<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/wordpress-mu-1.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: MEJA PERJAMUAN TUHAN  atau MEJA GEREJA ?</title>
	<link>http://forumteologi.com/blog/2007/07/06/meja-perjamuan-tuhan-atau-meja-gereja/</link>
	<description>Karya tulis Anda menghidupkan kami</description>
	<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 16:52:56 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=wordpress-mu-1.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: Victor Hutauruk</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/07/06/meja-perjamuan-tuhan-atau-meja-gereja/#comment-54003</link>
		<author>Victor Hutauruk</author>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 05:31:29 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/07/06/meja-perjamuan-tuhan-atau-meja-gereja/#comment-54003</guid>
		<description>Saya tertarik membaca tulisan ini. Kalau begitu, mungkin salah satu implementasi dari perjamuan kudus di jemaat kami adalah Ibadah Lansia dan diakonia. Disana orang-orang lanjut usia berkumpul dan demikian juga warga jemaat yang dianggap/meganggap diri lemah dari segi ekonomi untuk beribadah bersama. Ada makan bersama. Pada kesempatan itu gereja memberi/membagikan bantuan dana tertentu dan bingkisan/bantuan natura. Apakah bentuk seperti ini yang diminta dari makna perjamuan kudus? Tetapi memang dalam ibadah itu tidak melibatkan seluruh warga jemaat. Hanya gereja/warga jemaat membagikan/menitipkan yang ada padanya untuk mereka yang membutuhkan itu (lansia dan mereka yang dianggap lemah tadi). Atau, acara bakti sosial yang dilakukan gereja terhadap warga masyarakat sekitar gereja dengan membagikan bahan sembako dan pengobatan gratis bagi mereka yang merasa kurang mampu? Acara ini dijadwalkan 3 kali dalam setahun. Sementara ibadah perjamuan kudus yang dijadwalkan 4 kali setahun dengan makan roti dan minum anggur dalam ibadah di gedung gereja memang nampaknya hanya menekankan ajakan agar warga jemaat bersedia menderita di dalam penderitaan Kristus agar beroleh kemenangan di dalam kemenangan Kristus yang bangkit itu Dengan mengikuti perjamuan kudus (makan roti dan minum anggur yang adalah lambang tubuh dan darah Kristus) warga jemaat diajak bersedia berjuang melakukan kebenaran dan keadilan (dalam kehidupannya sehari-hari) walau sulit dan berat bahkan membuat menderita sebab Tuhan akan menolong karena Ia telah menang/bangkit sehingga umat yang mengikutiNya akan beroleh kemenangan di dalam kemenanganNya itu. Benarkah demikian?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tertarik membaca tulisan ini. Kalau begitu, mungkin salah satu implementasi dari perjamuan kudus di jemaat kami adalah Ibadah Lansia dan diakonia. Disana orang-orang lanjut usia berkumpul dan demikian juga warga jemaat yang dianggap/meganggap diri lemah dari segi ekonomi untuk beribadah bersama. Ada makan bersama. Pada kesempatan itu gereja memberi/membagikan bantuan dana tertentu dan bingkisan/bantuan natura. Apakah bentuk seperti ini yang diminta dari makna perjamuan kudus? Tetapi memang dalam ibadah itu tidak melibatkan seluruh warga jemaat. Hanya gereja/warga jemaat membagikan/menitipkan yang ada padanya untuk mereka yang membutuhkan itu (lansia dan mereka yang dianggap lemah tadi). Atau, acara bakti sosial yang dilakukan gereja terhadap warga masyarakat sekitar gereja dengan membagikan bahan sembako dan pengobatan gratis bagi mereka yang merasa kurang mampu? Acara ini dijadwalkan 3 kali dalam setahun. Sementara ibadah perjamuan kudus yang dijadwalkan 4 kali setahun dengan makan roti dan minum anggur dalam ibadah di gedung gereja memang nampaknya hanya menekankan ajakan agar warga jemaat bersedia menderita di dalam penderitaan Kristus agar beroleh kemenangan di dalam kemenangan Kristus yang bangkit itu Dengan mengikuti perjamuan kudus (makan roti dan minum anggur yang adalah lambang tubuh dan darah Kristus) warga jemaat diajak bersedia berjuang melakukan kebenaran dan keadilan (dalam kehidupannya sehari-hari) walau sulit dan berat bahkan membuat menderita sebab Tuhan akan menolong karena Ia telah menang/bangkit sehingga umat yang mengikutiNya akan beroleh kemenangan di dalam kemenanganNya itu. Benarkah demikian?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
