<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/wordpress-mu-1.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Suatu Kajian Terhadap Perkembangan Tata Ibadah Minggu Gereja HKBP Ditinjau dari Segi Pendekatan Teologis</title>
	<link>http://forumteologi.com/blog/2007/05/13/suatu-kajian-terhadap-perkembangan-tata-ibadah-minggu-gereja-hkbp-ditinjau-dari-segi-pendekatan-teologis/</link>
	<description>Karya tulis Anda menghidupkan kami</description>
	<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 10:39:02 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=wordpress-mu-1.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: MAROLOP.SAGALA</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/05/13/suatu-kajian-terhadap-perkembangan-tata-ibadah-minggu-gereja-hkbp-ditinjau-dari-segi-pendekatan-teologis/#comment-48762</link>
		<author>MAROLOP.SAGALA</author>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 07:28:54 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/05/13/suatu-kajian-terhadap-perkembangan-tata-ibadah-minggu-gereja-hkbp-ditinjau-dari-segi-pendekatan-teologis/#comment-48762</guid>
		<description>Kalau bisa saya dibantu untuk acara natal 2009.boleh di kirim langsung ke mail saya.Gbu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau bisa saya dibantu untuk acara natal 2009.boleh di kirim langsung ke mail saya.Gbu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pandu</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/05/13/suatu-kajian-terhadap-perkembangan-tata-ibadah-minggu-gereja-hkbp-ditinjau-dari-segi-pendekatan-teologis/#comment-41086</link>
		<author>pandu</author>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 08:32:51 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/05/13/suatu-kajian-terhadap-perkembangan-tata-ibadah-minggu-gereja-hkbp-ditinjau-dari-segi-pendekatan-teologis/#comment-41086</guid>
		<description>Sebagai tambahan di atas :
Karena itu saya menyarankan agar seleksi penerimaan calon pendeta di STT harus lebih ketat ( iman dan kesaksian hidupnya nya) dan banyak kurikulum harus direvisi, ada yang perlu diperdalam( seperti hermeneutika dan homiletika )dan ada yang perlu disimplifikasi. Saya salut dengan cara berkhotbah mereka yang berasal dari STT Reformed yang alkitabiah dengan penafsiran yang baik tapi juga up to date. Kenapa tidak belajar dari mereka saja? Mungkin bisa undang mereka sebagai dosen di STT Siantar untuk hermeneutika dan khotbah ekspositoris yang berisi. Mereka calvinis yang  tidak jauh beda dengan HKBP yang lutheran.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai tambahan di atas :<br />
Karena itu saya menyarankan agar seleksi penerimaan calon pendeta di STT harus lebih ketat ( iman dan kesaksian hidupnya nya) dan banyak kurikulum harus direvisi, ada yang perlu diperdalam( seperti hermeneutika dan homiletika )dan ada yang perlu disimplifikasi. Saya salut dengan cara berkhotbah mereka yang berasal dari STT Reformed yang alkitabiah dengan penafsiran yang baik tapi juga up to date. Kenapa tidak belajar dari mereka saja? Mungkin bisa undang mereka sebagai dosen di STT Siantar untuk hermeneutika dan khotbah ekspositoris yang berisi. Mereka calvinis yang  tidak jauh beda dengan HKBP yang lutheran.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pandu</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/05/13/suatu-kajian-terhadap-perkembangan-tata-ibadah-minggu-gereja-hkbp-ditinjau-dari-segi-pendekatan-teologis/#comment-41083</link>
		<author>pandu</author>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 08:18:13 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/05/13/suatu-kajian-terhadap-perkembangan-tata-ibadah-minggu-gereja-hkbp-ditinjau-dari-segi-pendekatan-teologis/#comment-41083</guid>
		<description>Saya berpendapat masalah sebenarnya bukan terutama pada liturgi, tetapi kualitas hamba Tuhan yang menjadi FIGUR TELADAN dalam IMAN YANG HIDUP dan mampu  menggembalakan domba-domba milik Tuhan agar mendapat makanan yang segar dan  bergizi. Ini berarti kualitas isi khotbah yang ekspositoris dengan penafsiran yang baik  namun praktical dan menyentuh aspek hidup. Jemaat perlu diajari menghayati makna liturgi yang alkitabiah, supaya tidak terpesona begitu saja dengan sebuah ibadah yang cenderung  entertainment  seperti yang banyak diminati saat ini. Tentu saja Liturgi boleh direvisi.Tetapi yang penting, Jemaat perlu belajar doa sebagai komunikasi pribadi dengan Tuhan yang mengalir dari HATI dalam ibadah, demikian pula puji-pujian dan pengakuan iman. Dan puncak semua itu adalah Firman Tuhan yang SEHARUSNYA DITUNGGU-TUNGGU oleh jemaat dan menjadi berkat luar biasa menguatkan iman mereka.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya berpendapat masalah sebenarnya bukan terutama pada liturgi, tetapi kualitas hamba Tuhan yang menjadi FIGUR TELADAN dalam IMAN YANG HIDUP dan mampu  menggembalakan domba-domba milik Tuhan agar mendapat makanan yang segar dan  bergizi. Ini berarti kualitas isi khotbah yang ekspositoris dengan penafsiran yang baik  namun praktical dan menyentuh aspek hidup. Jemaat perlu diajari menghayati makna liturgi yang alkitabiah, supaya tidak terpesona begitu saja dengan sebuah ibadah yang cenderung  entertainment  seperti yang banyak diminati saat ini. Tentu saja Liturgi boleh direvisi.Tetapi yang penting, Jemaat perlu belajar doa sebagai komunikasi pribadi dengan Tuhan yang mengalir dari HATI dalam ibadah, demikian pula puji-pujian dan pengakuan iman. Dan puncak semua itu adalah Firman Tuhan yang SEHARUSNYA DITUNGGU-TUNGGU oleh jemaat dan menjadi berkat luar biasa menguatkan iman mereka.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ikki</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/05/13/suatu-kajian-terhadap-perkembangan-tata-ibadah-minggu-gereja-hkbp-ditinjau-dari-segi-pendekatan-teologis/#comment-25958</link>
		<author>ikki</author>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 09:21:02 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/05/13/suatu-kajian-terhadap-perkembangan-tata-ibadah-minggu-gereja-hkbp-ditinjau-dari-segi-pendekatan-teologis/#comment-25958</guid>
		<description>sebenarnya apa yg saya permasalahkan di dalam tubuh gereja HKBP, bukan masalah liturgi, walaupun saya bukan jemaat HKBP ( cuma ortu HKBP).

...kalau memang strong point di kotbah: setidaknya yg bawa firman lebih mempersiapkan diri ,tapi apa yg terjadi kotbah yg terlalu literatur, tdk mengangkat kehidupan sekarang, kurang terjemahan firman dengan kondisi sekarang, padahal zaman berubah terus,  kotbah terlalu diatur..ada kekosongan, ibadah jd rutinitas..Pendetan/guru hurian/ sintua berubah 
fungsi jadi jabatan..terhormat, 

Noted :
1. Perubaha paling penting di komitment pelayanan, jd mo di tempatkan di mana juga OK...tdk ada pertengkaran..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebenarnya apa yg saya permasalahkan di dalam tubuh gereja HKBP, bukan masalah liturgi, walaupun saya bukan jemaat HKBP ( cuma ortu HKBP).</p>
<p>&#8230;kalau memang strong point di kotbah: setidaknya yg bawa firman lebih mempersiapkan diri ,tapi apa yg terjadi kotbah yg terlalu literatur, tdk mengangkat kehidupan sekarang, kurang terjemahan firman dengan kondisi sekarang, padahal zaman berubah terus,  kotbah terlalu diatur..ada kekosongan, ibadah jd rutinitas..Pendetan/guru hurian/ sintua berubah<br />
fungsi jadi jabatan..terhormat, </p>
<p>Noted :<br />
1. Perubaha paling penting di komitment pelayanan, jd mo di tempatkan di mana juga OK&#8230;tdk ada pertengkaran..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ethus</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/05/13/suatu-kajian-terhadap-perkembangan-tata-ibadah-minggu-gereja-hkbp-ditinjau-dari-segi-pendekatan-teologis/#comment-5168</link>
		<author>ethus</author>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 12:54:31 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/05/13/suatu-kajian-terhadap-perkembangan-tata-ibadah-minggu-gereja-hkbp-ditinjau-dari-segi-pendekatan-teologis/#comment-5168</guid>
		<description>Liturgi adalah istilah teologis yang biasanya mengacu kepada ibadah gereja atau tata kebaktian. Kata “liturgi” berasal dari bahasa Yunani leiturgia. Kata leitourgia terbentuk dari akar kata ergon, yang berarti ‘karya’, dan leitos, yang merupakan kata sifat untuk kata benda laos (bangsa).

saya sangat tertarik dengan tulisan anda yang saya mau tanyakan bahwa istilah liturgi yang anda dapatkan ini dari mana....??? tolong dijelaskan n kalo bisa minta judul bukunya n nama pengaranya!!!


Setiap jemaat "seharusnya" adalah jemaat missioner.
seharusnya...???? kata ini merupaka sebuah paksaan

Artinya berminat untuk mengabarkan Injil. Dengan kata lain setiap jemaat berusaha untuk menarik orang-orang yang belum mengenal Kristus supaya masuk gereja. Jemaat mendorong mereka untuk menggabungkan diri dengan jemaat yang berkumpul pada hari minggu

(Jemaat mendorong mereka untuk menggabungkan diri dengan jemaat yang berkumpul pada hari minggu)dr kata ini artinya menarik orang kristen laen bergabung kegereja anda !! apakah gereja lain bukan orang kristen n tidak mengenal Kristus???????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Liturgi adalah istilah teologis yang biasanya mengacu kepada ibadah gereja atau tata kebaktian. Kata “liturgi” berasal dari bahasa Yunani leiturgia. Kata leitourgia terbentuk dari akar kata ergon, yang berarti ‘karya’, dan leitos, yang merupakan kata sifat untuk kata benda laos (bangsa).</p>
<p>saya sangat tertarik dengan tulisan anda yang saya mau tanyakan bahwa istilah liturgi yang anda dapatkan ini dari mana&#8230;.??? tolong dijelaskan n kalo bisa minta judul bukunya n nama pengaranya!!!</p>
<p>Setiap jemaat &#8220;seharusnya&#8221; adalah jemaat missioner.<br />
seharusnya&#8230;???? kata ini merupaka sebuah paksaan</p>
<p>Artinya berminat untuk mengabarkan Injil. Dengan kata lain setiap jemaat berusaha untuk menarik orang-orang yang belum mengenal Kristus supaya masuk gereja. Jemaat mendorong mereka untuk menggabungkan diri dengan jemaat yang berkumpul pada hari minggu</p>
<p>(Jemaat mendorong mereka untuk menggabungkan diri dengan jemaat yang berkumpul pada hari minggu)dr kata ini artinya menarik orang kristen laen bergabung kegereja anda !! apakah gereja lain bukan orang kristen n tidak mengenal Kristus???????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Martogu Siahaan</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/05/13/suatu-kajian-terhadap-perkembangan-tata-ibadah-minggu-gereja-hkbp-ditinjau-dari-segi-pendekatan-teologis/#comment-4334</link>
		<author>Martogu Siahaan</author>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 15:53:37 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/05/13/suatu-kajian-terhadap-perkembangan-tata-ibadah-minggu-gereja-hkbp-ditinjau-dari-segi-pendekatan-teologis/#comment-4334</guid>
		<description>Liturgi HKBP bukan Liturgi Lutheran. Coba gali lagi yang benar deh. Liturgi HKBP berasal dari liturgi unionist. Di Liturgi HKBP tidak ada unsur yang disebut Epistel yang ada pembacaan  Firman Tuhan. Mengapa adi disebut Epistel, tolong gali lagi, jangan asa sebut. 

Saya rasa mereka yang bosan mereka yang sebenarnya tidak mengerti arti liturgi itu sebenarnya. Apa hanya entertaiment saja?  Mengapa Liturgi Katholik sampai sekarang masih dihayati orang katholik. Yang salah pasti para pendeta HKBP yang setidak menjelaskan dengan baik dan benar tentang liturgi. Kalau inang pdt itu tugas anda, bukan mau mengganti liturginya.

Jangan asal cuap lah!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Liturgi HKBP bukan Liturgi Lutheran. Coba gali lagi yang benar deh. Liturgi HKBP berasal dari liturgi unionist. Di Liturgi HKBP tidak ada unsur yang disebut Epistel yang ada pembacaan  Firman Tuhan. Mengapa adi disebut Epistel, tolong gali lagi, jangan asa sebut. </p>
<p>Saya rasa mereka yang bosan mereka yang sebenarnya tidak mengerti arti liturgi itu sebenarnya. Apa hanya entertaiment saja?  Mengapa Liturgi Katholik sampai sekarang masih dihayati orang katholik. Yang salah pasti para pendeta HKBP yang setidak menjelaskan dengan baik dan benar tentang liturgi. Kalau inang pdt itu tugas anda, bukan mau mengganti liturginya.</p>
<p>Jangan asal cuap lah!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: donald</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/05/13/suatu-kajian-terhadap-perkembangan-tata-ibadah-minggu-gereja-hkbp-ditinjau-dari-segi-pendekatan-teologis/#comment-3001</link>
		<author>donald</author>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 06:37:49 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/05/13/suatu-kajian-terhadap-perkembangan-tata-ibadah-minggu-gereja-hkbp-ditinjau-dari-segi-pendekatan-teologis/#comment-3001</guid>
		<description>halo apa kabar...
 tujuan perkawinan menurut protestan itu apa aja dan pembatalan perkawinan ????

sahnya pemberkatan menurut katolik dan protestan itu apa inang/amang?

saya lagi ngerjain skripsi tolong dibantu yah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>halo apa kabar&#8230;<br />
 tujuan perkawinan menurut protestan itu apa aja dan pembatalan perkawinan ????</p>
<p>sahnya pemberkatan menurut katolik dan protestan itu apa inang/amang?</p>
<p>saya lagi ngerjain skripsi tolong dibantu yah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/05/13/suatu-kajian-terhadap-perkembangan-tata-ibadah-minggu-gereja-hkbp-ditinjau-dari-segi-pendekatan-teologis/#comment-2688</link>
		<author>Herman</author>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2008 11:50:33 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/05/13/suatu-kajian-terhadap-perkembangan-tata-ibadah-minggu-gereja-hkbp-ditinjau-dari-segi-pendekatan-teologis/#comment-2688</guid>
		<description>Salam Damai Sejahtera,
 
Gereja Tuhan di akhir zaman ini bukan saatnya lagi hanya mengutamakan pujian dan penyembahan saja hingga mengabaikan pengajaran Firman Tuhan. Sudah saatnya gereja Tuhan harus bangkit serta sadar bahwa pengajaran Firman Tuhan harus menjadi kebutuhan yang utama. Karena gereja Tuhan tidak akan dapat disucikan apalagi disempurnakan hanya dengan pujian dan penyembahan saja, tetapi hanya oleh kuasa Firman Tuhan kesucian bahkan kesempurnaan dapat tercapai (Yohanes 17:17).
Ini bukan berarti pujian dan penyembahan menjadi tidak perlu, bahkan ditiadakan. Tetapi pujian dan penyembahan yang benar dan dikehendaki Tuhan adalah yang terjadi karena luapan dari hati yang penuh Firman Tuhan. Tuhan sendiri menghendaki pujian dan penyembahan itu merupakan korban yang kudus, dan kekudusan hanya dapat tercapai oleh kuasa pengajaran Firman Tuhan.
Akan datang masanya, bila gereja Tuhan hanya mengutamakan pujian dan penyembahan dan tidak mengutamakan pengajaran Firman Tuhan, nubuatan Amos akan digenapi; yaitu: "Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan ...", dan "... Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN" (Amos 8:10, 11).
Pengajaran Mempelai Alkitabiah akan memperbarui tiap pelayanan yang dikerjakan untuk Tuhan. Pelayanan itu bukan dilaksanakan begitu saja, tetapi harus mempunyai tujuan, yaitu untuk terbentuknya kesatuan tubuh Kristus yang adalah mempelai perempuan Kristus.
Pengajaran Mempelai Alkitabiah adalah Firman Tuhan yang akan mengerjakan suatu pembaruan dalam kehidupan secara pribadi, dalam nikah, maupun dalam gereja-Nya. Pengajaran Mempelai Alkitabiah tidak berdasarkan pada satu organisasi gereja tertentu, karena gereja Tuhan yang disebut tubuh Kristus merupakan kesatuan dari banyak anggota. Anggota tubuh Kristus itu sendiri adalah setiap pribadi yang sudah mengalami kelahiran baru (1 Korintus 12:12-27) dan yang secara terus-menerus diperbarui oleh kuasa pengajaran Firman Tuhan ("... dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya" - Kolose 3:9-10). Pembaruan demi pembaruan ini tidak berjalan begitu saja, tetapi mempunyai satu tujuan, yaitu untuk mencapai kesempurnaan sebagai sidang mempelai perempuan Kristus.
Gereja Tuhan harus mengetahui rencana Tuhan yang agung ini. Karena tiap pribadi yang tidak masuk dalam kesatuan tubuh Kristus (tidak masuk dalam pembentukan sidang mempelai perempuan Kristus), akan mengalami aniaya besar yaitu masa antikris selama tiga setengah tahun. Sedangkan mempelai perempuan Kristus akan terhindar dari masa aniaya besar ini, hingga akhirnya masuk dalam kota Mempelai, yaitu Yerusalem baru.
Jelaslah sekarang, bahwa dengan Pengajaran Mempelai Alkitabiah di akhir zaman ini akan mencelikkan mata rohani tiap pribadi yang mau menerimanya, untuk mengenal pribadi Yesus sebagai Mempelai Pria Sorgawi (Efesus 1:17) serta mengerti maksud dan rencana Tuhan yang mulia bagi gereja-Nya, yaitu oleh kuasa Firman-Nya akan menyempurnakan gereja Tuhan menjadi sidang mempelai perempuan-Nya.
Bila Yesus Kristus, Mempelai Pria Sorgawi, datang pada saat ini, sudahkah kita SIAP sedia? Layakkah untuk masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba?
Mari! Sambutlah undangan Mempelai Pria! Terimalah Pengajaran Mempelai Alkitabiah yang akan menguduskan dan menyempurnakan kehidupan kita! Amin.
 
Tentang Pengajaran Mempelai Alkitabiah (PMA)

PENGAJARAN MEMPELAI ALKITABIAH bukanlah pengajaran yang hanya menekankan kepada ajaran tentang kedatangan Tuhan saja, tetapi juga mengajar bagaimana Gereja Tuhan harus hidup sesuai dengan kebenaran Firman Allah pada akhir zaman ini bahkan mengarahkan pandangan rohani Gereja Tuhan kepada sasaran yang tepat, yaitu menjadi Mempelai Perempuan Anak Domba Allah!

Apakah Pengajaran Mempelai Alkitabiah itu ?

Pengajaran Mempelai Alkitabiah adalah pengajaran Firman Tuhan yang akan membawa kita pada rencana Tuhan, membentuk gereja Tuhan menjadi satu tubuh yaitu mempelai perempuan Kristus dengan Kristus sebagai Kepala tubuh atau Suami/Mempelai Pria (Efesus 5:28-29; Kolose 1:18).

Mengapa Yesus disebut Mempelai Pria Sorga ?

Dalam Yohanes 1:29, Yohanes memperkenalkan pribadi Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Ini mempunyai arti bahwa Yesus adalah Penebus/Juruselamat bagi dunia ini. Sedangkan pada ayat 36, lebih khusus lagi Yohanes ingin memperkenalkan bahwa Yesus sebagai Anak Domba Allah (tanpa ada kata menghapus dosa dunia). Bila kita lihat dalam Wahyu 19:7 disebutkan "... Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba dan pengantin-Nya telah siap sedia."
Ini mengandung pengertian yang dalam, bahwa Yesus bukan hanya sebatas Juruselamat bagi dunia ini (Anak Domba yang telah disembelih yang menunjuk pada korban Kristus di kayu salib untuk menghapus dosa dunia - Wah. 5:9), tetapi lebih lagi,Yesus adalah Mempelai Pria.
Dalam Perjanjian Lama pun, Tuhan memperkenalkan diri-Nya sebagai Suami/Mempelai Pria. Yesaya 54:5 menyebutkan "Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau ...", dipertegas lagi dalam Yesaya 62:5 "Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu." Demikian juga Hosea 2:18 menyebutkan "Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang".

Mengapa Perlu Mengenal Yesus sebagai Mempelai Pria?

Pengenalan orang Kristen pada pribadi Yesus tidak cukup hanya sebatas sebagai Juruselamat, Penolong dan sebagainya, tapi pengenalan itu harus meningkat sebagai Mempelai Pria. Dan pengenalan ini membutuhkan roh hikmat dan wahyu dari Allah ("... supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. ... dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu." - Ef. 1:17, 22-23).
Pengenalan pada pribadi Yesus sebagai Juruselamat, sebagai Penyembuh, sebagai Penolong dan masih banyak lagi yang lain, bukan berarti salah. Hanya saja, Juruselamat ataupun Penyembuh dibutuhkan hanya pada saat keselamatan atau kesembuhan belum didapatkan. Sedangkan Pribadi Yesus sebagai Mempelai Pria bukan dibutuhkan untuk sesaat, tapi hubungan antara suami dan isteri adalah selamanya. Ini juga berarti bahwa hubungan sebagai suami-isteri tidak hanya sebatas "dekat" tetapi lebih lagi adalah "menyatu".
Sebagai Mempelai Pria, Yesus juga sangat mengasihi mempelai perempuan-Nya, Dialah yang menjadi Pembela dan Pemelihara (mengasuh dan merawati - "Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat" Ef. 5:29).
 
 
Terima kasih.Tuhan Yesus Mempelai Pria Sorga memberkati.
 
 
Dari
 
 
Herman</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Damai Sejahtera,</p>
<p>Gereja Tuhan di akhir zaman ini bukan saatnya lagi hanya mengutamakan pujian dan penyembahan saja hingga mengabaikan pengajaran Firman Tuhan. Sudah saatnya gereja Tuhan harus bangkit serta sadar bahwa pengajaran Firman Tuhan harus menjadi kebutuhan yang utama. Karena gereja Tuhan tidak akan dapat disucikan apalagi disempurnakan hanya dengan pujian dan penyembahan saja, tetapi hanya oleh kuasa Firman Tuhan kesucian bahkan kesempurnaan dapat tercapai (Yohanes 17:17).<br />
Ini bukan berarti pujian dan penyembahan menjadi tidak perlu, bahkan ditiadakan. Tetapi pujian dan penyembahan yang benar dan dikehendaki Tuhan adalah yang terjadi karena luapan dari hati yang penuh Firman Tuhan. Tuhan sendiri menghendaki pujian dan penyembahan itu merupakan korban yang kudus, dan kekudusan hanya dapat tercapai oleh kuasa pengajaran Firman Tuhan.<br />
Akan datang masanya, bila gereja Tuhan hanya mengutamakan pujian dan penyembahan dan tidak mengutamakan pengajaran Firman Tuhan, nubuatan Amos akan digenapi; yaitu: &#8220;Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan &#8230;&#8221;, dan &#8220;&#8230; Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN&#8221; (Amos 8:10, 11).<br />
Pengajaran Mempelai Alkitabiah akan memperbarui tiap pelayanan yang dikerjakan untuk Tuhan. Pelayanan itu bukan dilaksanakan begitu saja, tetapi harus mempunyai tujuan, yaitu untuk terbentuknya kesatuan tubuh Kristus yang adalah mempelai perempuan Kristus.<br />
Pengajaran Mempelai Alkitabiah adalah Firman Tuhan yang akan mengerjakan suatu pembaruan dalam kehidupan secara pribadi, dalam nikah, maupun dalam gereja-Nya. Pengajaran Mempelai Alkitabiah tidak berdasarkan pada satu organisasi gereja tertentu, karena gereja Tuhan yang disebut tubuh Kristus merupakan kesatuan dari banyak anggota. Anggota tubuh Kristus itu sendiri adalah setiap pribadi yang sudah mengalami kelahiran baru (1 Korintus 12:12-27) dan yang secara terus-menerus diperbarui oleh kuasa pengajaran Firman Tuhan (&#8221;&#8230; dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya&#8221; - Kolose 3:9-10). Pembaruan demi pembaruan ini tidak berjalan begitu saja, tetapi mempunyai satu tujuan, yaitu untuk mencapai kesempurnaan sebagai sidang mempelai perempuan Kristus.<br />
Gereja Tuhan harus mengetahui rencana Tuhan yang agung ini. Karena tiap pribadi yang tidak masuk dalam kesatuan tubuh Kristus (tidak masuk dalam pembentukan sidang mempelai perempuan Kristus), akan mengalami aniaya besar yaitu masa antikris selama tiga setengah tahun. Sedangkan mempelai perempuan Kristus akan terhindar dari masa aniaya besar ini, hingga akhirnya masuk dalam kota Mempelai, yaitu Yerusalem baru.<br />
Jelaslah sekarang, bahwa dengan Pengajaran Mempelai Alkitabiah di akhir zaman ini akan mencelikkan mata rohani tiap pribadi yang mau menerimanya, untuk mengenal pribadi Yesus sebagai Mempelai Pria Sorgawi (Efesus 1:17) serta mengerti maksud dan rencana Tuhan yang mulia bagi gereja-Nya, yaitu oleh kuasa Firman-Nya akan menyempurnakan gereja Tuhan menjadi sidang mempelai perempuan-Nya.<br />
Bila Yesus Kristus, Mempelai Pria Sorgawi, datang pada saat ini, sudahkah kita SIAP sedia? Layakkah untuk masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba?<br />
Mari! Sambutlah undangan Mempelai Pria! Terimalah Pengajaran Mempelai Alkitabiah yang akan menguduskan dan menyempurnakan kehidupan kita! Amin.</p>
<p>Tentang Pengajaran Mempelai Alkitabiah (PMA)</p>
<p>PENGAJARAN MEMPELAI ALKITABIAH bukanlah pengajaran yang hanya menekankan kepada ajaran tentang kedatangan Tuhan saja, tetapi juga mengajar bagaimana Gereja Tuhan harus hidup sesuai dengan kebenaran Firman Allah pada akhir zaman ini bahkan mengarahkan pandangan rohani Gereja Tuhan kepada sasaran yang tepat, yaitu menjadi Mempelai Perempuan Anak Domba Allah!</p>
<p>Apakah Pengajaran Mempelai Alkitabiah itu ?</p>
<p>Pengajaran Mempelai Alkitabiah adalah pengajaran Firman Tuhan yang akan membawa kita pada rencana Tuhan, membentuk gereja Tuhan menjadi satu tubuh yaitu mempelai perempuan Kristus dengan Kristus sebagai Kepala tubuh atau Suami/Mempelai Pria (Efesus 5:28-29; Kolose 1:18).</p>
<p>Mengapa Yesus disebut Mempelai Pria Sorga ?</p>
<p>Dalam Yohanes 1:29, Yohanes memperkenalkan pribadi Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Ini mempunyai arti bahwa Yesus adalah Penebus/Juruselamat bagi dunia ini. Sedangkan pada ayat 36, lebih khusus lagi Yohanes ingin memperkenalkan bahwa Yesus sebagai Anak Domba Allah (tanpa ada kata menghapus dosa dunia). Bila kita lihat dalam Wahyu 19:7 disebutkan &#8220;&#8230; Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba dan pengantin-Nya telah siap sedia.&#8221;<br />
Ini mengandung pengertian yang dalam, bahwa Yesus bukan hanya sebatas Juruselamat bagi dunia ini (Anak Domba yang telah disembelih yang menunjuk pada korban Kristus di kayu salib untuk menghapus dosa dunia - Wah. 5:9), tetapi lebih lagi,Yesus adalah Mempelai Pria.<br />
Dalam Perjanjian Lama pun, Tuhan memperkenalkan diri-Nya sebagai Suami/Mempelai Pria. Yesaya 54:5 menyebutkan &#8220;Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau &#8230;&#8221;, dipertegas lagi dalam Yesaya 62:5 &#8220;Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.&#8221; Demikian juga Hosea 2:18 menyebutkan &#8220;Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang&#8221;.</p>
<p>Mengapa Perlu Mengenal Yesus sebagai Mempelai Pria?</p>
<p>Pengenalan orang Kristen pada pribadi Yesus tidak cukup hanya sebatas sebagai Juruselamat, Penolong dan sebagainya, tapi pengenalan itu harus meningkat sebagai Mempelai Pria. Dan pengenalan ini membutuhkan roh hikmat dan wahyu dari Allah (&#8221;&#8230; supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. &#8230; dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.&#8221; - Ef. 1:17, 22-23).<br />
Pengenalan pada pribadi Yesus sebagai Juruselamat, sebagai Penyembuh, sebagai Penolong dan masih banyak lagi yang lain, bukan berarti salah. Hanya saja, Juruselamat ataupun Penyembuh dibutuhkan hanya pada saat keselamatan atau kesembuhan belum didapatkan. Sedangkan Pribadi Yesus sebagai Mempelai Pria bukan dibutuhkan untuk sesaat, tapi hubungan antara suami dan isteri adalah selamanya. Ini juga berarti bahwa hubungan sebagai suami-isteri tidak hanya sebatas &#8220;dekat&#8221; tetapi lebih lagi adalah &#8220;menyatu&#8221;.<br />
Sebagai Mempelai Pria, Yesus juga sangat mengasihi mempelai perempuan-Nya, Dialah yang menjadi Pembela dan Pemelihara (mengasuh dan merawati - &#8220;Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat&#8221; Ef. 5:29).</p>
<p>Terima kasih.Tuhan Yesus Mempelai Pria Sorga memberkati.</p>
<p>Dari</p>
<p>Herman</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ridwan</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/05/13/suatu-kajian-terhadap-perkembangan-tata-ibadah-minggu-gereja-hkbp-ditinjau-dari-segi-pendekatan-teologis/#comment-1189</link>
		<author>ridwan</author>
		<pubDate>Thu, 01 Nov 2007 04:15:24 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/05/13/suatu-kajian-terhadap-perkembangan-tata-ibadah-minggu-gereja-hkbp-ditinjau-dari-segi-pendekatan-teologis/#comment-1189</guid>
		<description>hallo inang!!! God Bless you.shalom.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hallo inang!!! God Bless you.shalom.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fajar</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/05/13/suatu-kajian-terhadap-perkembangan-tata-ibadah-minggu-gereja-hkbp-ditinjau-dari-segi-pendekatan-teologis/#comment-25</link>
		<author>Fajar</author>
		<pubDate>Wed, 16 May 2007 22:11:23 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/05/13/suatu-kajian-terhadap-perkembangan-tata-ibadah-minggu-gereja-hkbp-ditinjau-dari-segi-pendekatan-teologis/#comment-25</guid>
		<description>Liturgi merupakan sarana penting untuk menghidupkan dan menguatkan kepercayaan jemaat dan untuk menyinarkan kasih Kristus kepada orang-orang yang belum menjadi anggota jemaat, sehingga mereka tertarik untuk bergabung dengan jemaat. Dengan demikian liturgi bagaikan cermin yang menerima sinar-sinar injil dan yang memantulkannya kepada jemaat dan kepada dunia.

Komentar:Dengan demikian dapat dikatakan bahwa liturgi merupakan kendaraan yang digunakan oleh gereja untuk memantulkan sinar-sinar injil. Hal utama yang penting adalah sinar injil selanjutnya baru kejernihan dan bentuk cermin.

Liturgi HKBP sampai sekarang masih mempertahankan liturgi warisan dari zending. Ada kesan, dengan mempertahankan bentuk liturgy seperti itu jemaatnya sudah bosan. Di beberapa gereja HKBP, liturginya dari masa ke masa begitu-begitu saja, tidak berkembang. Doa-doanya bisa dihapal. Malah kalau jemaat rajin ke gereja semua aspek liturgi sudah dihafal. Misalnya pengakuan dosa, sudah di atur dari depan, padahal setiap jemaat mempunyai dosa-dosa yang berbeda. Di samping itu banyak jemaat juga yang menyatakan bahwa liturgi HKBP tidak menarik, ibadah di gereja HKBP tidak ada Roh Kudusnya. Mereka mengatakan ibadah di HKBP suam-suam kuku, khotbah-khotbahnya terlalu panjang, cara menyanyi tidak bergairah, kaku membosankan, dan lain sebagainya. Dan sering sekali jemaat memuji gereja-gereja aliran lain dengan menyatakan liturginya mantap sekalli, menghidupkan dan menggembirakan. Tidak dapat disangkal, ocehan-ocehan seperti itu pasti keluar dari jemaat. Kondisiseperti ini sangat menyedihkan.
Ibadah menempati tempat yang sentral dalam gereja HKBP, namun anggota-anggota jemaat umumnya tidak banyak mengetahui tentang ibadah. Mereka tidak tahu makna unsur-unsur liturgi. Makna simbol-simbol yang ada dalam gereja juga tidak dimengerti oleh jemaat. Mereka tiap minggu menghadiri kebaktian, tapi banyak dari mereka tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi di situ. Sehingga jemaat terjebak dengan kegiatan-kegiatan rutin. Kondisi seperti ini sangat merugikan.

Komentar : 
1. Dibandingkan dengan gereja lain, saat ini tidak ada lagi gereja termasuk gereja dari aliran karismatis yang memiliki liturgi yang terbuka. Susunan liturgi sudah baku, rutin dan dapat diduga. Yang variatif adalah pelaksanaan komponen liturgi, seperti pilihan lagu, pengulangan lagu, doa yang bebas dan ekspresi dalam membawakan  semua komponen. 
2. Tidak ada jaminan pada gereja yang memiliki "liturgi yang mantap" itu bahwa jemaat memahami arti liturgi dan masing-masing komponennya. Apalagi jika dikatakan bahwa pada gereja tersebut liturgi sangat variatif tentu sulit menemukan jemaat yang mengerti arti liturgi.
3. Jika harus mengkutubkanmodel liturgi antara liturgi yang ceria dan hening, liturgi kontemplasi dan taise lebih dekat pada liturgi HKBP namun kedua liturgi ini saat ini diminati.

Kesimpulan dan saran:
1.Liturgi merupakan alat gereja menjumpakan jemaat kepada Kristus. Dalam hal ini tugas utama pembawa liturgi adalah " menghadirkan" Tabut Perjanjian ( Kemuliaan Allah ) dalam liturgi. Bagian utama dalam hal ini adalah kekudusan dan kesungguhan pelayan gereja dalam setiap pekerjaan pelayanan ini. Belajar dari persiapan kaum Levi dan Harun dalam pelayanan di Bait Allah yang harus DALAM KEADAAN LAYAK untuk masuk ke tempat kudus atau mengangkat tabut perjanjian.
2. Liturgi HKBP adalah liturgi yang beraliran Lutheran, yang menekankan kepada pelayanan Firman dan pelayanan Firman itu paling banyak di khotbah. Jikalau Kotbah masih menjadi pusat  liturgi maka mutlak Pengkotbah mempersiapkan dirinya sebagai lidah Musa yang sebelum bertemu dengan umat SUDAH bertemu dengan Allah.
3. Kotbah merupakan PESAN ALLAH yang oleh Musa dikemas agar dapat dipahami oleh umat.
4. Masalah liturgi di HKBP utamanya bukan pada susunannya atau pemahaman jemaat namun lebih pada KEKOSONGANNYA dan KETIDAKSIAPAN pelayannya

&lt;strong&gt;Tanggapan: Kami akan mengirim tanggapan Anda kepada penulis, semoga diskusi mengenai liturgi dapat mulai dihidupkan di Forum Teologi. ADMIN&lt;/strong&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Liturgi merupakan sarana penting untuk menghidupkan dan menguatkan kepercayaan jemaat dan untuk menyinarkan kasih Kristus kepada orang-orang yang belum menjadi anggota jemaat, sehingga mereka tertarik untuk bergabung dengan jemaat. Dengan demikian liturgi bagaikan cermin yang menerima sinar-sinar injil dan yang memantulkannya kepada jemaat dan kepada dunia.</p>
<p>Komentar:Dengan demikian dapat dikatakan bahwa liturgi merupakan kendaraan yang digunakan oleh gereja untuk memantulkan sinar-sinar injil. Hal utama yang penting adalah sinar injil selanjutnya baru kejernihan dan bentuk cermin.</p>
<p>Liturgi HKBP sampai sekarang masih mempertahankan liturgi warisan dari zending. Ada kesan, dengan mempertahankan bentuk liturgy seperti itu jemaatnya sudah bosan. Di beberapa gereja HKBP, liturginya dari masa ke masa begitu-begitu saja, tidak berkembang. Doa-doanya bisa dihapal. Malah kalau jemaat rajin ke gereja semua aspek liturgi sudah dihafal. Misalnya pengakuan dosa, sudah di atur dari depan, padahal setiap jemaat mempunyai dosa-dosa yang berbeda. Di samping itu banyak jemaat juga yang menyatakan bahwa liturgi HKBP tidak menarik, ibadah di gereja HKBP tidak ada Roh Kudusnya. Mereka mengatakan ibadah di HKBP suam-suam kuku, khotbah-khotbahnya terlalu panjang, cara menyanyi tidak bergairah, kaku membosankan, dan lain sebagainya. Dan sering sekali jemaat memuji gereja-gereja aliran lain dengan menyatakan liturginya mantap sekalli, menghidupkan dan menggembirakan. Tidak dapat disangkal, ocehan-ocehan seperti itu pasti keluar dari jemaat. Kondisiseperti ini sangat menyedihkan.<br />
Ibadah menempati tempat yang sentral dalam gereja HKBP, namun anggota-anggota jemaat umumnya tidak banyak mengetahui tentang ibadah. Mereka tidak tahu makna unsur-unsur liturgi. Makna simbol-simbol yang ada dalam gereja juga tidak dimengerti oleh jemaat. Mereka tiap minggu menghadiri kebaktian, tapi banyak dari mereka tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi di situ. Sehingga jemaat terjebak dengan kegiatan-kegiatan rutin. Kondisi seperti ini sangat merugikan.</p>
<p>Komentar :<br />
1. Dibandingkan dengan gereja lain, saat ini tidak ada lagi gereja termasuk gereja dari aliran karismatis yang memiliki liturgi yang terbuka. Susunan liturgi sudah baku, rutin dan dapat diduga. Yang variatif adalah pelaksanaan komponen liturgi, seperti pilihan lagu, pengulangan lagu, doa yang bebas dan ekspresi dalam membawakan  semua komponen.<br />
2. Tidak ada jaminan pada gereja yang memiliki &#8220;liturgi yang mantap&#8221; itu bahwa jemaat memahami arti liturgi dan masing-masing komponennya. Apalagi jika dikatakan bahwa pada gereja tersebut liturgi sangat variatif tentu sulit menemukan jemaat yang mengerti arti liturgi.<br />
3. Jika harus mengkutubkanmodel liturgi antara liturgi yang ceria dan hening, liturgi kontemplasi dan taise lebih dekat pada liturgi HKBP namun kedua liturgi ini saat ini diminati.</p>
<p>Kesimpulan dan saran:<br />
1.Liturgi merupakan alat gereja menjumpakan jemaat kepada Kristus. Dalam hal ini tugas utama pembawa liturgi adalah &#8221; menghadirkan&#8221; Tabut Perjanjian ( Kemuliaan Allah ) dalam liturgi. Bagian utama dalam hal ini adalah kekudusan dan kesungguhan pelayan gereja dalam setiap pekerjaan pelayanan ini. Belajar dari persiapan kaum Levi dan Harun dalam pelayanan di Bait Allah yang harus DALAM KEADAAN LAYAK untuk masuk ke tempat kudus atau mengangkat tabut perjanjian.<br />
2. Liturgi HKBP adalah liturgi yang beraliran Lutheran, yang menekankan kepada pelayanan Firman dan pelayanan Firman itu paling banyak di khotbah. Jikalau Kotbah masih menjadi pusat  liturgi maka mutlak Pengkotbah mempersiapkan dirinya sebagai lidah Musa yang sebelum bertemu dengan umat SUDAH bertemu dengan Allah.<br />
3. Kotbah merupakan PESAN ALLAH yang oleh Musa dikemas agar dapat dipahami oleh umat.<br />
4. Masalah liturgi di HKBP utamanya bukan pada susunannya atau pemahaman jemaat namun lebih pada KEKOSONGANNYA dan KETIDAKSIAPAN pelayannya</p>
<p><strong>Tanggapan: Kami akan mengirim tanggapan Anda kepada penulis, semoga diskusi mengenai liturgi dapat mulai dihidupkan di Forum Teologi. ADMIN</strong></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
