FORUMTEOLOGI
Karya tulis Anda menghidupkan kami

April 26, 2007

Keluaran 20:17; Ulangan 5:21; Yakobus 3: 13-18

Filed under: Bahan Pemahaman Alkitab — admin @ 9:45 am

IRI HATI ATAU SEMANGAT BERPRESTASI
Rudianto Djajakartika
GKI Pondok Indah, Jakarta.

Bacaan : Keluaran 20:17; Ulangan 5:21; Yakobus 3: 13-18
Tujuan : 1. Peserta memahami dampak negatif dari iri hati.
2. Peserta mengerti sikap bagaimana yang harus diambil untuk menangkalnya.

PENGANTAR
Iri hati dengan “semangat untuk berprestasi” mempunyai batas yang sangat tipis. Ketika seorang anak ingin mencapai ranking 1 dan mengungguli teman-temannya yang lain, kita seringkali tidak dapat membedakan apakah keinginan itu sebuah iri hati atau semangat untuk berprestasi atau keduanya sebenarnya sama.
Karena itu, bahan PA ini akan membahas mengenai :
1. Apakah iri hati itu dan bedanya dengan semangat untuk berprestasi.
2. Dampak dari iri hati dalam kehidupan.
3. Bagaimana menangkal iri hati.

PENJELASAN
Kel. 20:17 dan Ul. 5:21 berisi sebuah perintah yang kemudian kita kenal sebagai hukum yang ke 10 dari dasa titah. Perintah itu dimulai dengan sebuah kata: “jangan mengingini”. Perintah ini menutup seluruh dasa titah, dan kalaupun perintah ini dianggap sebagai hukum yang ke 10, sebenarnya hukum ini tidak bisa dipisahkan dari hukum-hukum yang lain, karena sebagai hukum penutup, hukum ini justru berikaitan dan merupakan akar masalah dari hukum-hukum yang lain.
Dengan kata lain, semua hukum sebelumnya sebenarnya dimulai dari kata “mengingini”. Karena mengingini, maka Israel membuat lembu emas. Karena mengingini maka orang membunuh, berzinah, mencuri dan yang lainnya. Perintah ke 10 ini mau mengajarkan bahwa akar permasalahan berangkat dari dalam hati, yaitu hati yang “mengingini”.
Nah, pertanyaan yang lebih lanjut adalah, apakah “mengingini” itu bisa disebut sebagai iri hati? Benarkah kalau saya ingin menjadi juara karena teman saya sudah menjadi juara, berarti, saya menaruh iri hati kepada teman saya yang juara itu? Untuk itu kita akan membahas Yakobus 3: 13-18.
Dalam Yakobus 3:14&16 menjadi jelas apakah iri hati itu! Bukan sekedar “ingin” tetapi dikaitkan dengan :
1. Sikap mementingkan diri sendiri.
2. Diikuti oleh dusta, perlawanan terhadap kebenaran, kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

Karena itu harus dibedakan antara “iri hati” dengan “ingin” yang lain, misalnya semangat untuk berprestasi! Semangat untuk berprestasi memang berangkat dari keinginan untuk selalu menghasilkan yang terbaik tanpa terganggu bila orang lain juga baik atau lebih baik. Karena itu tidak ada niat untuk menjatuhkan orang lain, melainkan justru semangat untuk membangun orang lain.
Contoh :
Anak yang iri hati, untuk mempertahankan ranking yang sudah dicapainya ia memakai segala cara untuk menjatuhkan pesaingnya. Sedangkan anak yang punya semangat berprestasi, berusaha untuk memeprtahankan ranking yang telah dicapainya, tetapi juga siap membantu temannya yang mengalami kesulitan tanpa rasa takut bahwa suatu saat temannya itu akan mengalahkan dia dan merebut ranking yang telah dicapainya.
Tetapi karena semangat untuk berprestasi ini batasnya tipis sekali dengan iri hati, maka kita harus selalu waspada dengan semangat kita untuk berpestasi, jangan sampai terbelokkan menjadi iri hati. Utnuk bisa menjaga hal itu, Yakobus memberikan petunjuk, bahwa semangat yang baik (bukan iri hati) selalu diikuti dengan :
1. Kelemah-lembutan (Yak. 3:13)
2. Kemurnian, damai, keramahan, penurut, belas kasihan, kebaikan, tidak memihak atau munafik (Yak.3:17)

Boleh dikata, orang yang punya semangat berpestasi tetapi tidak iri hati, dengan selalu bersaing dengan gembira bahkan selalu siap untuk menolong pesaingnya.
Sekaligus apa yang diungkapkan oleh Yakobus mengenai sifat-sifat baik yang mengiringi semangat berpestasi tanpa iri hati, dapat kita jadikan penangkal untuk mencegah munculnya iri hati, caranya dengan selalu memunculkan segala sifat tadi di tengah persaingan kita untuk menghadirkan prestasi yang terbaik.

PERTANYAAN PANDUAN DISKUSI
1. Menurut saudara, apakah “iri hati” itu dan apa bedanya dengan semangat untuk berpestasi? Diskusikan!
2. Menurut saudara, apakah “iri hati” itu berbahaya? Hal-hal apa saja yang bisa dilakukan seseorang karena “iri hati” nya buatlah sebuah daftar!
3. Bandingkanlah daftar yang saudara buat (dalam pertanyaan butir 2), dengan dasa titah, adakah kemiripannya?
4. Bila ya, lalu apa artinya perintah “jangan mengingini” dalam penutup dasa titah? Dapatkah kita mengatakan bahwa perintah “jangan mengingini” itu sebagai “jangan iri hati”?
5. Dalam Yakobus 3:14&16 disebutkan hal-hal yang mengiringi iri hati, apa saja?
6. Dalam Yakobus 3:13&17, disebutkan hal-hal yang tidak mengiringi iri hati, apa saja?
7. Berdasarkan hal-hal yang saudara sebutkan dalam butir 5&6, lalu bagaimana caranya agar semangat kita untuk berprestasi tidak menjadi iri hati?

VARIASI MODE
Peserta dibagi dalam dua kelompok. Masing-masing kelompok harus mencari koin yang telah disembunyikan dalam sebuah ruangan (40 koin atau lebih). Kelompok yang menang adalah yang dapat mengumpulkan koin terbanyak. Setiap kali anggota kelompok menemukan sebuah koin, maka seluruh anggta kelompok tersebut harus bersorak: Horee!!
Setelah permainan selesai, diskusikan apa perasaan mereka ketika mendengar sorak dari anggota kelompok yang lain? Arahkan diskusi dengan membahas Yakobus 3:13-18.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

Powered by WordPress