FORUMTEOLOGI
Karya tulis Anda menghidupkan kami

April 26, 2007

Matius 5: 17-20; 43-48

Filed under: Bahan Pemahaman Alkitab — admin @ 9:49 am

MENGAPA MEMPERHATIKAN TAURAT
Budi Santoso Marsudi
GKI Ngupasan, yogyakarta.

Bacaan : Matius 5: 17-20; 43-48
Tujuan : 1. Peserta mengerti sikap Yesus terhadap Taurat.
2. Peserta dapat menyebutkan sikap-sikap dasar yang penting untuk dipegang pada waktu kita melaksanakan Taurat sehingga tidak jatuh pada kemunafikan.

PENGANTAR
Allah membebaskan bangsa Israel dari penjajahan dan perbudakan di Mesir untuk kemudian dijadikan sebagai umat-Nya, bangsa milik Tuhan. Oleh karena itulah bangsa Israel melalui Musa kemudian diberi oleh Tuhan hukum Taurat.
Dalam perkembangannya ditangan ahli-ahli Taurat dan kaum Farisi, hukum Taurat dipegangi dan diperinci begitu rupa serta ditaati/dijalani sebagai sarana/jalan untuk mendapatkan keselamatan dari Allah; tanpa disertai dengan hubungan yang dekat/intim dengan allah sang pemberi Taurat. Akibatnya hukum Taurat tersebut sudah dipegangi dan ditaati secara harafiah tanpa memperhatikan maksud Tuhan/jiwa dari hukum tersebut. Bagaimana orang Kristen masa kini memperlakukan hukum Taurat? Masihkah harus kita pegangi ataukah boleh kita abaikan saja? kita dapat belajar dari sikap Yesus.

PENJELASAN
Menanggapi tampilannya Yesus di depan orang banyak sebagai seorang guru baru yang masih muda dan populer, orang banyak sangat ingin untuk mengerti sikap dan ajaran Yesus, apakah seperti ajaran orang Farisi, atau orang Saduki, ata seperti apa.
Yesus memberikan pengajarannya tetang hukum Taurat. Ia sangat mengharagai hukum Taurat…..bagian yang terkecil pun dari hukum Taurat tidak akan ditiadakan melainkan akan digenapi. Dan Ia datang untuk menggenapi hukum Taurat, bukan untuk meniadakannya. Hukum Taurat merupakan kehendak Tuhan yang sempurna tentang hal-hal yang harus dilakukan oleh manusia dalam hubungan manusia dengan Tuhan (peraturan-peraturan tentang ibadah, yang intinya adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan segenap kekuatan-Ul. 6-5), dalam hubungan manusia dengan sesamanya misalnya Ul. 24:6-22 (yang intinya adalah mengasihi sesama seperti diri sendiri-lm 19-34), dan dalam hubungan manusia dengan alam (misalnya Ul. 22:6-7; 9-10). Hukum Taurat itu sempurna, teguh, tepat dan murni (Mzm. 19:8-9); kudus dan perintahnya juga kudus, benar dan baik (Rm 7:12). Hukum Taurat itu rohani (Rm 7:14). Oleh karena itu dikatakan oleh Tuhan Yesus yang mniadakan hukum Taurat akan menduduki tempat yang rendah dalam Kerajaan sorga dan yang mengerjakan segala perintah-perintah hukum Taurat akan menduduki tempat yang tinggi dalam Kerajaan Sorga.
Tuhan Yesus hendak mengajarkan murid-murid-Nya untuk memegangi dan memberlakukan hukum Taurat sebagai umat dan anak Allah yang mengerti hati Allah, yang mengerti jiwa dari hukum Taurat oleh karena persekutuan hidup yang baik dan akrab dengan Allah, Sang pemberi hukum. Memberlakukan hukum Taurat tetapi tidak bersekutu/berhubungan baik dan akrab dengan Tuhan hanya akan menyebabkan kita memberlakukan hukum Taurat seperti AhliTaurat dan Farisi yang legalistis, harafiah dan hurufiah, kaku dan munafik, menghakimi dan mematikan (2Kor 3-6).
Karenanya Tuhan Yesus mengajarkan murid-murid-Nya supaya keagamaan mereka lebih baik baik dari keagamaan ahli Taurat dan orang Farisi.
Melalui pengajaran-Nya tentang hukum Taurat, Yesus sekaligus hendak mengoreksi ajaran Ahli Taurat dan orang Farisi, serta memperbaharui dan memperdalam hukum Taurat sesuai dengan isi hati/jiwa/kehendak Allah Bapa yang sesungguhnya.
Hukum Taurat tidak dapat dijadikan jalan keselamatan seperti yang diajarkan oleh Ahli Taurat dan orang Farisi, oleh karena hukum Taurat menuntut kesempurnaan, menuntut kebulatan…..”barangsiapa menuruti hukum itu, tetapi mangabaikan satu bagian daripadanya, ia bersalah terhadap seluruhnya” (Yak 2:10). Dan karenanya tidak ada seorangpun yang dapat memenuhi tuntutan hukum Taurat sehingga dapat selamat (bdk. Gal 3:10-13). Sebaliknya melalui hukum Taurat orang mengenal dosa (Rm 7:7) dan dihantar/dituntun untuk sampai kepada Yesus (Gal 3:22-24).
Hukum Taurat telah digenapi oleh Yesus (Rm 10:4), dan tuntutan hukum Taurat dibatalkan oleh Yesus (Ef 2:15). Kemudian jiwa/inti dari hukum Taurat yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada manusia, secara benar seperti yang diperagakan oleh Tuhan Yesus, dan bukan seperti yang diajarkan (apalagi yang dilakukan) oleh ahli Taurat dan orang Farisi; diperbaharui dan diperdalam oleh Tuhan Yesus. Yaitu supaya kita mengasihi seperti Allah Bapa kita yang mengasihi aktif bukan reaktif dan dengan kasih yang agape, yang berkemurahan, kasih yang lebih, kasih kepada musuh, berdoa kepada mereka yang menganiaya kita. Dengan demikian kita mencerminkan Bapa kita, menjadi anak-anak Bapa, menjadi sempurna.

PERTANYAAN PANDUAN DISKUSI
1. Apakah perbedaan Tuhan Yesus dan orang Farisi/Ahli Taurat didalam memenuhi, memegangi dan memberlakukan hukum Taurat.
2. Dalam terang karya Tuhan Yesus, apakah kita mesih harus memperhatikan dan melakukan hukum Taurat.
3. Bagaimanakah caranya supaya kita dapat melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus dalam Mat 5:43-48 tersebut? (bdk. Yoh 15:1-11; Rm 7:21-8;2 Gal 5:16-25).

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

Powered by WordPress