FORUMTEOLOGI
Karya tulis Anda menghidupkan kami

April 26, 2007

Yesaya 40: 18-26; Keluaran 20: 4-6

Filed under: Bahan Pemahaman Alkitab — Martin @ 8:18 am

“PATUNG”, MENGAPA TIDAK BOLEH DISEMBAH?
Darmanto Lemuel GKI Temanggung

Bacaan : Yesaya 40: 18-26; Keluaran 20: 4-6
Tujuan :
1. Peserta mengerti apa makna patung bagi penyembah berhala.
2. Peserta memahami dengan benar perbedaan menyembah berhala dari menyembah Tuhan.

PENGANTAR
Manusia pada umumnya senang dengan hal-hal yang konkret, yang nyata, yang dapat dilihat, diraba, dipergunakan sesuai dengan keinginannya. Keinginan ini sering terbawa dalam relasi manusia dengan “yang dianggap illahi”. “Yang illahipun” dibuat kelihatan agar bisa dikuasai sedemikian rupa untuk kepentingan manusia. Karena itu manusia membuat patung-patung tuhannya. Dan kerap kali tuhan yang dirupakan dalam patung itu adalah imajinasi dan fantasi dari manusia itu sendiri. Misalnya, untuk menggambarkan “tuhan” yang kuat dan perkasa, maka dibuat patung hewan yang kuat, misalnya lembu.
Orang Israel dalam relasinya dengan Allah, juga tak lepas dari keinginan seperti diatas. Disamping pernah menyembah patung-patung berhala, merekapun pernah membuang patung Allah mereka berdasarkan imajinasi mereka sendiri agar Allah bisa dilihat dan dikusai untuk kepentingan mereka.
Orang modern di jaman sekarang juga tak lepas dari keinginan untuk membuat “yang illahi” kelihatan. Di kalangan non-Kristen, bahkan juga kadang di antara orang Kristen sendiri, kita melihat masih ada yang mempercayai adanya kekuatan-kekuatan gaib yang terkandung dan hadir dalam benda-benda atau tempat-tempat tertentu. Kekuatan itu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan mereka, misalnya untuk mendapatkan kesembuhan, perlindungan dari bahaya, kecantikan, kekuatan, kekayaan, kedudukan, dan wibawa. Benda-benda itu bisa berupa air, minyak, kertas bertuliskan huruf-huruf tertentu, batu cincin, sabuk, kalung, senjata (misalnya keris), atau benda-benda lainnya yang sudah diisi dengan kekuatan gaib.
Orang Kristen pun kadang tak lepas dari hal ini. Kadang ada anggapan bahwa kehadiran atau kekuatan Tuhan lebih lebih nyata pada tempat-tempat suci tertentu atau melalui benda-benda tertentu, misalnya air, minyak, patung Yesus, atau benda-benda dan tempat-tempat yang dianggap suci lainnya. Malah kadang ada perasaan bahwa kehadiran dan kekuatan Tuhan dipengaruhi oleh hadirnya benda-benda itu.
Lebih jauh lagi dalam kehidupan sosial politik, kita juga melihat manipulasi simbol-simbol agama untuk kepentingan kelompok. Secara tak langsung mereka “menarik” Tuhan bagi kelompoknya dan bukan bagi orang lain.
Dalam kaitan dengan hal ini, kita juga masih melihat bahwa posisi bintang-bintang (Inggris = horoscope), arus angin dan air (Tiongkok = Feng Shui), hari/saat kelahiran (Jawa = weton) dipercayai mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi kehidupan kita.
Dalam terang Firman Tuhan saat kita akan menyoroti hal-hal diatas.

PENJELASAN
Yesaya 40:18-26 (harap dibaca juga ayat-ayat sebelum dan sesudahnya). Jika kita melihat mulai dari ayat 12, kita akan melihat gambaran tentang Allah yang lebih utuh. Tuhan adalah pengatur alam ciptaan-Nya, tidak ada yang bisa mengatur Tuhan atau memberi petunjuk atau nasihat kepada-Nya (ay. 12-14). Tuhan juga jauh lebih besar dari manusia. Dihadapan Tuhan manusia sangat kecil dan tak berarti (ay.15-17).
Tuhan tidak bisa dibandingkan dengan apapun juga, khususnya dengan patung (ay.18-20). Bangsa-bangsa lain disekitar Israel pada umumnya mempuyai patung sesembahan yang terbuat dari bahan-bahan kayu, perak, dan emas. Patung-patung ini dibuat oleh tukang-tukang kayu, tukang besi dan pandai emas. Patung-patung ini dibuat dengan teknologi pada waktu itu yakni dengan sistem pelapisan, paku dan patri (lihat juga Yesaya 41:6-7). Sebagian orang Israel iri melihat bangsa-bangsa lain di sekitarnya yang mempunyai patung sesembahan, sedangkan orang Israel tidak. Mereka merasa memerlukannya, tergoda untuk ikut-ikutan membuatnya.
Tuhan adalah Tuhan yang hidup dan berkuasa. Pengertian ini semestinya sudah mereka dengar, ketahui dan ajarkan sejak dari mula (ay. 21). Namun bangsa Israel sering menjadi bangsa yang lamban dan bebal. Sehingga pengertian ini kurang dipahami dan dihayati. Akibatnya, patung-patung mati bangsa lain membuat mereka terpesona.
Tuhan adalah Tuhan yang sangat dinamis dan kreatif. Karya-karya-Nya akbar dan menawan. Dia membentangkan langit (ay.22). Dia menciptakan semua bintang, memberi nama mereka dan mengatur mereka (ay.26), Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya (ay.29).
Kita melihat disini bahwa langit dan bintang-bintang itu adalah ciptaan yang telah diatur Tuhan dan yang taat kepada Tuhan. Hal ini berbeda dengan kepercayaan orang Babel yang melihat langit, bintang-bintang dan benda-benda langit lain bersifat ilahi dan kekal seperti dewa-dewa. Benda-benda langit ini mengatur dan menentukan kehidupan manusia. Kerena itu orang-orang Babel sebelum melakukan sesuatu, misalnya perang, menikah, dan mulai suatu usaha biasanya meminta ahli-ahli bintang untk melihat dan mempelajari apakah waktunya itu tepat atau tidak, apakah benda-benda langit itu mengijinkan atau tidak. Soalnya nasib mereka sangat ditentukan oleh benda-benda langit itu.
Melalui ayat-ayat ini kita melihat bahwa Tuhanlah sebenarnya yang menentukan hidup manusia, bukannya benda-benda langit. Dia bisa membuat pembesar-pembesar tidak ada, menjadian hakim-hakim dunia sia-sia saja (ay.23-24). Dia bisa menguatkan dan memberi semangat baru kepada orang-orang yang menantikan-Nya (ay.31).
Namun sungguh sayang umat Israel kurang menyadari kuasa, kekuatan dan pemeliharaan Tuhan atas hidup mereka (ay.27-28). Mereka merasa bahwa Tuhan tidak memperhatikan mereka, Tuhan tidak memperhatikan hal-hal mereka hak-hak mereka sebagai umat Allah (ay.27). Hal ini tentu berkaitan dengan keadaan mereka yang saat itu terbuang di Babel. Mereka merasa tercampakkan dari Tuhan.
Keluhan mereka segera ditanggapi dalam ayat 28-31, Yang menyatakan bahwa Tuhan adalah Tuhan yang kekal, yang tidak menjadi lelah ada tidak menjadi lesu untuk memberi kekuatan kepada mereka. Mereka diharap untuk tetap berharap dan menantikan Tuhan dan tidak berpaling kepada yang lain.

KELUARAN 20:4-6
Di dunia kuno sebenarnya patung tidak identik dengan allah yang disembah. Pengidentikan bahwa patung sama dengan allah yang disembah muncul pada zaman kemudian dalam konteks menentang kekafiran. Menurut pemikiran primitif, patung merupakan sarana untuk menghadirkan dan melokalisasi kuasa illahi. Mereka beranggapan bahwa illah itu pasti datang untuk bersemayam di dalamnya. Jadi ada relasi yang erat antara dewa dengan patungnya. Dengan demikian kuasa illahi itu selalu tersedia, bisa dihubungi, dimintai tolong, bahkan dikuasai untuk kepentingan mereka.
Pemikiran primitif ini sangat mungkin menjadi pemikiran orang Israel juga. Dan dalam kenyataan orang Israelpun pernah memiliki pemikiran yang demikian sehingga merekapun membuat patung Tuhan. Untuk mecegah hal ini keluarlah larangan bagi orang Israel untuk membuat patung menyerupai apapun untuk disembah. Tuhan tidak bisa dihadirkan oleh manusia. Tuhanlah yang berinisiatif untuk hadir. Tuhan memiliki kebebasan dan kebebasan-Nya tidak bisa diikat oleh apapun. Patung-patung tidak bisa mengikat Tuhan untuk hadir.
Tuhan juga memberikan alasan dalam ayat 5b, bahwa Dia adalah Allah yang cemburu. Kecemburuan Tuhan menunjukkan kasih Allah atas umat Israel. Tuhan menggambarkan Diri-Nya sebagai Suami Israel, yang tidak rela jika Israel, bangsa pilihan-Nya memilih yang lain. Penyelewengan umat Israel diartikan sebagai wujud kebencian mereka kepada Tuhan. Di sini kita melihat bahwa Tuhanpun ingin mendapatkan tanggapan kasih dari orang Israel. Tuhan menginginkan kasih terhadap Tuhan itu diwujudkan dalam kesetiaan ibadah orang Israel hanya kepada-Nya saja, tidak kepada yang lain, baik kepada patung yang menggambarkan Diri-Nya maupun patung-patung illah lain.
Jika umat Israel tetap melanggar larangan ini, maka Tuhan akan membalas kesalahan ini kepada anak, keturunan ketiga dan keempat. Secara sederhana, keturunan ketiga adalah cucu, keturunan keempat adalah buyut. Jelaslah bahwa dosa mempunyai pengaruh yang buruk dan luas terhadap keluarga besar. Hal ini menyadarkan orang Israel untuk tidak bermain-main dengan dosa.
Namun sebaliknya kasih setia Tuhan yang melimpah-limpah akan tercurah kepada orang-orang yang mengasihi Tuhan dan berpegang pada perintah-perintah-Nya. Kasih dan ketaatan menyatu, seperti dua sisi dari keping mata uang. Siapa mengasihi Tuhan pasti taat kepada Tuhan. Kata “beribu-ribu” orang disamping menunjukkan kasih Tuhan yang amat besar, juga menunjukkan pengontrasan bahwa kasih setia Tuhan lebih besar dari pada dosa manusia. Meski dosa manusia itu berpengaruh buruk dan luas, namun anugerah Tuhan berpengaruh lebih luas dan lebih baik dalam kehidupan manusia. Tuhan menginginkan kasih setia Tuhan yang amat besar ini ditanggapi dengan kasih dan kesetiaan umat Israel kepada-Nya.

PERTANYAAN PANDUAN DISKUSI
1. Bagaimana sebaiknya kita memandang Allah? Gambaran apa yang tepat untuk Tuhan?
2. Menurut saudara apakah yang terpenting dalam ibadah kita di hadapan Tuhan?
3. Bagaimana pendapat saudara tentang patung-patung atau gambar-gambar Yesus, jika di perhadapkan dengan larangan Tuhan untuk membuat patung?
4. Bagaimana pendapat saudara terhadap simbol-simbol dalam ibadah kita?
5. Apakah kita setuju untuk memakai simbol-simbol agama untuk kepentingan politik?
6. Bagaimana pendapat saudara tentang tempat-tempat suci/benda-benda yang dianggap suci (misalnya air suci)?
7. Bagaimana pendapat anda tentang ramalan bintang, Feng Shui, jimat, barang pusaka, hari baik dan hari buruk diperhadapkan dengan Firman Tuhan di atas?
8. Sebutkan penyembahan berhala-berhala modern yang sering kita jumpai.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

Powered by WordPress