FORUMTEOLOGI
Karya tulis Anda menghidupkan kami

August 6, 2007

Kristus (Kristologi) dan Para Buruh

Filed under: Kristologi — admin @ 7:01 pm

Karya: Iswanto, kategori: Pilihan Dosen

Ketika kepada kita dipertanyakan apakah kita masih membutuhkan Kristologi? Tentu jawabannya secara tegas dan pasti adalah ya!! Kita masih membutuhkan Kristologi, kenapa kita membutuhkan Kristologi adalah karena dalam Kristuslah seluruh kesaksian iman Kristen mendapat maknanya. Kristuslah yang menjadikan kekristenan unik. Keunikan kekristenan bukanlah ajaran tentang kasih sebagaimana yang mungkin banyak dipikirkan oleh orang Kristen. Dalam kenyataannya adalah sautu arogansi jika kita membuat pernyataan seperti itu karena Islam, Yahudi, Hindu dan juga Budhapun mengajarkan tentang kasih dan mempraktekkannya dalam kehidupan. Christian witness is unique because it consists of a person. A very concrete, historical, definite, unmistakable, and irreplaceable person with the name Jesus of Nazareth. Jadi Yesuslah yang menjadi ciri khas dari Kristen. Ciri khas Kristen adalah pengakuan bahwa Yesus adalah Kristus. Kristus artinya yang diurapi/dipilih Allah untuk menjadi penyelamat. Hans Kung, seorang teolog Roma Katolik yang terkemuka, mengatakan dalam bukunya yang berjudul On Being A Christian bahwa predikat/ciri Kristen adalah :
“The special figure the most fundamental characteristic of Christianity is that it considers that Jesus is automatically decisive, definitive, archetypal, for man relation with God, for man relation with fellowman, and with society”.
Itulah ciri khas Kristen an mengakui seperti itu sebagai pernyataan adlaah menunjuk kepada suatu perbuatan yang konkrit dan bukan suatu perbuatan yang verbal.

Ketika Kristus ataupun Kristologi masih dibutuhkan dan menentukan bagi kita bagaimana Kristologi tersebut menanggapi konteks Indonesia sekarnag berkaitan dengan kondisi sosial. Pada tanggal 1 Mei kemarin diperingati sebagai hari Buruh Sedunia dan sebagai peringatan akan hari tersebut ribuan bahkan ratusan ribu buruh turun ke jalan. Selain dalam rangka memperingati hari buruh sedunia para buruh juga mempunyai tuntutan yang lain dengan aksi mereka. Mereka menuntut agar upaya pemerintah untuk merevisi Undang-undang Ketenagakerjaan agar dihentikan. Para buruh tidak mau ada perubahan atau revisi apapun sehubungan dengan Undang-undang ketenagakerjaan tersebut. Dalam pandangan para buruh upaya untuk merevisi ataupun “menyempurnakan” undang-undang tersebut pada akhirnya akan merugikan para buruh dan semakin memojokkan keadaan mereka. Untuk itu para buruh mogok dan berdemo agar jangan sampai terjadi perubahan atas undang-undang yang mengatur tentang ketenagakerjaan yang sudah ada. Undang-undang tersebut bagi buruh sudah merupakan keputusan final yang tidak bisa lagi diganggu gugat oleh siapapun bahkan oleh pemerintah sendiri. Sedemikian kerasnya tuntutan buruh sehingga kita sempat melihat tindakan-tindakan “anarkis” dalam aksi mereka.

Ketika Kristus menentukan bagi setiap aktivitas kekristenan maka akan timbul pertanyaan bagaimanakah gambaran Kristus yang akan menjawab/muncul dalam konteks seperti itu. Model Kristologi seperti apa bagi kaum buruh, apakah Kristus tampil sebagai tokoh spiritual yang hanya akan memberikan wejangan-wejangan rohaninya tanpa peduli pada penderitaan kaum buruh, atau Kristus tampil sebagai Borjuis/pemilik modal yang murah hati yang memberikan gaji tinggi kepada para buruhnya atau Kristus sendiri tampil sebagai seorang buruh yang justru malah menggerakkan aksi-aksi buruh untuk memperjuangkan hak-hak mereka, atau Kristus tampil sebagai Tuhan yang diatas surga sana yang hanya mendengarkan doa-doa dari para buruh, ataukah Kristus tampil sebagai orang Departemen Tenaga Kerja (Pemerintah) yang turut menyuarakan kepentingan para buruh. Dalam menghadapi suatu konteks sosial tertentu bisa muncul bermacam-macam Kristologi yang berbeda-beda, bahkan adapula yang bertentangan satu dengan yang lainnya. Lalu Kristologi apa atau yang bagaimana yang setidaknya tepat bagi para buruh? Siapakah Kristus bagi para buruh? Bagi kepentingan dari kemanusiaan Kristus dan juga kepentingan kemanusiaan dan ekspoitasi kaum buruh dalam suatu sistem kapitalis Bonhoeffer memberikan pernyataan teologisnya :
The proletarian does not say, “Jesus is God”. But when he says, “Jesus is a good man”, he is saying more than the bourgeois says when he repeats, “Jesus is God”. God is for him something belonging to the church. But, Jesus can be present on the factory floor as the socialist; at a political meeting, as an idealist; in worker’s world, as a good man. Ge fights in their ranks against the enemy, capitalism.

Bagi para buruh maka Kristus bisa hadir bukan pertama-tama mengacu pada Dia sebagai Allah, melainkan sebagai ‘saudara dan tuan’. Dalam berita injil pun Yesus juga ditampilkan sebagai seorang humanis yang berbela rasa dengan mereka yang tertindas. Mengkritik ‘politik ketahiran’ yang berangkat dari konsep imitatio Dei (Imamat 19:2) terciptalah suatu sistem yang justru membikin sekat-sekat antara manusia, antar akudus dan najis, kaya-miskin, laki-laki perempuan, sehat cacat. Kedatangan Yesus untuk mempermaklumkan Allah yang berbelarasa (Lukas 6:36) Allah yang meraja adalah Allah yang adil, yang melindungi mereka yang tak berdaya agar persaudaraan semua orang dapat tercipta. Cinta menuntut keadilan serta merupakan terang dan daya untuk mengenali dan memenuhi tuntutan-tuntutan keadilan dalam situasi-situasi yang berubah.

Revolusi industri dan gaya produksi kapitalis menimbulkan bentuk penderitaan yang baru: penderitaan yang jelas-jelas disebabkan oleh manusia, bukan oleh bencana alam atau kemiskinan tradisional. Kapitalismen memandang tenaga kerja buruh sebagai faktor produks saja yang diperlukan menurut hukum pasar bebas, tepatnya menurut hukum permintaan dan penawaran. Maka buruh jatuh kepada belenggu kemiskinan dan ketergatungan yang menghina martabat mereka sebagai manusia dan membawa penderitaan yang amat besar. Karena itu Kristologi dan para buruh setidaknya juga harus mempunyai implikasi ekklesiologis yaitu bagaimana gereja juga harus terlibat atau sadar akan masalah-masalah sosial dari suatu sistem yang membelenggu, sebagaimana Kristus yang berbela rasa.

3 Comments »

  1. Bagi kaum buruh, Kristus dapat dipahami sebagai manusia yang sama-sama pernah merasakan penderitaan, bahkan Salib-Nya lebih berat dibandingkan penderitaan kaum buruh itu sendiri. Namun pemahaman tidak dapat hanya berhenti di situ saja, karena Ia juga bangkit dari penderitaan itu dan mengalahkan segala penderitaan di dunia. Buruh juga harus bangkit untuk keluar bebas dari penderitaannya, dengan cara yang dapat dipilih sendiri oleh mereka, bersama-sama dengan sesama rekannya. Perjuangan mereka tidaklah harus melawan tuannya, tetapi berdialog bersama untuk meningkatkan kesejahteraannya sesuai kemampuan tuannya / perusahaannya. Nah, disinilah peran Gereja untuk terus mendorong umatnya, baik itu kaum buruh ataupun kaum tuan untuk selalu sadar akan pentingnya pemberantasan kemiskinan struktural kaum buruh.

    Dengan demikian Kristus sungguh-sungguh hadir di tengah dunia.

    Comment by christ — October 14, 2007 @ 9:01 am

  2. Kristologi bagi para buruh lebih kepada “BAGAIMANA DIA MENJADI SAHABAT YANG SEJATI” artinya kristus harus dipandang sebagai sahabat sejati yang bukan hanya sekedar harapan tetapi menjadi kenyataan. Penderitaan para buruh perlu jalan keluar dan HANYA DIA YANG MAMPU menjawab semua pergumulan para buruh. Kata kuncinya adalah TERIMA DIA sebagai TUHAN dan JURUSELAMAT. GBU

    Comment by Wahyu_BR — December 19, 2007 @ 4:29 am

  3. pada intinya buruh memang menjadi masalah kita bersama. saya adalah seorang seminaris. d thn ke 3 ini saya akan membuat karya tulis ttg buruh indonesia, khususnya masalah2 buruh di indonesia. maka dai itu saya memohon bantuan data dari anda. saya yakin dengan karya tulis ini saya akan dapat memberikan umbangsih yang berguna untuk memperjuangkan kesejahteraan buruh, meskipun iti hanya sekecil biji sesawi. seminary st petrus canisius mertoyudan.

    ~be salt and light to and with the others~

    Comment by theodorus — August 30, 2008 @ 9:34 pm

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

Powered by WordPress