PENGHAYATAN MISTIK KRISTEN?
Karya: H. Abdi Widhyadi – Surabaya 11 Mei 2007
Supaya mereka semua menjadi satu,
sama seperti Engkau ya Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau,
agar mereka juga di dalam Kita,
supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
(Yohanes 17:21)
1. Adakah mistik Kristen? Hal ini sudah lama saya dan Pdt Benny Abednego pergumulkan. Dalam arti bukan mistik yang dikenal masyarakat pada umumnya. Tetapi dalam arti hubungan kesatuan antar manusia dan TUHAN secara sempurna. Bukan berarti bahwa hubungan atau komunikasi antara seorang Kristen dengan Tuhan tidak sempurna.
2. Selama ini yang dimengerti dan dilakukan oleh kebanyakan orang Kristen adalah penghayatan iman karena pengajaran atau doktrin tradisi dari abad ke abad. Kristen lebih didominisasi oleh rasionalitas barat. Barat yang sekarang sudah merambat ke Timur yang mengajarkan orang lebih memakai otak untuk kehidupan kekristenan dalam menghadapi tantangan sekitarnya. Pemahaman kehidupan yang ditekankan dalam pengajaran etika Kristen yang lebih mengarahkan orang bagaimana hidup secara logis dan sistimatis.
3. Manusia Kristen diajarkan lebih rasional daripada emosional. Untuk mengerti agama baik agama Kristen sendiri maupun agama apapun saja, orang harus rasional. Supaya orang bisa lebih baik untuk menerima atau menolaknya bahkan menentangnya. Sehingga tanpa sengaja orang Kristen diajarkan untuk menghadapi sesamanya dengan hati yang penuh kecurigaan tentang perbedaan.
4. Bahkan bicara soal kasih, juga harus rasional. Bahwa kasih adalah tindakan nyata yang penuh pengorbanan. Pengorbanan bagi seorang teman yang dikasihinya. Pengorbanan tersebut belum tentu dilakukan bagi mereka yang berbeda. Kepada mereka yang berbeda dilakukan kasih yang tidak utuh, hanya secara etis yang normatif, logis dan sistimatis.
5. Pertemuan antar manusia lebih dihayati secara rasional. Bahkan pertemuan dengan TUHAN juga terasa rasional banget. Sebab TUHAN adalah penyelamat, pemberkat, pendamai, penolong, maka manusia menyembahNya dalam pengagungan rasional yang agung.
6. Apakah penghayatan seperti ini memiskinkan manusia atau justru memperkaya manusia? Manusia dijadikan tidak seimbang? Orang Kristen memang diakui adalah orang yang benar-benar rasional, yang mampu memikirkan segala sesuatu dengan jelas secara logis dan sistimatis, dan dapat menyelesaikan segala masalah yang datang dengan baik.
7. Demikian juga ritual Kristen juga terasa sangat rasional sekali, logis dan sistimatis. Manusia harus memuliakan Tuhan; manusia harus mengaku dosa; manusia harus menerima pengampunan Tuhan; manusia harus melaksanakan perintah Tuhan dan seterusnya. Seluruh perjalanan ritual dalam liturgi berjalan begitu rasional, sistimatis dan logis.
8. Saya berpikir bahwa kita sebagai orang Kristen Indonesia terutama yang hidup di Jawa, yang budayanya lebih mistis, dan lebih bicara dengan hati dari pada otak, tidakkah kita juga perlu mengembangkan mistis Kristen (Saya tidak mau bicara soal Timur, yang biasanya Jepang dijadikan sebagai ukuran). Atau kalau tidak mau bicara tentang kemistikan, kita lebih mencoba mengembangkan hubungan kesatuan yang lebih jiwani (agak sulit mencari istilah, sebab tidak biasa bicara soal ini).
9. Sebenarnya kalau kita memperhatikan Yohanes 17:21, bukankah kita merasa bahwa Yohanes mengajarkan tentang ketunggalan yang sangat mistis sekali. “Mereka menjadi satu seperti Aku dalam Bapa, Bapa dalam Aku! Mereka dalam Kita!” Sesuatu yang sangat tidak logis. Yang sulit dimengerti secara matematis. KETUNGGALAN MURNI. Ini yang saya rasa kurang dikembangkan dalam kehidupan Kristen. Dan ini yang kita rasa kehilangan. Kesatuan yang utuh yang tidak terceraikan oleh apapun saja dalam kehidupan ini.
10. Kalaupun KETUNGGALAN MURNI (disingkat KM) ini terjadi dalam kehidupan Kristen, maka tidak ada perpecahan dalam kekristenan. Segala sesuatu dilihat dalam KM ini. Demikian juga penghisapan mereka yang berbeda dalam KM, ini maka segala hal yang berbeda, dapat diresap dalam kesatuan yang indah. Bukan berarti tidak adanya perbedaan lagi, tetapi perbedaan adalah sesuatu yang indah, yang menyatu dalam suatu kesatuan yang agung.
11. Manusia dalam KM adalah manusia yang lebih bicara dengan hati. Melihat sesamanya dengan perasaan yang murni. Emosionalitas yang tinggi. High Emotion. Dalam arti bukan sentimentalitas belaka, tetapi lebih menghargai sesama seperti diri sendiri yang sesungguhnya. Dia adalah aku, aku adalah dia. Apakah rasionalnya hilang? Sama sekali tidak. Rasionya menyatu dalam High Emotion.
12. KETUNGGALAN MURNI – YESUS – BAPA – AKU – SESAMAKU (Manusia dan sesama ciptaan Allah).
13. Hubungan seseorang dengan sesamanya senantiasa dalam kesatuan dengan TUHAN (BAPA ANAK ROH KUDUS)
manusia – TUHAN – manusia (termasuk alam).
manusia – ROH – manusia (termasuk alam).
manusia – SALIB – manusia (termasuk alam).
hati manusia – HATI TUHAN – hati manusia.
14. Apakah kepentingan diri lenyap dalam KM ini? Ini memang sering menjadi hal yang sangat diresahkan oleh kebanyakan orang. Mengapa lenyapnya kepentingan diri harus diresahkan? Kalau sudah dalam kesatuan maka orang tidak lagi mementingkan dirinya lagi. Segala sesuatu dihayati dalam kepentingan kesatuan.
15. Sebenarnya dalam pengajaran Kasih dari Tuhan Yesus, orang diajarkan untuk tidak mementingkan diri sendiri. Egoisme harus lenyap sama sekali. Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri. Jika kamu menganggap sesuatu penting untuk dirimu sendiri, maka demikian juga itu adalah penting untuk sesamamu. Apalagi dalam mengasihi TUHAN, manusia harus mengasihi dengan segala sesuatu dalam dirinya, kepentingan diri harus tidak boleh terjadi sama sekali.
16. Ritual yang lebih kena untuk bisa melakukan penghayatan KM ini, adalah ibadah meditasi. Ibadah pengheningan. Ibadah kebungkaman. Ibadah sunyi. Ibadah ini bukan berarti tanpa kata, musik dan nyanyian. Tetapi segalanya diatur untuk lebih memampukan orang berbungkan dalam penyatuan.
TEOLOGI
saya tertarik dengan diskusi tentang mistik kristiani. setahu saya, sebagai orang katolik, mistik kristiani sudah ada sejak lama dan sudah menjadi pergumulan (bahkan kerap menjadi bahan perbantahan diantara para bapa Gereja) sejak awal gereja ada.
secara etimologis kata mysticism, berarti berkaitan dengan sesuatu yang msiteri. Dalam pengertian filosofis, mistik adalah kerinduan atau kecenderungan religius dari jiwa manusia untuk bersatu dengan YANG ILAHI. Karena itu mistik sebenarnya ada dalam SETIAP tradisi agama.
saya kira jalan mistik, adalah titik temu, dimana tiap agama menemukan satu bahasa yang sama.
Comment by agung wahyudianto — October 23, 2007 @ 9:11 pm
Sesuatu yang mistik menurut saya adalah hal-hal yang mana tidak bisa di capai oleh otak dan pikiran manusia,kalo kita lihat kisa para nabi-nabi segala yang mereka lakukan adalah hal2 yang luar biasa,seperti musa membelah laut,kalo di pikir dengan cara akal engga dapat,tapi dimana apabila ada Roh Tuhan yang menyatu dengan jiwa manusia dan roh manusia itu sendiri maka bisa terjadi hal-hal yang diluar nalar,
maka nya saya juga heran.mengapa kekristenan indonesia terlalu di pengaruhi oleh barat,sehingga banyak orang kristen yang melakukan kebaikan berdasarkan rumusan , contohnya kalo dia baik mengapa aku engga baik,padahal selama ini aku dah berlaku baik sama orang itu tapi menggapa dia engga baik sama ku.ini adalah suatu hal yang sangat rasional sekali,
beda hal apabila diri kita mempunyai satu kesatuan dengan Sang Juruslamat engga bkalan kita berkata demikian dan engga akan mengharpkan imbalan apa2 dari manusia.
saya pribadi sebenarnya dah jenuh dengan kristen yang ada saat ini khusus nya indonesia,selama ini saya mau mencari kristen yang mengajarkan hal2 yang lebih ke “mistik”
tolong yah pak kalo ada artikel yang kayak beginian tolong dikirim ke email saya yah
dori@bona-gallery.com
Comment by dorigirsang — September 7, 2008 @ 6:27 pm