada hari ke-4 dan cahaya diciptakan pada hari pertama?)</p>
<p>3). Kejadian I : 9-13</p>
<p>Bumi diciptakan pada hari ke-3</p>
<p>(Bagaimana mungkin ada siang dan malam tanpa tanpa Matahari “penyebab cahaya”. Tidak mungkin bumi ada dulu daripada Matahari)</p>
<p>4). Kejadian I : 11-13</p>
<p>Tumbuhan, Empon-empon, semak belukar, pohon, mereka ciptakan pada hari ke-3 </p>
<p>(Bagaimana mungkin tumbuhan bisa hidup tanpa ada sinar Matahari)</p>
<p># Kita pasti masih ingat dengan seseorang yang kalau tidak salah bernama Galileo Galilei yang dibunuh Gereja gara-gara penemuannya yang mengatakan Matahari sebagai pusat Tata Surya. Sedangkan Gereja mengatakan Bumi sebagai pusat Tata Surya #</p>
<p>5. A). Ayub 26 : 11</p>
<p>Dikatakan pilar langit akan bergetar </p>
<p>5. B).  Ayub 9 : 6</p>
<p>Dikatakan bahwa bumi punya pilar</p>
<p>(Bukankah langit dan bumi tidak ada pilar)</p>
<p>6). Kejadian 1 : 29</p>
<p>Dikatakan bahwa Tuhan telah memberimu tanaman yang menghasilkan biji, pohon yang menghasilkan buah. Biji itulah sebagai daging untukmu. Versi Internasional baru mengatakan : Biji menghasilkan tanaman, tanaman menghasilkan buah dan yang menghasilkan biji adalah makanan untukmu semua.</p>
<p>(Bukankah ada buah berbiji yang beracun?, seperti Berry liar, Strechy, Ansa dll)</p>
<p>7). Markus 16 : 17-18</p>
<p>Dikatakan bahwa akan ada tanda-tanda bagi pengikut yang setia. Diantaranya adalah Dengan namaku mereka akan dijauhkan dari setan dan mereka akan berbicara bahasa asing, mereka akan mengambil ular dan jika mereka meminum racun yang mematikan, mereka tidak luka. Jika mereka meletakkan tangan diatas orang sakit, orang sakit akan sembuh. </p>
<p>(meminum racun yang mematikan tidak luka. Apa bisa dibuktikan sekarang?)</p>
<p>8). Imamat 14 : 49-53<br />
Cara baru untuk membasmi wabah lepra dirumah. Dikatakan : ambil 2 burung, bunuh burung pertama, ambil kayu, pukul dan masukkan burung yang masih hidup dalam air. Lalu setelah itu perciki rumah 7 hari dng air tersebut. Memerciki rumah dengan darah untuk membasmi lepra.</p>
<p>(bukankah darah itu sarana bagi wabah untuk menyebar?)</p>
<p>9). Imamat 12 : 1-5</p>
<p>Dikatakan setelah seorang wanita melahirkan anak laki-laki, ia tidak akan bersih setelah 7 hari. Dan masa tidak bersih akan berlangsung selama 33 hari atau lebih. Jika melahirkan anak perempuan, akan tidak bersih selama 2 minggu dan masa tidak bersih akan berlangsung selama 66 hari.</p>
<p>(Kita semua tahu secara medis bahwa setelah seorang ibu melahirkan dia tidak menjadi higienis (menyebabkan tidak bersih secara agama). Bagaimana mungkin seorang wanita tetap tidak bersih meski telah melewati 2 masa menstruasi) </p>
<p>10). Bilangan 5 :11-31</p>
<p>Dikatakan : Pendeta harus mengambil air suci dari suatu tempat, mengambil debu dari lantai dan meletakkan ke dalam tempat tersebut sehingga air itu menjadi pahit. Dan setelah membaca mantra dia memberi air itu pada siwanita (yang berzina). Jika wanita tersebut pernah berzina, setelah minum air itu, mantra itu masuk ke tubuhnya dan perutnya akan menggelembung dan pahanya akan membusuk dan dia akan dikutuk oleh orang banyak. Tetapi jika belum pernah berzina, dia akan tetap bersih dan melahirkan keturunan.</p>
<p>(Apakah tes itu bisa dipakai sekarang?. Seharusnya ketika ada scandal antara presiden AS, Bill Clinton dan sekretarisnya tes ini dipakai)</p>
<p>11). Imamat 11 : 6</p>
<p>Dikatakan bahwa Kelinci adalah seekor pemamah biak</p>
<p>(Kita tahu bahwa kelinci bukanlah pemamah biak yang punya susunan perut rumit, kelinci lebih cocok sebagai pengerat seperti tikus) </p>
<p>12). Amsal 6 : 6-8<br />
Bahwa semut tidak punya pemimpin, rasa dan ketua</p>
<p>(kita semua tahu bahwa semut memiliki, pemimpin, ratu, tentara, pekerja juga aturan)</p>
<p>13). Imamat 11 : 20</p>
<p>Dikatakan : Diantara hal-hal yang menjijikkan, unggas yang berkaki 4 . Beberapa ilmuwan mengatakan unggas adalah terjemahan yang salah dari bahasa Yahudi, karena dalam versi King James berarti serangga atau makhluk bersayap</p>
<p>  All flying insects that creep on [all] fours [shall be] an abomination to you. (New King James Version, Imamat 11:20) </p>
<p>(serangga mana yang berkaki 4. Semua serangga berkaki 6. tidak ada burung, unggas hewan bersayap yang berkaki 4)<br />
14. A). Matius 4 : 8</p>
<p>Dikatakan : Iblis mengambil Yesus menuju gunung yang sangat tinggi dan menunjukkan pada Yesus semua kerajaan didunia &amp; Kemegahannya</p>
<p>14. B). Lukas 4 : 5</p>
<p>Dikatakan : Iblis membawanya (Yesus) ke gunung yang tinggi dan menunjukkan pada Yesus keagungan dari seluruh kerajaan di dunia.</p>
<p>14. C). Daniel 4 : 10-11</p>
<p>Dikatakan : Dalam sebuah mimpi, pohon yang tumbuh ke surga, tanaman yang tumbuh sangat banyak, sehingga setiap orang yang ada di penjuru bumi dapat melihat pohon tersebut.</p>
<p>14. D). Yesaya 40 : 22</p>
<p>Dia tuhan duduk bertahta diatas lingkaran bumi</p>
<p>(dalam 14. A &amp; 14. B dan 14. C  bukankah bila kita pergi ke gunung tertinggi seperti Mount Everest dan seupama kita memiliki pengelihatan 1000 kali lebih tajam dari elang, kita tidak bisa melihat semua, melihat yang dibagian sebaliknya dari bumi. Dan kita juga tidak bisa melihat pohon yang tinggi sekali sampai langit dari balik bumi lainnya. hal itu mungkin kalau bumi bentuknya datar. Dari uraian 14. A sampai 14. D bisa disimpulkan bentuk bumi seperti “KOIN MATA UANG”)</p>
<p>15. A). Kejadian 16 : 30</p>
<p>Dikatakan bumi tidak bergerak</p>
<p>15. B). Masmur 93 : 1</p>
<p>Dikatakan bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa telah menstabilkan bumi, yang berarti bumi tidak bergerak. Dalam Versi Internasional Baru dikatakan bahwa Tuhan telah membangun dan menghentikan pergerakan bumi sebagaimana dahulu</p>
<p>(Bukankah bumi Berotasi dan beredar mengelilingi Matahari)</p>
<p>16. A). Kejadian 7 : 19-20<br />
Dikatakan bahwa Banjir yang terjadi dalam peristiwa Nabi Nuh 15 kaki diatas gunung tertinggi. Bahwa seluruh dunia tertutup air. Bukti arkeologi menunjukkan pada kita bahwa jaman Nuh jika dihitung dengan Gineologi terjadi pada abad 21-22 sebelum Masehi. Bukti arkeologi menunjukkan bahwa dinasti ke-3 Babylon dan dinasti ke-11 Mesir terjadi pada abad ke-21 dan 22 sebelum Masehi dan buktinya masih ada. Karena itu bukti arkeologi menunjukkan pada kita bahwa tidak mungkin bumi atau daratan terbentuk pada abad 21 &amp; 22 sebelum Masehi.</p>
<p>16. B). Kejadian 6 : 15-16</p>
<p>Dikatakan bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa memberitahu Nuh untuk membuat sebuah Perahu atau Bahtera dengan ukuran panjang 300 kubik, lebar 50 kubik dan tinggi 30 kubik. Versi Internasional baru menyebutkan panjang 450 kaki, lebar 75 kaki dan tinggi 45 kaki. 1 kubik = 1,5 kaki. Jika diukur berarti volumenya kurang lebih 150.000 kaki kubik dan luas areanya sekitar 33.730 kaki kubik. Injil menyebutkan Kpal itu 3 lantai. Lantai dasar, ruang penyimpanan 1 dan 2. lalu dikalikan 3 hasilnya kurang lebih 101.250 kaki persegi. Dan semua spesies didunia masuk berpasangan. Bayangkan tiap pasang dari semua spesies di dunia ditampung di ruang yang luasnya 101.250 kaki persegi. Dan mereka tinggal selama 40 hari disitu, makan dan buang air bersar.</p>
<p>(apakah ini mungkin?. Dari poin 16. A dan 16. B bisa disimpulkan bahwa banjir yang terjadi tidak seluruh dunia, tapi suatu wilayah tempat nabi Nuh tinggal)</p>
<p>17). Kejadian 3 :14</p>
<p>Ular hidup makan debu</p>
<p>(tidak masuk akal)</p>
<p>18). Yesaya (Isaiah) 34 :7</p>
<p>Tentang Unicorn. Hewan dunia seperti Kuda dan Bertanduk</p>
<p>(ini mitos, tidak ada fosil yang ditemukan)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Gede Daru</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-51451</link>
		<author>Gede Daru</author>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 06:45:22 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-51451</guid>
		<description>Perlu saudara ketahui..sampai sejauh ini, agama atau masyarakat Hindu Bali tidak pernah mengadili dan menghukum para penulis sejarah, tidak pernah membakar perpustakaan, tidak pernah melarang buku-buku, tidak menolak suatu cabang ilmu pengetahuan, sebagaimana yang pernah dan  masih dilakukan oleh masyarakat agama lainnya atas upaya saudara. Perlu saudara catat!! jika melakukan penulisan tidak bertentangan dgn fakta sejarah yg ada dan  tidak juga menggunakan simbul dan kata kata suci milik Agama lain jika saudara dan rekan seiman saudara berkotbah. Pernah terpikir oleh saudara apa jadinya kalau Agama Hindu Bali seperti bangsa Malaysia, Jawa Islam??, berapa Gereja yg hancur karena ulah rekan seiman saudara yg tidak terpuji.

Hindu di Bali berpegang pada Konsep Tri Hita Karana - hubungan manusia dengan Sang Hyang Widhi (Tuhan yg tertinggi), bukan hubungan Manusia Bali dengan Tuhan org lain yaitu Yesus yg menurut sudut pandang agama Hindu dia setingkat awatara (Dewa Utusan,) Hubungan Manusia dengan  Manusia (dari perkawinan manusia sampai kematian manusia) bukan hubungan manusia bali dengan jiwa jiwa baru hasil penipuan misionaris!! dan hubungan manusia dengan lingkungan ( Pura, Banjar, Desa) bukan hunbungan manusian Bali dengan Gereja gereja arsitektur Bali.

Penulisan sejarah di atas sama dengan Katak dalam Tempurung - si katak mengagungkan dunianya sendiri atas ruangan dalam tempurung, setes air dianggapnya  samudera -itulah keyakinan saudara yg ingin saudara konversikan  terhadap masyrakat Bali Hindu.

Perlu saudara camkan kembali misionaris di bali yg menyatakan nilai-nilai ajaran kasih dalam Kristus &#38; janji keselamatan-Nya yang akan mengahantar  semua orang masuk kerajaan surga dengan penuh kepastian dan bicara seperti pernah nge-kost di surga. Taukah saudara, akibat iman Kristus ini, orang bali yg sudah tertipu harus menerima fakta dikucilkan keluarganya?,sampai mereka frustasi, lalu pergi jauh meninggalkan desa bahkan bunuh diri? Sadarkah saudara atau pura pura tidak tau bahwa penghiburan para gembala Gereja yg menyatakan  orang -orang diluar Kristen adalah orang berdosa dan sesat dalam iman? Mereka adalah para penyembah setan &#38; kitab sucinya diturunkan oleh Raja Iblis!. 

Dengan tulisan seperti diatas,saudara mengharapkan orang Bali Hindu memberikan komentar manis???? seperti doa saudara  yg salut dan sangat menghargai tulisan dari seimanmu dan berdoa untuk blog ini agar diberkati?? Mimpi Kali!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Perlu saudara ketahui..sampai sejauh ini, agama atau masyarakat Hindu Bali tidak pernah mengadili dan menghukum para penulis sejarah, tidak pernah membakar perpustakaan, tidak pernah melarang buku-buku, tidak menolak suatu cabang ilmu pengetahuan, sebagaimana yang pernah dan  masih dilakukan oleh masyarakat agama lainnya atas upaya saudara. Perlu saudara catat!! jika melakukan penulisan tidak bertentangan dgn fakta sejarah yg ada dan  tidak juga menggunakan simbul dan kata kata suci milik Agama lain jika saudara dan rekan seiman saudara berkotbah. Pernah terpikir oleh saudara apa jadinya kalau Agama Hindu Bali seperti bangsa Malaysia, Jawa Islam??, berapa Gereja yg hancur karena ulah rekan seiman saudara yg tidak terpuji.</p>
<p>Hindu di Bali berpegang pada Konsep Tri Hita Karana - hubungan manusia dengan Sang Hyang Widhi (Tuhan yg tertinggi), bukan hubungan Manusia Bali dengan Tuhan org lain yaitu Yesus yg menurut sudut pandang agama Hindu dia setingkat awatara (Dewa Utusan,) Hubungan Manusia dengan  Manusia (dari perkawinan manusia sampai kematian manusia) bukan hubungan manusia bali dengan jiwa jiwa baru hasil penipuan misionaris!! dan hubungan manusia dengan lingkungan ( Pura, Banjar, Desa) bukan hunbungan manusian Bali dengan Gereja gereja arsitektur Bali.</p>
<p>Penulisan sejarah di atas sama dengan Katak dalam Tempurung - si katak mengagungkan dunianya sendiri atas ruangan dalam tempurung, setes air dianggapnya  samudera -itulah keyakinan saudara yg ingin saudara konversikan  terhadap masyrakat Bali Hindu.</p>
<p>Perlu saudara camkan kembali misionaris di bali yg menyatakan nilai-nilai ajaran kasih dalam Kristus &amp; janji keselamatan-Nya yang akan mengahantar  semua orang masuk kerajaan surga dengan penuh kepastian dan bicara seperti pernah nge-kost di surga. Taukah saudara, akibat iman Kristus ini, orang bali yg sudah tertipu harus menerima fakta dikucilkan keluarganya?,sampai mereka frustasi, lalu pergi jauh meninggalkan desa bahkan bunuh diri? Sadarkah saudara atau pura pura tidak tau bahwa penghiburan para gembala Gereja yg menyatakan  orang -orang diluar Kristen adalah orang berdosa dan sesat dalam iman? Mereka adalah para penyembah setan &amp; kitab sucinya diturunkan oleh Raja Iblis!. </p>
<p>Dengan tulisan seperti diatas,saudara mengharapkan orang Bali Hindu memberikan komentar manis???? seperti doa saudara  yg salut dan sangat menghargai tulisan dari seimanmu dan berdoa untuk blog ini agar diberkati?? Mimpi Kali!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sudiarta I Wayan, Rev.</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-51384</link>
		<author>Sudiarta I Wayan, Rev.</author>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 01:59:05 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-51384</guid>
		<description>Aku salut dan sangat menghargai tulisanmu sahabatku. Sejarah gereja tidak hanya sebatas tumpukkan informasi namun lebih penting lagi bagaimana menemukan makna kehidupan dibalik perjalanan lembaran sejarah. Aku berdoa semoga blog ini akan memberkati banyak orang pencinta keluhuran dan kedamaian hidup. Betapapun banyaknya komentar yang rada-rada kontra bahkan terkesan menghujat atas tulisanmu dalam blog ini tentang sejarah gereja di Bali, semua itu wajar karena kita semua sedang mencari kebenaran. Kita semua sebagai pemeluk agama adalah ibarat "orang buta tuli" yang mencoba menggapai harapan untuk tiba di negeri abadi. Agama bagiku seumpama "tongkat penyangga" untuk berjalan diusia senja. Yang penting bukan kualitas tongkatnya, melainkan yakinkah dan maukah kita memegang tongkat itu demi keselamatan kita. Dalam keterbatasan dan kesederhanaanku, aku melanglang mempelajari agama-agama di dunia termasuk kepercayaan-kepercayaan umat manusia yang merindukan kebahagiaan dan kehidupan abadi. Justru dengan semakin mempelajari dan menengok ke dalam ajaran-ajaran yang ada, aku merasa menjadi orang yang sangat kotor, bodoh, lemah dan penuh dosa setta diwarnai kesombongan diri. Realitas batinku ini membuatku menjadi tidak munafik dan antipati terhadap pemeluk agama lain betapapun secara kasat mata ada tulisan dan tafsiran dari ajaran agama pada berbeda. Dalam perenunganku, ternyata agama tidak lebih dari "alat" yang Tuhan inspirasikan kepada manusia untuk dijadikan rambu-rambu lalulintas untuk dapat dan bisa kembali bersatu, manunggal bersamaNya. Agama pada dirinya tidak akan berarti apa-apa bila pemeluknya tidak meyakini kalau Tuhan itu satu-satunya Pencipta, Pemelihara dan mengembalikan segala yang hidup ke asalnya (Bersatu dengan Tuhan kembali). Betapapun baik dan realistis serta relevannya sebuah ajaran agama, namun bila pemeluknya tdk bertobat dan menunjukkan bukti perilaku hidup yang baik, maka agama tetap merupakan sebuah "alat". Yang penting dalam agama adalah pesan Tuhan kepada umatnya,praktek dan teknis merupakan urutan yang berikutnya. Semoga orang-orang yang membenci sesamanya karena beda agama akan segera menemukan jati dirinya sebagai manusia yang sama-sama berdosa dan seperjalanan menuju kehidupan abadi. Teruslah menulis sahabatku, pantang mundur. Ilmu adalah pengetahuan yang mengilhami kita semua untuk menjadi semakin arif dan bijaksana. Diatas semua itu, hati yang legowo dan berserah kepada Tuhan akan menolong kita untuk mendapatkan manfaat dari setiap karya tulisan yang sederhana atau seburuk apapun. Karena kita percaya bahwa Tuhan sanggup menjadikan segala sesuatu indah dan kebaikkan bagi kita, asal kita percaya padaNya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aku salut dan sangat menghargai tulisanmu sahabatku. Sejarah gereja tidak hanya sebatas tumpukkan informasi namun lebih penting lagi bagaimana menemukan makna kehidupan dibalik perjalanan lembaran sejarah. Aku berdoa semoga blog ini akan memberkati banyak orang pencinta keluhuran dan kedamaian hidup. Betapapun banyaknya komentar yang rada-rada kontra bahkan terkesan menghujat atas tulisanmu dalam blog ini tentang sejarah gereja di Bali, semua itu wajar karena kita semua sedang mencari kebenaran. Kita semua sebagai pemeluk agama adalah ibarat &#8220;orang buta tuli&#8221; yang mencoba menggapai harapan untuk tiba di negeri abadi. Agama bagiku seumpama &#8220;tongkat penyangga&#8221; untuk berjalan diusia senja. Yang penting bukan kualitas tongkatnya, melainkan yakinkah dan maukah kita memegang tongkat itu demi keselamatan kita. Dalam keterbatasan dan kesederhanaanku, aku melanglang mempelajari agama-agama di dunia termasuk kepercayaan-kepercayaan umat manusia yang merindukan kebahagiaan dan kehidupan abadi. Justru dengan semakin mempelajari dan menengok ke dalam ajaran-ajaran yang ada, aku merasa menjadi orang yang sangat kotor, bodoh, lemah dan penuh dosa setta diwarnai kesombongan diri. Realitas batinku ini membuatku menjadi tidak munafik dan antipati terhadap pemeluk agama lain betapapun secara kasat mata ada tulisan dan tafsiran dari ajaran agama pada berbeda. Dalam perenunganku, ternyata agama tidak lebih dari &#8220;alat&#8221; yang Tuhan inspirasikan kepada manusia untuk dijadikan rambu-rambu lalulintas untuk dapat dan bisa kembali bersatu, manunggal bersamaNya. Agama pada dirinya tidak akan berarti apa-apa bila pemeluknya tidak meyakini kalau Tuhan itu satu-satunya Pencipta, Pemelihara dan mengembalikan segala yang hidup ke asalnya (Bersatu dengan Tuhan kembali). Betapapun baik dan realistis serta relevannya sebuah ajaran agama, namun bila pemeluknya tdk bertobat dan menunjukkan bukti perilaku hidup yang baik, maka agama tetap merupakan sebuah &#8220;alat&#8221;. Yang penting dalam agama adalah pesan Tuhan kepada umatnya,praktek dan teknis merupakan urutan yang berikutnya. Semoga orang-orang yang membenci sesamanya karena beda agama akan segera menemukan jati dirinya sebagai manusia yang sama-sama berdosa dan seperjalanan menuju kehidupan abadi. Teruslah menulis sahabatku, pantang mundur. Ilmu adalah pengetahuan yang mengilhami kita semua untuk menjadi semakin arif dan bijaksana. Diatas semua itu, hati yang legowo dan berserah kepada Tuhan akan menolong kita untuk mendapatkan manfaat dari setiap karya tulisan yang sederhana atau seburuk apapun. Karena kita percaya bahwa Tuhan sanggup menjadikan segala sesuatu indah dan kebaikkan bagi kita, asal kita percaya padaNya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Oktavianus</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-50894</link>
		<author>Oktavianus</author>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 07:35:04 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-50894</guid>
		<description>TUHAN MAHA PENIPU
Sadarkah anda bahwa Tuhan yang anda puja adalah raja-diraja-nya penipu? Beliaulah penipu yang ulung, yang tidak pernah gagal. Beliaulah Sang Maha Penipu.
 Betulkah Tuhan adalah Maha Penipu? Tentunya orang yang membaca judul dan kalimat diatas akan memiliki dua jenis pandangan berbeda terhadap saya. Pandangan pertama mungkin bernada negatif yang menganggap saya menghina dan menjelek-jelekkan Tuhan. Tapi orang ke dua mungkin akan berpandangan jauh berbeda dengan pandangan pertama, yaitu pandangan yang positif. Orang kedua ini mungkin akan mengatakan bahwa saya sedang mengagung-agungkan Tuhan.
 Jika anggapan pertama yang muncul dalam benak anda untuk pertama kalinya yang mengatakan bahwa saya menghina Tuhan, maka saya katakan pengetahuan anda masih perlu di upgrade. Anda masih perlu banyak belajar dan membaca tentang ketuhanan dan keinsafan diri. Tentunya dengan berkata seperti ini saya tidak menganggap bahwa diri saya sudah hebat. Tidak, saya sama sekali tidak hebat dan pintar, hanya saja dalam hal ini saya ada setaraf di atas anda.
 Tapi jika dengan membaca judul di atas pikiran anda sudah langsung mengarahkan anda ke hal yang positif bahwa saya sedang mengagungkan Tuhan, maka saya yakin anda adalah orang yang sangat berdedikasi, orang yang sudah dewasa secara spiritual.
 Tuhan sendiri menyatakan “Beliau adalah perjudian kamu penipu” dalam Bhagavad Gita 10.36;
dyutam chalayatam asmi  tejas tejasvinam aham
jayo ‘smi vyavasayo ‘smi  sattvam-sattvavatam aham
 Artinya;
Aku adalah perjudian kaum penipu, Aku adalah kemuliaan segala sesuatu yang mulia, Aku adalah kejayaan, Aku adalah petualangan dan Aku adalah kekuatan orang yang kuat.
 Penggalan sloka Bhagavad Gita diatas adalah salah satu bagian dari sloka-sloka bab 10 mengenai kehebatan Tuhan Yang Maha Mutlak. Dalam bab ini Sri Krishna menyatakan bahwa beliau adalah sumber dari segala sumber, yang paling berkuasa dari para penguasa, yang paling indah dari segala yang indah dan juga termasuk yang paling buruk diantara yang buruk sebagaimana yang beliau sabdakan dalam Bhagavad Gita 10.36 ini.
Di dunia ini terdapat berbagai jenis teknik tipu menipu, modus penipuan selalu berkembang seiring dengan perkembangan jaman, sehingga tidak heran jika aparat penegak hukum kita selalu ketinggalan satu langkah dari si tukang tipu itu sendiri.
Nah bagaimana halnya dengan Tuhan? Tuhan dapat menipu dengan cara yang lebih hebat dari pada penipu manapun. Kalau Tuhan mau menipu seseorang, maka tidak seorangpun yang mampu melebihi Tuhan dalam penipuannya, oleh karena itu Tuhan tidak pernah dapat ditipu oleh siapapun juga.
Bhagavad Gita 10.4-5 mengatakan;
Buddir jnanam asammohah  ksama satyam damah samah
Sukham dukham bhavo ‘bhavo  bhayam cabhayam eva ca
Ahimsa samata tustis  tapo danam yaso ‘yasah
Bhavanti bhava bhutanam  matta eva prthag-vidhah
Artinya;
“Kecerdasan, pengetahuan, kebebasan dari keragu-raguan dan khayalan, pengampunan, kejujuran, pengendalian indria-indria, pengendalian pikiran, kebahagiaan dan dukacita, kelahiran, kematian, rasa takut, kebebasan dari rasa takut, tidak melakukan kekerasan, keseimbangan sikap, kepuasan, kesederhanaan, kedermawanan, kemasyuran dan penghinaan, berbagai sifat tersebut yang dimiliki oleh para mahluk hidup semua diciptakan oleh Aku sendiri”
Bhagavad Gita 10.8;
aham sarvasya prabhavo  mattah sarvam pravartate
iti matva bhajante mam  budha bhava-samanvitah
Artinya;
“Aku adalah sumber segala dunia rohani dan segala dunia material. Segala sesuatu berasal dari-Ku. Orang bijaksana yang mengetahui kenyataan ini secara sempurna menekuni bhakti kepada-Ku dan menyembah-Ku dengan sepenuh hatinya”
Tuhan adalah sumber dari segala sumber dan sebab dari segala sebab, oleh karena itu Tuhan adalah Maha segalanya. Tuhan Maha Besar dan juga Maha Kecil, Tuhan Maha Menawan dan juga Maha Buruk Rupa, tiada satu kehebatanpun yang dapat kita lampaui dari Beliau. Sehingga dengan menyebut Tuhan Maha Kecil, Maha Buruk, Maha Kotor, Maha Jahat dan juga Maha Penipu adalah hal yang benar dan wajar, tetapi yang tidak wajar itu adalah mindset kita sebagai manusia. Otak kita selalu mengarahkan bahwa Tuhan hanya berkaitan dengan yang baik-baik saja, Otak kita mengarahkan bahwa warna putih identik dengan suci dan karena Tuhan itu suci maka kita sembahyang dengan pakaian putih. Pikiran kita mengatakan bahwa toilet itu kotor, sehingga kita beranggapan bahwa Tuhan tidak ada di Toilet. Apa benar Tuhan tidak ada di toilet? Bukankah Tuhan Maha Segalanya? Bukankah Tuhan Mada Ada? Kalau demikian apa masalahnya kalau Tuhan ada di toilet? Bukankah kalau Tuhan tidak ada di toilet maka kuman-kuman dan jasat renik lainnya tidak akan dapat hidup karena segala sumber hidup berasal dari-Nya? Anda boleh jijik dengan toilet yang kotor, tapi jasat renik yang menggantungkan hidupnya di sana mungkin menganggap toilet itu “sorga” dan memandang piring anda yang bersih sebagai “neraka” bagi mereka.
Oleh karena itu, jawabannya kembali lagi ke awal “Jangan samakan mindset anda dengan mindset Tuhan”</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>TUHAN MAHA PENIPU<br />
Sadarkah anda bahwa Tuhan yang anda puja adalah raja-diraja-nya penipu? Beliaulah penipu yang ulung, yang tidak pernah gagal. Beliaulah Sang Maha Penipu.<br />
 Betulkah Tuhan adalah Maha Penipu? Tentunya orang yang membaca judul dan kalimat diatas akan memiliki dua jenis pandangan berbeda terhadap saya. Pandangan pertama mungkin bernada negatif yang menganggap saya menghina dan menjelek-jelekkan Tuhan. Tapi orang ke dua mungkin akan berpandangan jauh berbeda dengan pandangan pertama, yaitu pandangan yang positif. Orang kedua ini mungkin akan mengatakan bahwa saya sedang mengagung-agungkan Tuhan.<br />
 Jika anggapan pertama yang muncul dalam benak anda untuk pertama kalinya yang mengatakan bahwa saya menghina Tuhan, maka saya katakan pengetahuan anda masih perlu di upgrade. Anda masih perlu banyak belajar dan membaca tentang ketuhanan dan keinsafan diri. Tentunya dengan berkata seperti ini saya tidak menganggap bahwa diri saya sudah hebat. Tidak, saya sama sekali tidak hebat dan pintar, hanya saja dalam hal ini saya ada setaraf di atas anda.<br />
 Tapi jika dengan membaca judul di atas pikiran anda sudah langsung mengarahkan anda ke hal yang positif bahwa saya sedang mengagungkan Tuhan, maka saya yakin anda adalah orang yang sangat berdedikasi, orang yang sudah dewasa secara spiritual.<br />
 Tuhan sendiri menyatakan “Beliau adalah perjudian kamu penipu” dalam Bhagavad Gita 10.36;<br />
dyutam chalayatam asmi  tejas tejasvinam aham<br />
jayo ‘smi vyavasayo ‘smi  sattvam-sattvavatam aham<br />
 Artinya;<br />
Aku adalah perjudian kaum penipu, Aku adalah kemuliaan segala sesuatu yang mulia, Aku adalah kejayaan, Aku adalah petualangan dan Aku adalah kekuatan orang yang kuat.<br />
 Penggalan sloka Bhagavad Gita diatas adalah salah satu bagian dari sloka-sloka bab 10 mengenai kehebatan Tuhan Yang Maha Mutlak. Dalam bab ini Sri Krishna menyatakan bahwa beliau adalah sumber dari segala sumber, yang paling berkuasa dari para penguasa, yang paling indah dari segala yang indah dan juga termasuk yang paling buruk diantara yang buruk sebagaimana yang beliau sabdakan dalam Bhagavad Gita 10.36 ini.<br />
Di dunia ini terdapat berbagai jenis teknik tipu menipu, modus penipuan selalu berkembang seiring dengan perkembangan jaman, sehingga tidak heran jika aparat penegak hukum kita selalu ketinggalan satu langkah dari si tukang tipu itu sendiri.<br />
Nah bagaimana halnya dengan Tuhan? Tuhan dapat menipu dengan cara yang lebih hebat dari pada penipu manapun. Kalau Tuhan mau menipu seseorang, maka tidak seorangpun yang mampu melebihi Tuhan dalam penipuannya, oleh karena itu Tuhan tidak pernah dapat ditipu oleh siapapun juga.<br />
Bhagavad Gita 10.4-5 mengatakan;<br />
Buddir jnanam asammohah  ksama satyam damah samah<br />
Sukham dukham bhavo ‘bhavo  bhayam cabhayam eva ca<br />
Ahimsa samata tustis  tapo danam yaso ‘yasah<br />
Bhavanti bhava bhutanam  matta eva prthag-vidhah<br />
Artinya;<br />
“Kecerdasan, pengetahuan, kebebasan dari keragu-raguan dan khayalan, pengampunan, kejujuran, pengendalian indria-indria, pengendalian pikiran, kebahagiaan dan dukacita, kelahiran, kematian, rasa takut, kebebasan dari rasa takut, tidak melakukan kekerasan, keseimbangan sikap, kepuasan, kesederhanaan, kedermawanan, kemasyuran dan penghinaan, berbagai sifat tersebut yang dimiliki oleh para mahluk hidup semua diciptakan oleh Aku sendiri”<br />
Bhagavad Gita 10.8;<br />
aham sarvasya prabhavo  mattah sarvam pravartate<br />
iti matva bhajante mam  budha bhava-samanvitah<br />
Artinya;<br />
“Aku adalah sumber segala dunia rohani dan segala dunia material. Segala sesuatu berasal dari-Ku. Orang bijaksana yang mengetahui kenyataan ini secara sempurna menekuni bhakti kepada-Ku dan menyembah-Ku dengan sepenuh hatinya”<br />
Tuhan adalah sumber dari segala sumber dan sebab dari segala sebab, oleh karena itu Tuhan adalah Maha segalanya. Tuhan Maha Besar dan juga Maha Kecil, Tuhan Maha Menawan dan juga Maha Buruk Rupa, tiada satu kehebatanpun yang dapat kita lampaui dari Beliau. Sehingga dengan menyebut Tuhan Maha Kecil, Maha Buruk, Maha Kotor, Maha Jahat dan juga Maha Penipu adalah hal yang benar dan wajar, tetapi yang tidak wajar itu adalah mindset kita sebagai manusia. Otak kita selalu mengarahkan bahwa Tuhan hanya berkaitan dengan yang baik-baik saja, Otak kita mengarahkan bahwa warna putih identik dengan suci dan karena Tuhan itu suci maka kita sembahyang dengan pakaian putih. Pikiran kita mengatakan bahwa toilet itu kotor, sehingga kita beranggapan bahwa Tuhan tidak ada di Toilet. Apa benar Tuhan tidak ada di toilet? Bukankah Tuhan Maha Segalanya? Bukankah Tuhan Mada Ada? Kalau demikian apa masalahnya kalau Tuhan ada di toilet? Bukankah kalau Tuhan tidak ada di toilet maka kuman-kuman dan jasat renik lainnya tidak akan dapat hidup karena segala sumber hidup berasal dari-Nya? Anda boleh jijik dengan toilet yang kotor, tapi jasat renik yang menggantungkan hidupnya di sana mungkin menganggap toilet itu “sorga” dan memandang piring anda yang bersih sebagai “neraka” bagi mereka.<br />
Oleh karena itu, jawabannya kembali lagi ke awal “Jangan samakan mindset anda dengan mindset Tuhan”</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sion</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-50861</link>
		<author>Sion</author>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 04:48:54 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-50861</guid>
		<description>saya mengenal anda berdua Alice Talica dan Alice Batunggu, saat pelatihan bahasa di sunset road. Tapi anda mungkin lupa atau tidak ingat dengan saya, yg jelas anda pernah datang ke rumah saya saat mengantarkan cd bahasa. Tapi sy tidak menyangka leluhur anda orang bali. Cerita anda di atas juga dialami oleh beberapa teman dekat saya,salah satunya Komang Yuni yg sekarang di water boom. Alice mgk kita bisa ketemuan? rumah saya di Jalan gadung no 4. kita bisa share dgn komang</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya mengenal anda berdua Alice Talica dan Alice Batunggu, saat pelatihan bahasa di sunset road. Tapi anda mungkin lupa atau tidak ingat dengan saya, yg jelas anda pernah datang ke rumah saya saat mengantarkan cd bahasa. Tapi sy tidak menyangka leluhur anda orang bali. Cerita anda di atas juga dialami oleh beberapa teman dekat saya,salah satunya Komang Yuni yg sekarang di water boom. Alice mgk kita bisa ketemuan? rumah saya di Jalan gadung no 4. kita bisa share dgn komang</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dede Mokoginta</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-50799</link>
		<author>Dede Mokoginta</author>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 09:34:14 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-50799</guid>
		<description>inti sari ajaran agama islam sangat susah diambil karena sangat gampang ditafsir sesukanya. karena kata-kata dalam alquran sangat banyak kecacatan sehingga ditafsir dengan beragam cara yang akhirnya menimbulkan perbedaan paham. itulah bukti islam tidak mampu mengikuti perkemangan dan kemajuan akan dunia

Wah hebat kamu Cornelis, kamu mengalihkan perhatian agar orang Bali tidak benci Kristen di Bali?? Injil paling benar? Al Quran cacat?

Saudara saudara Bali Hindu, jangan perhatian saudara saudara dialihkan oleh Cornelis Yo ini... saya mendengar juga orang Bali Hindu tidak simpati dengan upaya upaya Kristenisasi di Bali. Tidak ada dalam sejarah islan di Indonesia akan ke Bali menyebarkan Islam, karena kami tau sejarah, hanya upaya Kristen saja gencar di Bali. Semua orang dijanjikan juru selamat, kenapa Kristen tidak menyelamatkan orang orang kristen sendiri yg masih melarat? di NTT, irian jaya tuh lihat pake mata, bagaimana kehidupan mereka. Kenapa orang Bali kamu  kasih pencerahan yg tidak jelas, orang bali itu sudah paham agama, hidup mereka diselamatkan oleh perbuatan mereka sendiri mirip dengan islam  berpacu mencari pahala,usaha keras kalau mau selamat!!  buktinya secara ekonomy di indenesia orang bali hindu sangat bagus. Baca itu cooment dari Bapak Harry C sangat jelas hakekat hidup orang hindu. sok tau menyamapaikan pokok agama orang lain.  Tai kambing Kamu!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>inti sari ajaran agama islam sangat susah diambil karena sangat gampang ditafsir sesukanya. karena kata-kata dalam alquran sangat banyak kecacatan sehingga ditafsir dengan beragam cara yang akhirnya menimbulkan perbedaan paham. itulah bukti islam tidak mampu mengikuti perkemangan dan kemajuan akan dunia</p>
<p>Wah hebat kamu Cornelis, kamu mengalihkan perhatian agar orang Bali tidak benci Kristen di Bali?? Injil paling benar? Al Quran cacat?</p>
<p>Saudara saudara Bali Hindu, jangan perhatian saudara saudara dialihkan oleh Cornelis Yo ini&#8230; saya mendengar juga orang Bali Hindu tidak simpati dengan upaya upaya Kristenisasi di Bali. Tidak ada dalam sejarah islan di Indonesia akan ke Bali menyebarkan Islam, karena kami tau sejarah, hanya upaya Kristen saja gencar di Bali. Semua orang dijanjikan juru selamat, kenapa Kristen tidak menyelamatkan orang orang kristen sendiri yg masih melarat? di NTT, irian jaya tuh lihat pake mata, bagaimana kehidupan mereka. Kenapa orang Bali kamu  kasih pencerahan yg tidak jelas, orang bali itu sudah paham agama, hidup mereka diselamatkan oleh perbuatan mereka sendiri mirip dengan islam  berpacu mencari pahala,usaha keras kalau mau selamat!!  buktinya secara ekonomy di indenesia orang bali hindu sangat bagus. Baca itu cooment dari Bapak Harry C sangat jelas hakekat hidup orang hindu. sok tau menyamapaikan pokok agama orang lain.  Tai kambing Kamu!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Gede Daru</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-50798</link>
		<author>Gede Daru</author>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 09:01:53 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-50798</guid>
		<description>Masyrakat Bali yg notabene beragama Hindu memiliki bentangan sejarah yg panjang. Bermula dari Jawa yg kemudian mecari tanah baru dibagiun timur ujung pulau jawa karena tidak sudi masuk Islam. Di Bali sejak belanda menginjakkan kakinya sudah ada pula upaya untuk megganti Hindu menjadi Kristen, berbagai cara dan upaya telah dilakukan, namun usaha itu kecil hasilnya. 

Bali yg Hindu dan sisa Jawa yg Hindu merupakan ladang subur bagi misionaris untuk menebarkan injil. Tunas tunas itu ada yg tumbuh dan ada juga yg mati baik d Bali dan Jawa. Usaha usaha yg keras agar percepatan pertumbuhan yg merata, upayapun dilakukan dengan agresive oleh Kristen, mulai dari pebanguan panti asuhan,pembanguna gereja disan sini, pemberian sumbangan ke desa desa miskin tertinggal. Siaran radio dan media cetak galang kangin dan juga mengundang Peter Yongren yg berkedonk mengobati orang sakit. Mereka ingin menumbuhkan jiwa jiwa baru menyebar keseluruh pelosok pelosok di bali.

Sangat jelas terlihat upaya upaya Kristen di Bali, contohnya saat Peter Yongren menyembuhkan orang sakit di lapangan denpasar justru yg disembuhkan seorang Pemangku -pelayan Hindu di Pura yg kemudian memaksa pemangku itu mengakui dirinya sembuh berkat SangHyang Yesus. Jelas sekali ini misionaris biadab dan kurang ajar yg melecehkan pelayan Tuhan di Pura. Disamping itu banyak sekali penginjil dor to dor  mendatangi rumah rumah orang bali Hindu dan meberikan ceramah sambil menyodorkan buku. Bapak dan Ibu sudah berumur, saatnya mencari juru selamat - dan hanya Yesus yg akan menyelamtkan manusia. Ini kebangetan kurang ajarnya! saya  sering menyampaikan issue ini ke Department agama, ternyata bukan saya sendiri yg jengkel dan beringas dengan upaya Kristen ini, ternyata pemuda Hindu di banjar banjar sudah mulai menanam bibit kebencian terhadap Kristen di bali, pelajar, mahasiswa, karyawan sudah banyak yg membicarakan hal ini. Tinggal menunggu meletus, ibarat api dalam skam. Saya tidak menyalahkan umat islam di daerah Indonesai melakukan pembakaran gereja, Islam kan lebih radikal, kalau orang bali masih terlihat toleransinya dan santai santai sj, bahkan diinjak injak, ada pendeta yg mengatakan akan mendirikan pelinggih sang hyang Yesus di Tanah lot, ada yg mengatan mata hati orang bali dibutakan oleh setan dan memohon agar Yesus membebaskan orang Bali dari belunggu itu. Ada kotbah pendeta kristen yg terang terangan mengqtakan untuk apa memberikan Tuhan saji bebantenan krn itu sebenarnya untuk setan. Ada yg jelas jelas mengatakn jangan sekali kali memakan buah buahan dan makanan yg sudah di persembahkan di pura, semua ini terang terangan sangat mengarah ke Hindu. Sungguh luar biasa kesabaran orang Bali yg 98% hindu mendiami pulau ini dengan umapatn dan hinaan Kristen Bali ini. 

Tapi saya yakin lambat atau cepat akan terjadi benturan di bali, sekarang memang masih adem, mendengar akan dibagun nya lagi beberapa gereja di Bali, pemuda Bali sudah mulai menaruh rasa tidak senang, terlhat juga ketidak senangan pada orang Bali yg kemudain diketahui beragama Kristen.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Masyrakat Bali yg notabene beragama Hindu memiliki bentangan sejarah yg panjang. Bermula dari Jawa yg kemudian mecari tanah baru dibagiun timur ujung pulau jawa karena tidak sudi masuk Islam. Di Bali sejak belanda menginjakkan kakinya sudah ada pula upaya untuk megganti Hindu menjadi Kristen, berbagai cara dan upaya telah dilakukan, namun usaha itu kecil hasilnya. </p>
<p>Bali yg Hindu dan sisa Jawa yg Hindu merupakan ladang subur bagi misionaris untuk menebarkan injil. Tunas tunas itu ada yg tumbuh dan ada juga yg mati baik d Bali dan Jawa. Usaha usaha yg keras agar percepatan pertumbuhan yg merata, upayapun dilakukan dengan agresive oleh Kristen, mulai dari pebanguan panti asuhan,pembanguna gereja disan sini, pemberian sumbangan ke desa desa miskin tertinggal. Siaran radio dan media cetak galang kangin dan juga mengundang Peter Yongren yg berkedonk mengobati orang sakit. Mereka ingin menumbuhkan jiwa jiwa baru menyebar keseluruh pelosok pelosok di bali.</p>
<p>Sangat jelas terlihat upaya upaya Kristen di Bali, contohnya saat Peter Yongren menyembuhkan orang sakit di lapangan denpasar justru yg disembuhkan seorang Pemangku -pelayan Hindu di Pura yg kemudian memaksa pemangku itu mengakui dirinya sembuh berkat SangHyang Yesus. Jelas sekali ini misionaris biadab dan kurang ajar yg melecehkan pelayan Tuhan di Pura. Disamping itu banyak sekali penginjil dor to dor  mendatangi rumah rumah orang bali Hindu dan meberikan ceramah sambil menyodorkan buku. Bapak dan Ibu sudah berumur, saatnya mencari juru selamat - dan hanya Yesus yg akan menyelamtkan manusia. Ini kebangetan kurang ajarnya! saya  sering menyampaikan issue ini ke Department agama, ternyata bukan saya sendiri yg jengkel dan beringas dengan upaya Kristen ini, ternyata pemuda Hindu di banjar banjar sudah mulai menanam bibit kebencian terhadap Kristen di bali, pelajar, mahasiswa, karyawan sudah banyak yg membicarakan hal ini. Tinggal menunggu meletus, ibarat api dalam skam. Saya tidak menyalahkan umat islam di daerah Indonesai melakukan pembakaran gereja, Islam kan lebih radikal, kalau orang bali masih terlihat toleransinya dan santai santai sj, bahkan diinjak injak, ada pendeta yg mengatakan akan mendirikan pelinggih sang hyang Yesus di Tanah lot, ada yg mengatan mata hati orang bali dibutakan oleh setan dan memohon agar Yesus membebaskan orang Bali dari belunggu itu. Ada kotbah pendeta kristen yg terang terangan mengqtakan untuk apa memberikan Tuhan saji bebantenan krn itu sebenarnya untuk setan. Ada yg jelas jelas mengatakn jangan sekali kali memakan buah buahan dan makanan yg sudah di persembahkan di pura, semua ini terang terangan sangat mengarah ke Hindu. Sungguh luar biasa kesabaran orang Bali yg 98% hindu mendiami pulau ini dengan umapatn dan hinaan Kristen Bali ini. </p>
<p>Tapi saya yakin lambat atau cepat akan terjadi benturan di bali, sekarang memang masih adem, mendengar akan dibagun nya lagi beberapa gereja di Bali, pemuda Bali sudah mulai menaruh rasa tidak senang, terlhat juga ketidak senangan pada orang Bali yg kemudain diketahui beragama Kristen.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sion</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-50742</link>
		<author>sion</author>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 07:21:44 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-50742</guid>
		<description>Ini alice Talica atau Batunggu?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini alice Talica atau Batunggu?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sion</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-50736</link>
		<author>Sion</author>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 04:25:35 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-50736</guid>
		<description>wah apa bener begitu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah apa bener begitu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Alice</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-50735</link>
		<author>Alice</author>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 04:21:27 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/04/24/cikal-bakal-gereja-kristen-protestan-bali/#comment-50735</guid>
		<description>Thanks Alice,

aku setuju dan bukan itu saja yg terjadi. Kesaksianku yg lain, kakekku setelah berumur 75 tahun dan mendekati ajalnya berpesan agar saat meninggal nanti agar di aben dan agar di diselesaikan oleh Pedanda. Tentu saja ayahku sangat kaget mendengar ini, padahal tidak satupun tempat tinggal kami berbau hindu. Kakek ku sendiri sudah merubah sanggah tempat leluhur kami sembahyang  menjadi tempat kandang ayam.Dion dan Michael kedua adik ku sudah mengkristal iman Kristennya. Sesuatu yg mustahil utuk menuruti pesan terakhir kakek kami karena kami sekeluarga sudah jauh dari sentuhan Hindu. Namun karena ini adalah amanah orang tua, kami membawa kakek kami ke sumbawa besar, disana masih ada tinggal keluarga yg masih Hindu dengan tujuan mereka bisa mengurus kematian kakek kami. Tiap bulan kami pulang pergi  ke sumbawa dan akhir bulan July lalu, saat kakek kami kritis di rumah sakit Islam sumbawa, kembali ia berpesan agar semua keluarga kembali memeluk Hindu...sungguh membingungkan dan membaca comentar Alice di atas, mungkin kami orang Bali ditakdirkan ber agama Hindu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks Alice,</p>
<p>aku setuju dan bukan itu saja yg terjadi. Kesaksianku yg lain, kakekku setelah berumur 75 tahun dan mendekati ajalnya berpesan agar saat meninggal nanti agar di aben dan agar di diselesaikan oleh Pedanda. Tentu saja ayahku sangat kaget mendengar ini, padahal tidak satupun tempat tinggal kami berbau hindu. Kakek ku sendiri sudah merubah sanggah tempat leluhur kami sembahyang  menjadi tempat kandang ayam.Dion dan Michael kedua adik ku sudah mengkristal iman Kristennya. Sesuatu yg mustahil utuk menuruti pesan terakhir kakek kami karena kami sekeluarga sudah jauh dari sentuhan Hindu. Namun karena ini adalah amanah orang tua, kami membawa kakek kami ke sumbawa besar, disana masih ada tinggal keluarga yg masih Hindu dengan tujuan mereka bisa mengurus kematian kakek kami. Tiap bulan kami pulang pergi  ke sumbawa dan akhir bulan July lalu, saat kakek kami kritis di rumah sakit Islam sumbawa, kembali ia berpesan agar semua keluarga kembali memeluk Hindu&#8230;sungguh membingungkan dan membaca comentar Alice di atas, mungkin kami orang Bali ditakdirkan ber agama Hindu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
