FORUMTEOLOGI
Karya tulis Anda menghidupkan kami

April 26, 2007

Keluaran 20: 7; Ulangan 5: 11; Keluaran 3: 13-14; Filipi 2: 5-11

Filed under: Bahan Pemahaman Alkitab — Martin @ 8:20 am

“NAMA TUHAN” – BUKAN NAMA SEMBARANGAN
Rasid Rachman GKI Perumnas I, Tangerang.

Bacaan : Keluaran 20: 7; Ulangan 5: 11; Keluaran 3: 13-14; Filipi 2: 5-11
Tujuan : 1. Peserta memahami apa makna “nama” bagi TUHAN.
2. Peserta mengerti maksud ungkapan “di dalam nama Yesus”

PENGANTAR
Nama adalah identitas. Sejak penciptaan, TUHAN Allah memberikan kehormatan kepada manusia untuk memberikan nama kepada setiap makhluk (Kej.2: 19-20). Nama terkait dengan penciptaan, asal-usul, dan identitas.
Bagi masyarakat berbudaya Timur, nama memiliki arti. Sebab dalam sebuah nama terkandung identitas, harapan, semangat, sejarah, kehormatan, dsb., terhadap si pemilik nama misalnya nama: Sugiharto berarti: banyak (sugih) harta (harto); Yayuk berarti: cantik (ayu). Selain sibuk mempersiapkan ini-itu, calon orang tua juga sangat sibuk menyiapkan mana bagi calon bayinya nanti. Nama seseorang adalah hadiah terbesar yang diterima dari orangtuanya pada waktu kelahirannya. Oleh sebab suatu kehormatan, ada kalanya menyebutkan nama seseorang yang dihormati dan disegani dalam budaya Timur menjadi pantangan. Bahkan seringkali seorang anak tidak mengetahui nama ayah atau ibunya karena pantangannya nama itu disebutkan. Dalam budaya Timur, sebutan keluarga sebagai pengganti nama begitu beragam dan detail. Nama seseorang tidak boleh dilecehkan, sebab didalamnya terkandung kehormatan. Kehormatan nama juga dilindungi Undang-undang, agar tidak dicemarkan atau disembarangkan.
Demikian pula nam TUHAN adalah kudus. Nama itu: Yahwe, tidak boleh diucapkan sembarangan. Kudus artinya istimewa dan khusus. Begitu hormatnya, sehingga orang Israel sealu membaca tuan (adonai) apabila dijumlah tulusan TUHAN.

PENJELASAN
Menyebutkan nama Tuhan hanya dilakukan untuk hal-hal istimewa dan khusus. Hukum Taurat mengaturnya dan “TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan” (Kel.20:7; Ul.5:11). Yang termasuk menyebut nama TUHAN dengan sembarangan anrata lain : “Ya Tuhan! Cantik sekali gadis itu!”; dengan main-main mengucapkan: “Demi Tuhan! Saya tidak berbohong”, dan bersaksi dusta (Kel.20:16) dengan menyebut nama Tuhan. Hanya, di dalam waktu ibadah, nama TUHAN disebut (Kej.13:4).
Namun peraturan itu tidak bermaksud menabukan sama sekali menyebutkan nama TUHAN di segala tempat dan keadaan. Di bagian lain kita jumpai bahwa penyebutan nama TUHAN justru dianjurkan, tentu untuk hal yang istimewa dan khusus. Maksudnya adalah untuk hal-hal sungguh-sungguh. Kolose 3:17 “Segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucapkan syukur oleh Dia kepada Alah, Bapa kita “Pengertian dari kalimat tersebut dipraktekkan dalam mengakhiri doa, ibadah, sumpah setia, memulai pekerjaan, pengakuan, permulaan ibadah, pembaptisan, penahbisan pendeta, dsb. Yaitu dengan mengucapkan “dalam nama Tuhan” atau “dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus” dalam perkembangan sejarah Gereja. Formula “dalam nama Tuhan” tersebut dikenal dengan votum dalam ibadah Kristen, atau bismillah dalam tradiasi Islam. Dalam kehidupan sesehari, orang yang mengucapkan votum: “Dalam nama Tuhan” berarti mempertaruhkan “segala yang dilakukannya” dan atau “Segala yang diucapkannya” ketika umat Islam mengucapkan bismillah. Jelas, “dalam nama Tuhan” mengindikasikan tidak adanya kebohongan, bersumpah palsu, bersaksi dusta, atau mempermainkan sesuatu. Jika seseorang, mempermainkan kalimat “dalam nama Tuhan”, maka TUHAN akan memandang bersalah orang itu. Hal ini juga berlaku ketika seseorang mengucapkan “dalam nama Yesus”.
Oleh sebab itu, ketika mengucapkan votum, “dalam nama Tuhan” atau “dalam nama Tritunggal” hendaknya kita mengucapkannya dengan jelas dan dengan kesadaran penuh. Votum ini diucapkan baik pada awal sesuatu maupun akhir sesuatu (doa, misalnya). Bahwasanya votum ini menegaskan kita mempertaruhkan “Segala yang dilakukan, baik dengan perkataan atau perbuatan” dihadapan Tuhan dan demi kemuliaan nama-Nya.

PERTANYAAN PANDUAN DISKUSI
1. Bagaimana pandangan saudara jika ada orang yang terlalu sering menyebut-nyebut nama Yesus atau mengutip-ngutip ayat Alkitab sekalipun untuk hal sehari-hari dan biasa?
2. Dalam gerakan feminis zaman ni, banyak perempuan yang mempertahankan nama gadisnya sekalipun menikah?
a. Bagaimana pandangan saudara apabila nama gadis seseorang berubah menjadi nama “Ibu A” atau “Nyonya B” menurut nama suami, setelah menikah?
b. Bagaimana pandangan saudara apabila nama gadis seseorang tetap dikenakannya, baik resmi maupun tidak resmi, tanpa menyertakan nama suami, setelah menikah?
3. Seandainya saudara memiliki kesempatan lain untuk memilih nama lain, maka kriteria apakah yang akan saudara kenakan untuk nama saudara tersebut?

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

Powered by WordPress