<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/wordpress-mu-1.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: YESUS MEMBAWA PEMISAHAN LUKAS 12 : 49-53</title>
	<link>http://forumteologi.com/blog/2007/06/22/yesus-membawa-pemisahan-lukas-12-49-53/</link>
	<description>Karya tulis Anda menghidupkan kami</description>
	<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 17:17:02 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=wordpress-mu-1.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: Al Sonny Aryanto</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/06/22/yesus-membawa-pemisahan-lukas-12-49-53/#comment-103</link>
		<author>Al Sonny Aryanto</author>
		<pubDate>Sat, 30 Jun 2007 05:06:17 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/06/22/yesus-membawa-pemisahan-lukas-12-49-53/#comment-103</guid>
		<description>Saya sungguh senang membaca artikel yang telah dimuat ini. Banyak sekali informasi yang saya dapatkan. Terlepas dari semua itu ada beberap hal yang hendak saya sampaikan  mengenai artikel yang bersangkutan. 
1. Dalam menafsirkan KITAB SUCI (selanjutnya disingkat KS) sebaiknya perikop demi perikop jangan dipisahkan. Saya sungguh menyayangkan pemisahan yang telah dilakukan di dalam telaah tafsir ini. Padahal jika penulis sungguh cermat dengan apa yang hendak ditafsirkan baik perikop sebelumnya dan sesudahnya adalah dua hal yang berhubungan. Saya hanya menyarankan agar penulis coba mengacu pada buku tafsir The Jerome Biblical Comentary sebabagai pembanding mungkin akan lebih bermanfaat dan memiliki bobot yang kuat atas tafsiran yang telah ditulis diatas. 
2. Kritik saya, penulis sungguh melupakan bahwa tradisi Lukas cenderung mengacu pada Markus sebagai Injil yang memuat hampir kebanyakan dalam Sinoptik, kecuali Injil Yohanes. KS sendiri disusun bukan pada waktu bersamaaan karena tradisi Kekristenan Injil Markus diyakini sebagai yang pertama, jadi setidaknya dalam memberikan tafsiran janganlah lepas bebas sesuai dengan apa yang kita mau dan menurrut kira-kira saja sebab hal itu sama saja dengan spekulasi.
3. Selanjutnya, Saya sungguh mempertanyakan bagaimana bisa dimensi eskatologis dari Yesus Kristus dilupakan oleh anda sebagai penulis tafsir ini, padahal dimensi eskatologis Yesus merupakan unsur yang terpenting dan seharusnya tidak anda lupakan. jika anda mencermati kedatangan Yesus sudah terpenuhi, namun akan tetap terpenuhi hingga akhir jaman. jadi dimensi Eskatologis adalah sesuatu yang penting di dalam karya Penebusan Isa Almasih.
4. Coba lebih dicermati kembali penafsiran Lukas 12: 49 mengenai "Api". bandingkanlah dengan tafsiran modern sekarang ini.
5. terkahir, diperbaiki kembali cara penulisan dan pengolahan kata yang termuat dalam artikel anda sehingga daapat sedemikian rupa mencerminkan Bahasa Indonesia yang baik. Trimakasih!


Wasalam....!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sungguh senang membaca artikel yang telah dimuat ini. Banyak sekali informasi yang saya dapatkan. Terlepas dari semua itu ada beberap hal yang hendak saya sampaikan  mengenai artikel yang bersangkutan.<br />
1. Dalam menafsirkan KITAB SUCI (selanjutnya disingkat KS) sebaiknya perikop demi perikop jangan dipisahkan. Saya sungguh menyayangkan pemisahan yang telah dilakukan di dalam telaah tafsir ini. Padahal jika penulis sungguh cermat dengan apa yang hendak ditafsirkan baik perikop sebelumnya dan sesudahnya adalah dua hal yang berhubungan. Saya hanya menyarankan agar penulis coba mengacu pada buku tafsir The Jerome Biblical Comentary sebabagai pembanding mungkin akan lebih bermanfaat dan memiliki bobot yang kuat atas tafsiran yang telah ditulis diatas.<br />
2. Kritik saya, penulis sungguh melupakan bahwa tradisi Lukas cenderung mengacu pada Markus sebagai Injil yang memuat hampir kebanyakan dalam Sinoptik, kecuali Injil Yohanes. KS sendiri disusun bukan pada waktu bersamaaan karena tradisi Kekristenan Injil Markus diyakini sebagai yang pertama, jadi setidaknya dalam memberikan tafsiran janganlah lepas bebas sesuai dengan apa yang kita mau dan menurrut kira-kira saja sebab hal itu sama saja dengan spekulasi.<br />
3. Selanjutnya, Saya sungguh mempertanyakan bagaimana bisa dimensi eskatologis dari Yesus Kristus dilupakan oleh anda sebagai penulis tafsir ini, padahal dimensi eskatologis Yesus merupakan unsur yang terpenting dan seharusnya tidak anda lupakan. jika anda mencermati kedatangan Yesus sudah terpenuhi, namun akan tetap terpenuhi hingga akhir jaman. jadi dimensi Eskatologis adalah sesuatu yang penting di dalam karya Penebusan Isa Almasih.<br />
4. Coba lebih dicermati kembali penafsiran Lukas 12: 49 mengenai &#8220;Api&#8221;. bandingkanlah dengan tafsiran modern sekarang ini.<br />
5. terkahir, diperbaiki kembali cara penulisan dan pengolahan kata yang termuat dalam artikel anda sehingga daapat sedemikian rupa mencerminkan Bahasa Indonesia yang baik. Trimakasih!</p>
<p>Wasalam&#8230;.!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
