FORUMTEOLOGI
Karya tulis Anda menghidupkan kami

May 29, 2007

AGAMA YANG DEMOKRATIS

Filed under: Agama dan Masyarakat — admin @ 12:35 am

Karya: Andri Purnawan

Bicara soal agama dan demokrasi adalah membicarakan “sesuatu” yang berbeda tetapi sama. Secara ontologis agama diyakini sebagai sebuah sistem keyakinan yang mengajarkan penyerahan diri secara total manusia kepada “Tuhannya”-aspek vertikal. Sedangkan demokrasi adalah sebuah konsep produk manusia yang mengedepankan proses tawar menawar antar manusia –baik secara personal maupun komunal, dan jelas penekanannya pada aspek horisontal. Agama menuntut penyerahan diri sepenuhnya akan kehendak Tuhan, sedangkan demokrasi menuntut kesediaan untuk berkompromi dengan memegang kehendak orang lain seraya mengorbankan sebagian kehendak kita. Yang menjadi persoalan adalah apakah kedua hal tersebut dapat saling mengisi…????

Sesungguhnya baik agama maupun demokrasi merupakan sebuah fenomena dan realitas budaya. Artinya yang menjadi subjek keduanya adalah manusia. Meskipun dikatakan bahwa agama itu datangnya dari Tuhan, makna dan aktualisasi agama baru akan terwujud ketika agama itu dipahami, dihayati, dan dihayati oleh pemeluknya dalam realitas budaya. Jadi meski secara ontologis berbeda, keduanya diaktualisasikan dalam wilayah yang sama, yakni dunia manusia dengan segala kompleksitasnya. Selain itu keduanya dihadirkan manusia dalam rangka merajut “damai” dalam hidupnya. Hal ini dibuktikan dengan kentalnya nilai-nilai kemanusiaan pada agama besar di Indonesia misalnya. Oleh sebab itu pandangan yang menyatakan bahwa nilai kebenaran dan kemanusiaan hanya ada dalam agama tertentu adalah pandangan yang ekslusif dan sektarianistik. Dan di konteks Indonesia pandangan seperti itulah yang membuat konflik dan perpecahan antar agama.

Bila cita-cita demokrasi dan misi agama adalah mewujudkan damai sejahtera dalam hidup manusia, mestinya agama dan demokrasi saling mengisi. Agama sebagai pedoman dan kontrol yang datang dari atas, sementara demokrasi merupakan dinamika etis yang datang dari bawah. Semakin tinggi kesadaran beragama seseorang, seharusnya semakin demokratis pula dia, dan semakin demokratis seseorang, akan semakin toleran terhadap pluralitas agama yang ada.

Selama ini agama ( sebagai lembaga) cenderung menjauh dari realitas sosial. Padahal agama mempunyai misi profetis yang seharusnya justru berdialog dengan kenyataan sosial, untuk menegakkan nilai-nilai kemanusiaan. Tegasnya agama dan sikap keberagamaan bukanlah wilayah tertutup untuk bersembunyi dan bersifat curiga terhadap dinamika budaya yang ada dan berkembang kini.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

Powered by WordPress