<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/wordpress-mu-1.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: “ ADAKAH KESUNGGUHAN BISMILAHIRRAHMANIRRAHIM DALAM HATIKU?”</title>
	<link>http://forumteologi.com/blog/2007/05/15/%e2%80%9c-adakah-kesungguhan-bismilahirrahmanirrahim-dalam-hatiku%e2%80%9d/</link>
	<description>Karya tulis Anda menghidupkan kami</description>
	<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 16:48:21 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=wordpress-mu-1.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: andohar purba</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/05/15/%e2%80%9c-adakah-kesungguhan-bismilahirrahmanirrahim-dalam-hatiku%e2%80%9d/#comment-8653</link>
		<author>andohar purba</author>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 08:04:18 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/05/15/%e2%80%9c-adakah-kesungguhan-bismilahirrahmanirrahim-dalam-hatiku%e2%80%9d/#comment-8653</guid>
		<description>Belakangan ini kog saya tidak terlalu yakin untuk membangun argumen dan analisis berdasarkan teks. Mengapa? Karena bahkan untuk kalangan kristen sendiri, bunyi teks bisa diartikan berbeda. Ini disebabkan oleh kepelbagaian metode hermeneutikanya. Jika hal demikian saja bisa terjadi dalam lingkup kristen apalagi dalam upaya dialog antar agama. Mungkin itu sebabnya mengapa kosuke koyama lebih menyukai pengenalan terhadap budhis daripada budhisme. Mengenal agama lain? Rasanya mustahil. Cilford Geertz mengatakan bahwa agama dialami ketika dilakoni dan bukan ketika disistematiskan. Seperti tarian Rangda Barong (bali)hanya dapat dialami ketika tarian itu ditarikan (tangan anda harus bergerak, kepala dan mata bergerak, otot-otot tubuh ada bergerak mengikuti pakem tarian). Anda tidak akan cukup paham dan memahami ketika tarian itu hanya anda epistem, apresisi, tafsir, dsb. Artinya, jika anda ingin memahami dengan benar apa itu islam, anda harus memeluk dan menghidupi islam. Demikian juga sebaliknya, jika anda ingin memahami dan mengalami kristen, anda harus memeluk dan menghidupi agama kristen. Singkatnya, alangkah sulitnya kita mencoba mensistematiskan, memahami agama yang berbeda dengan kita, apalagi mencoba mendiskusikan hermeneutik kita tentang teks agama lain.

Saya mencoba mendekati alur berpikir aini. Begini, belakangan ini fpi mengusung pembubaran ahmadiyah dan melakukan perang fisik terhadap para penganut ahmadiyah. Jadi, sekurang-kurangnya berdasarkan alur berpikir aini, fpi benar dalam tindakannya kali ini. Nampaknya mereka sudah bertaubat dan melakukan jihad yang benar, sekurang-kurangnya mengacu pemikiran aini. Saya tidak akan mendebat hal ini. Begitu logikanya, toh? Karena saya bukan islam, tidak paham islam, tidak akan mencoba menghermeneutik teks Quran suci.

Yang saya paham, bahwa saya warga negara indonesia. Saya aseli indonesia, lahir dan besar di indonesia, sedikit-sedikit baca buku dari eropa, amerika, afrika, asia, australia. Saya suka makan gudeg (meskipun saya batak), suka krecek-nya, suka steak yang tenderloin, pernah makan di hoka-hoka bento, spageti yang dibawain teman dari italy, burger amerika. Tapi saya tetap merasa aseli indonesia. Saya yakin semua produk barang itu tunduk terhadap peraturan dirjen pajak indonesia, bea cukai RI, karena saya beli yang legal. Saya kira soal agama begitu. Kalau melakukan sesuatu mulailah dengan mengkonversinya dengan hukum dan aturan indonesia. Tidak sesuai? Ajukan amandemen lewat wakil-wakil kita.

Ya, kita perlu melakukan tidakan kita sesuai dengan tuntunan moral yang kita sepakati bersama. Di luar itu? Ya, ilegal. Peringatan: hati-hati mengkonsumsi daging sapi ilegal. Anda bisa terkena penyakit mulut dan kuku, maupun antrax.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan ini kog saya tidak terlalu yakin untuk membangun argumen dan analisis berdasarkan teks. Mengapa? Karena bahkan untuk kalangan kristen sendiri, bunyi teks bisa diartikan berbeda. Ini disebabkan oleh kepelbagaian metode hermeneutikanya. Jika hal demikian saja bisa terjadi dalam lingkup kristen apalagi dalam upaya dialog antar agama. Mungkin itu sebabnya mengapa kosuke koyama lebih menyukai pengenalan terhadap budhis daripada budhisme. Mengenal agama lain? Rasanya mustahil. Cilford Geertz mengatakan bahwa agama dialami ketika dilakoni dan bukan ketika disistematiskan. Seperti tarian Rangda Barong (bali)hanya dapat dialami ketika tarian itu ditarikan (tangan anda harus bergerak, kepala dan mata bergerak, otot-otot tubuh ada bergerak mengikuti pakem tarian). Anda tidak akan cukup paham dan memahami ketika tarian itu hanya anda epistem, apresisi, tafsir, dsb. Artinya, jika anda ingin memahami dengan benar apa itu islam, anda harus memeluk dan menghidupi islam. Demikian juga sebaliknya, jika anda ingin memahami dan mengalami kristen, anda harus memeluk dan menghidupi agama kristen. Singkatnya, alangkah sulitnya kita mencoba mensistematiskan, memahami agama yang berbeda dengan kita, apalagi mencoba mendiskusikan hermeneutik kita tentang teks agama lain.</p>
<p>Saya mencoba mendekati alur berpikir aini. Begini, belakangan ini fpi mengusung pembubaran ahmadiyah dan melakukan perang fisik terhadap para penganut ahmadiyah. Jadi, sekurang-kurangnya berdasarkan alur berpikir aini, fpi benar dalam tindakannya kali ini. Nampaknya mereka sudah bertaubat dan melakukan jihad yang benar, sekurang-kurangnya mengacu pemikiran aini. Saya tidak akan mendebat hal ini. Begitu logikanya, toh? Karena saya bukan islam, tidak paham islam, tidak akan mencoba menghermeneutik teks Quran suci.</p>
<p>Yang saya paham, bahwa saya warga negara indonesia. Saya aseli indonesia, lahir dan besar di indonesia, sedikit-sedikit baca buku dari eropa, amerika, afrika, asia, australia. Saya suka makan gudeg (meskipun saya batak), suka krecek-nya, suka steak yang tenderloin, pernah makan di hoka-hoka bento, spageti yang dibawain teman dari italy, burger amerika. Tapi saya tetap merasa aseli indonesia. Saya yakin semua produk barang itu tunduk terhadap peraturan dirjen pajak indonesia, bea cukai RI, karena saya beli yang legal. Saya kira soal agama begitu. Kalau melakukan sesuatu mulailah dengan mengkonversinya dengan hukum dan aturan indonesia. Tidak sesuai? Ajukan amandemen lewat wakil-wakil kita.</p>
<p>Ya, kita perlu melakukan tidakan kita sesuai dengan tuntunan moral yang kita sepakati bersama. Di luar itu? Ya, ilegal. Peringatan: hati-hati mengkonsumsi daging sapi ilegal. Anda bisa terkena penyakit mulut dan kuku, maupun antrax.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aini</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/05/15/%e2%80%9c-adakah-kesungguhan-bismilahirrahmanirrahim-dalam-hatiku%e2%80%9d/#comment-1513</link>
		<author>aini</author>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 20:20:35 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/05/15/%e2%80%9c-adakah-kesungguhan-bismilahirrahmanirrahim-dalam-hatiku%e2%80%9d/#comment-1513</guid>
		<description>nabi muhammad berperang dalam makna jihad, adalah suatu pilihan terakhir dimana jika tidak dilakukan akan membahayakan umat islam pada saat itu, dimana terjadi kezaliman dan penganiayaan terhadap umat islam oleh bangsa non islam. dan itu diperbolehkan.
namuan muhammad adalah rasul yg sempurna yg setiap tindakan dan perkataannya  adalah wahyu dari allah dan menjadi panutan umatnya. yang sangat mencintai perdamaian, pun kepada mereka yg berusaha membunuhnya, membencinya, meludahinya, Ia tetap bersikap baik.
Sekali lg Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan dalam arti negatif. Tindakan anarkis adalah murni dari oknum islam yang sesungguhnya tidak memahami islam itu sendiri. Allah membenci segala bentuk kezaliman kepada umat manusia siapapun,pilihan jihad dengan fisik adalah kewajiban bila umat islam sudah diinjak, dizalimi baik rohani maupun fisik, dibatasi dalam ketakwannya kepada allah, dan pilihan  terakhir apabila sudah tidak bisa diselesaikan secara perdamaian atau musyawarah.
Jihad memang diwajibkan sebagai suatu bentuk tangung jawab umat islam terhadap diri  dalam mengabdi kepada allah dan dalam mempertahankan agama allah. Bahkan dalm qur-an lebih banyak ajakan jihad terhadap kezaliman secara batiniyah bukan fisik, seperti berjuang melindungi diri dan umat terhadap gangguan setan,kenikmatan duniawi, kezaliman orang lain, yaitu dengan banyak melakukan ibadah;menjauhkan aktivitas duniawi yg membuat kita jauh dari allah, mendoakan dan tetap bersikap baik kepada orang yg menzalimi sebatas mereka tidak membatasi kita untuk tetap beribadah kepada allah. 
Sikap seperti FPI yang anarkis memang sangat tidak dibenarkan atau diajarkan dalam al quran. Selama kita umat islam diindonesia dapat melakukan ibadah kepada allah dan menjalankan perintah Nya, semua kemaksiatan dan kemurtadan harus diselesaikan secara syiar dan dakwah, penataan iman dsb. Namun terkecuali dengan usaha permutadan yang jelas dengan nyata ataupun terselubung berusaha memaksa ( ruhani dan fisik )umat muslim untuk meyakini keyakinan / agama lain dengan dalih apapun (politik, ekonomi )sehingga umat islam sudah tidak memiliki kebeasan dalm beribadah dan dibatasi segala fasilitasnya, jelas adalah pelanggaran yg sudah menghina agama allah. dan itu diwajibkan untuk berjihad dalam pilihan terakhir, yatu perang fisik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nabi muhammad berperang dalam makna jihad, adalah suatu pilihan terakhir dimana jika tidak dilakukan akan membahayakan umat islam pada saat itu, dimana terjadi kezaliman dan penganiayaan terhadap umat islam oleh bangsa non islam. dan itu diperbolehkan.<br />
namuan muhammad adalah rasul yg sempurna yg setiap tindakan dan perkataannya  adalah wahyu dari allah dan menjadi panutan umatnya. yang sangat mencintai perdamaian, pun kepada mereka yg berusaha membunuhnya, membencinya, meludahinya, Ia tetap bersikap baik.<br />
Sekali lg Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan dalam arti negatif. Tindakan anarkis adalah murni dari oknum islam yang sesungguhnya tidak memahami islam itu sendiri. Allah membenci segala bentuk kezaliman kepada umat manusia siapapun,pilihan jihad dengan fisik adalah kewajiban bila umat islam sudah diinjak, dizalimi baik rohani maupun fisik, dibatasi dalam ketakwannya kepada allah, dan pilihan  terakhir apabila sudah tidak bisa diselesaikan secara perdamaian atau musyawarah.<br />
Jihad memang diwajibkan sebagai suatu bentuk tangung jawab umat islam terhadap diri  dalam mengabdi kepada allah dan dalam mempertahankan agama allah. Bahkan dalm qur-an lebih banyak ajakan jihad terhadap kezaliman secara batiniyah bukan fisik, seperti berjuang melindungi diri dan umat terhadap gangguan setan,kenikmatan duniawi, kezaliman orang lain, yaitu dengan banyak melakukan ibadah;menjauhkan aktivitas duniawi yg membuat kita jauh dari allah, mendoakan dan tetap bersikap baik kepada orang yg menzalimi sebatas mereka tidak membatasi kita untuk tetap beribadah kepada allah.<br />
Sikap seperti FPI yang anarkis memang sangat tidak dibenarkan atau diajarkan dalam al quran. Selama kita umat islam diindonesia dapat melakukan ibadah kepada allah dan menjalankan perintah Nya, semua kemaksiatan dan kemurtadan harus diselesaikan secara syiar dan dakwah, penataan iman dsb. Namun terkecuali dengan usaha permutadan yang jelas dengan nyata ataupun terselubung berusaha memaksa ( ruhani dan fisik )umat muslim untuk meyakini keyakinan / agama lain dengan dalih apapun (politik, ekonomi )sehingga umat islam sudah tidak memiliki kebeasan dalm beribadah dan dibatasi segala fasilitasnya, jelas adalah pelanggaran yg sudah menghina agama allah. dan itu diwajibkan untuk berjihad dalam pilihan terakhir, yatu perang fisik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
