Diskusi Islam Liberal
Oleh: Martin Krisanto N.
Pengantar:
Saya mengusulkan kepada para pembaca agar menggumulkan pada perspektif bagaimanakah kita meletakkan diri dalam menyoroti dunia Islam Liberal khususnya di Indonesia. Saya masih teringat pernyataan Zuly Qodir dalam wawancara seputar dakwah Islam, yang mengungkapkan bahwa cara pandangnya hanyalah mewakili sekelompok kecil atau minoritas dari keseluruhan Islam di Indonesia, dan demikian halnya dengan kelompok Islam yang sering diberi emblem “radikal atau fundamental” yang bukan kebetulan juga merupakan kelompok yang vokal.
Untuk sementara ini, saya mengusulkan posisi sebagai “saksi bisu” yang senantiasa duduk mengamati mekanisme dari dunia komunikasi tertulis yang tersedia walau terbatas. Mengapa ini penting, agar kita tidak menjadi pengamat yang menganggap paham dan mengerti persis duduk permasalahan dalam dunia teologi Islam tersebut.
Komentar:
Terhadap buku “Menjadi Islam Liberal” karya Ulil Abshar-Abdalla;
Ketika beliau mengatakan bahwa cara pandang yang “memonumenkan” berbahaya bagi kemajuan Islam, jika dengan asumsi bahwa Ulil, dkk adalah bagian dari kemajuan Islam, toh pandangan yang ada tentu sudah mengkontribusi banyak sebagai landasan tolak pikir, seakan-akan pembaharuan yang dibawa Ulil melupakan aspek pergeseran penting bahwa dunia teologi Islam menurut hemat saya merupakan dimensi masa lampau, sekarang dan masa depan. Yang menjadi pertanyaan apa yang melatarbelakangi ke “sentimenan” nya? Sementara beliau tidak meletakkan pandangan teologis yang melatarbelakangi pemikirannya dan lebih banyak menyuarakan kritik, kelemahan dan kekurangan pihak yang dianggapnya berseberangan dan perlu ditinggalkan.
Terhadap buku “Islam Liberal” Zuly Qodir;
Menarik bahwa Zuly mengamati bagaimana mekanisme gerakan fundamental yang kurang lebih ditimbulkan karena umat Islam yang senantiasa dipinggirkan dalam percaturan politik di Indonesia sebagai umat mayoritas (hal 8-9). Pertanyaannya, ketika Zuly mengatakan umat Islam, yang menarik dalam kubah pemikiran Islam Liberal yang notabene memisahkan antara politik dan agama (seperti Ulil) seakan-akan mendobrak pemikiran konservatif yang dimitoskan bahwa kekuatan politik Indonesia selama ini serentak merupakan kekuatan agama. Jika demikian maka pemahaman Zuly seakan berseberangan dengan pandangan Ulil yang melihat pencampuran itu, atau yang terjadi bahwa pemerintahan Indonesia yang mengakar selama 30 tahunan itu adalah pemerintahan yang totaliter, sehingga semua pilar yang ada dikendalikan oleh Pemerintah. Apakah benar demikian?
Terhadap buku “Islam Liberal” karya Adian Husaini & Nuim Hidayat;
Berangkat dengan sikap yang memihak pada pandangan Islam Liberal maka saya justru mengambil sikap terbuka (berusaha mengimbangi apa yang Ulil sikapi) terhadap tuduhan Adian yang mengatakan bahwa ada yang membingungkan: kata Islam yang artinya pasrah, yang tentu dalam dunia pemikiran yang bersih atau jauh dari alam “pasrah bongkokan” karena lebih dipandang sebagai suatu ketaatan total, menjadi kontra produktif ketika digabungkan dengan kata :”liberal” dan ini menurutnya tidak berhasil diselesaikan oleh Charles Kurzman dalam bukunya “Wacana Islam Liberal”. Apa yang sesungguhnya melatarbelakangi diskusi ini, biarlah pertanyaan demi pertanyaan akan ditelusuri sepanjang perjalanan studi literatur Islam Liberal?
TEOLOGI
Mainstream PEmikiran JIL.
Mainstream pemikiran JIL di Indonesia sangat Kristensentris. Tokoh-tokoh yang ada di sana sangat “reserveable” alias tidak menganggap diri mereka sebagai “jalan kebenaran dalam menafsirkan Islam”. Kiblat pemikiran mereka adalah tradisi Kristen. Sadar atau tidak, orang Nasrani sangat diuntungkan dengan kehadiran JIL, karena dianggap sebagai jalan tengah antara Islam Tradisi dan Islam Pesantren (yang terkenanl dengan Kitab Kuningnya) di Indonesia. pemikiran-pemikiran JIL sangat respek dengan pandangan-pandangan teologia Nasrani tentang Islam itu sendiri dan seringkali menjadi referensi utama pemikiran mereka. Ada sebuah referensi yang dituliskan dan diterbitkan dalam sebuah Koran Nasional, yang intinya adalah: “Muhammad - dan kenabiannya, bukan pengakuan yang turun dari langit, tetapi sebagai ‘peniruaan’ tradisi kenabian dalam Yahudi dan Nasrani (kediua Agama ini subur dengan tradisi kenabian). Jika Muhammad sendiri memerlukan cendikiawan Nasrani dan rabi-rabi Yahudi pada Zamannya untuk bisa eksis, mengapa para pengikutnya (murid-muridnya) kemudian, mengajarkan Islam yang bermuka gelap? Padahal hal-hal fundamental, termasuk Tauhid, syariah dan sebagainya di Islam adalah bagian dari tradisi Nasrani atau Yahudi. Karena mainstream pemikiran seperti inilah, maka kalangan NU, Muhammadiah dan mazhab-mazhab di seluruh dunai lainnya sangat tidak respek dan anti pati dengan kalangan JIL.
Salam
Comment by Riwon Alfrey — October 15, 2007 @ 1:36 am
Setuju dengan pandangan yang di atas,
Kunjungilah indonesia.faithfreedom.org untuk keterangan lebih lanjut!!
Comment by Irwan Djunaidi — October 21, 2007 @ 12:24 am
Islam itu ga mengenal islam liberal..itu buatan ulil dan tokoh lainnya..mereka itu mengacak2 Al-Quran Dan Hadist dengan pikiran mereka sendiri…kebanyakan dari mereka belajar ilmu filsafat yg dibuat oleh barat…pikiran mereka kacau dan ngawur……apa itu plural,liberal,demokrasi,sekular,itu semua membuat sengsara….sudah terbukti. muslim yg baik mengikuti Sunah Nabi Muhammad SAW dan Al-Quran…tetapi mereka tidak….malah menentang
Comment by Zaky Aldheani — July 7, 2008 @ 1:30 am
Tadinya saya juga punya kebencian terhadap keyakinan yg tidak sama dengan saya. Saya menganggap aliran islam yg tidak ada didalam hadits Nabi, dan tidak sesuai dengan Al Quran (padahal saya tidak pelajari sejarah Quran juga, hanya ikuti saja perkataan para orang tua maupun ulama/kyai kebanyakan)adalah salah besar. Sampai timbul perenungan dalam hati kecil saya, bagaimana nasib bayi yg dilahirkan dirahim orang nasrani,yahudi,hindu,budha,atau agama lainnya. Alangkah kasihannya bayi ini, tentu setelah dewasanya dia akan seperti saya, yg akan menelan keyakinan orang tuanya, dan menganggap diluar itu salah. Oh dimana keadilan Tuhan. Akhirnya saya mulai pelajari ,dimulai dari Al Quran. Saya pelajari sejarahnya dan terjemahannya. Saya semakin takjub ketika saya tinggal di Yaman, dan saya membeli Al Quran yg ternyata terjemahan Inggris. Subhanallah, ternyata terjemahannya ada yg berbeda dengan terjemahan Depag di Al Quran kita. Terutama dalam menyikapi keyakinan agama lain. Diterjemahan itu dikatakan “tidak akan diterima suatu keyakinan kecuali keyakinan islam “dimana islam diterjemahkan sebagai perilaku yg mencerminkan sifat sifat Tuhan, misalnya pengasih , penyayang,adil,bijaksana sesama manusia. Sedangkan diterjemahan Depag diterjemahkan “tidak akan diterima agama, kecuali agama islam”. Hal ini tentu menjadi lebih sempit. Yang akhirnya membuat saya tidak selalu memegang terjemahan Depag (departemen agama).
Dari sinilah akhirnya saya bisa bangga pada Tuhan saya, ternyata Tuhan yg saya sembah Maha Adil. Dengan demikian terjawablah sudah pertanyaan saya, bahwa bayi bayi dari rahim umat kristen, yahudi maupun agama lain, yg mampu bersikap islam (misalnya berkasih sayang terhadap sesamanya), maka mereka juga bisa menikmati surga. Coba kalau anda tidak percaya, carilah dalam kamus arab yg lengkap, apa sebenarnya arti “ISLAM”. Mungkin jalan pikiran anda akan berbeda…..
Comment by rhasa pansy — August 14, 2008 @ 11:16 am
Persatuan islam adalah kata kunci untuk menangkal segala macam usaha dari orang - orang terkutuk untuk menghancurkan islam,kalau memang dengan jalan damai (dialog) tidak tercapai kedamaian mengapa tidak kita lakukan dengan jalan yang lain (jihad).
Comment by Muhamad Ali — August 15, 2008 @ 7:04 pm
ya akhi lmaza turidun an takunu min abidi ahwa’ikum waa syahwatikum. tarauna masailadini bi ara’ikum anfusakum. wa ma’a anna dinal islam dinul wahyi bijanib dinil aqli.
fasri’u ila sabilisholhah………………
@saudara ahmed, ada baik nya jika anda menyertakan artinya dan maksud anda menulis kan hal tersebut di atas, sehingga komentar atau tulisan anda tidak menjadi tulisan yang sia-sia
hormat saya
dioz mahardhika
-admin-
Comment by ahmed — September 7, 2008 @ 11:15 pm
METALLIKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Comment by agus — September 16, 2008 @ 10:25 am
jujur lah menyimak hati nurani anda,karena hati nurani adalah cerminan kehendak Tuhan
camkan dalam hati, telaah dalam hati nurani, gunakan insting kemanusiaan, berangkat dari fikiran netral, hati yg bersih dari sikap serba “pokoknya”, gunakan jiwa yg bening, lalu bacalah dalam hati semua pertanyaan…
jika anda jujur pada diri sendiri…niscaya akan menemukan rahasia besar dalam kehidupan ini…bahka anda akan semakin merasakan betapa dekat Tuhan itu, ada di dalam hatimu sendiri..
untuk mencapai pemahaman tingkat tinggi anda hanya perlu mendasari dengan sikap arif bijaksana, buang lah segala emosi, nafsu amarah, karena nafsu itu lah setan sejati…yg bersemayam di dalam hati.
pertanyaan2 berikut tak perlu anda awab, jawab lah dalam fikiran yg bening dan hati yg bersih, cara menjawab jangan menggunakan dalil atau dogma (yg tak bisa didikusikan), tapi gunakanlah hati nurani anda :
1. Tuhan berbeda dengan makhluk, siapa yg memberi nama tuhan sebagai Allah, Alloh, Tuhan, Tuang Alah, Pi khong, Dewa, Hyang Widhi, Gusti Pengeran, God, Dzat, dst ? apakah gara-gara perbedaan huruf vokal dan kata2 akan menghantarkan seseorang masuk neraka atau surga ? bukankah hampir semua umat, memeluk salah satu agama hanya faktor kebetulan saja ikut2an agama ortu anda. bukan atas kesadaran komparatif setelah anda mempelajari semua agama di muka bumi.
2. Sembahyang itu wajib, siapa yg mewajibkan, Tuhan atau manusia ?
anda sendiri kah yg mewajibkan, ken sebagai makhluk ciptaan Tuhan, anda memiliki tingkat kesadaran diri yg sangat tinggi sebagai mahluk yg selalu berhutang rahmat dan anugrah pd Tuhan, atau Tuhan yg tak rugi jika tak disembah manusia sejagad raya ini yg mewajibkan ?
3. Anda melaksanakan sembahyang (misalnya; shalat) apa motifasi anda ? apakah anda melaksanakannya karena takut neraka dan pamrih pahala ? atau anda memiliki kesadaran tingkat tinggi sbg makhluk ciptaan Tuhan, yang menganggap bahwa sembahyang adalah kebutuhan anda sendiri ? jika memang anda yg butuh sembahyang, lantas mengapa anda masih sibuk menghitung dan mengharap-harap mendapat pahala ? dan sembahyang atas dorongan ketakutan neraka ? anda patuh pada Tuhan karena “stick and carrot” ? bukankah hal itu merupakan sumber kepatuhan binatang sirkus ?
4. dikatakan bahwa pada bulan suci ramadhan, semua setan demit iblis dibelenggu Tuhan. Tapi mengapa pada bulan ramadhan masih ada orang saja yg kesurupan ? masih ada kasus pembunuhan, perkosaan, tawur, korupsi, judi, bohong, maling, mabok ? lantas kejahatan itu muncul atas bisikan siapa? setan kah atau hati (nafsu hawa) anda sendiri ? lalu yg membelenggu setan itu siapa, Tuhan atau diri kita sendiri yg membelenggu ?? jangan-jangan yg namanya setan itu tdk lain adalah hati kita yg memproduksi nafsu angkara kita sendiri (lauwamah, amarah, supiyah) ?
4. Mengapa semua umat dari agama manapun sering merasakan “sentuan” kekuasan Tuhan dalam bentuk ; wahyu, karomah, terkabul doanya, kekuasaan Tuhan begitu dekat. padahal nama Tuhan mereka semua berbeda-beda.
5. Musibah, bencana, dan wabah..anda anggap sebagai cobaan dari Tuhan untuk orang2 yg beriman. atau bentuk teguran, hukuman, azab bagi manusia agar pandai bersyukur ?
6. Apakah anda termasuk orang yg masih selalu menghitung2 pahala dan dosa dalam melakukan suatu kebaikan ? ITULAH BENTUK KETIDAK PUASANYA, kebaikan, sembahyang, amal adalah kebutuhan kita sendiri untuk mendapatkan RIDHO Allah, tapi mengapa anda mengemis-ngemis upah pada Tuhan. seumpama anda mahasiswa/i yg minta bimbingan skripsi kpd dosen pembimbing, tetapi anda juga minta upah dari dosen pembimbingmu ? bukan kah ini menjadi perbuatan serakah, lancang, tak tahu malu, tak tau diri. di mana letak keikhlasan anda ? sedangkan dalam setiap kebaikan yg dilakukan anda masih menghitung2 pahala dan dosa? jenis manusia seperti ini justru paling sering mengaku dan merasa paling ikhlas beribadah (cari benernya sendiri, c
http:sabdalangit.worddpress com
Comment by sabdalangit — November 3, 2008 @ 11:03 am
UNTUK SELURUH JIWA YANG GUNDAH…
BAGI YG SUDAH SUNTUK DENGAN DOGMA
BAGI YG JENGAH DENGAN ANCAMAN NERAKA,
DAN IMING-IMING SYURGA
APA DAN SIAPAKAH TUHAN..? APAKAH AGAMA ITU ??
SIMAK DULU, HATI NURANI ANDA PAKAH SEDANG BERFIKIR..
TUHAN BERBEDA DGN MAKHLUK,
TUHAN TANPA NAMA,
TUHAN TIDAK MEMBUAT NAMA UNTUK DIRINYA SENDIRI
TUHAN ADALAH DZAT MAHA TUNGGAL
TETAPI TUHAN ADALAH DZAT YANG UNIVERSAL
TUHAN YANG ESA MILIK SELURUH MAHLUK DI JAGAD RAYA INI
SEBAB TUHAN TAK BUTUH SALAH SATU AGAMA
APAKAH MANUSA MASUK NERAKA GARA-GARA
SALAH MEMANGGIL NAMA TUHAN ???
MASUK NERAKA GARA-GARA
SALAH MENYEBUT ALLAH, ATAU ALLOH, ALLIH, ATAU PI KHONG,
ATAU SANG HYANG WIDHI
ATAU GUSTI, PENGERAN, GOD, TUANG ALAH
….DUNGU DAN ANEH SEKALI MANUSIA ITU !
AGAMA ADALAH CIPTAAN MANUSIA ZAMAN DAHULU ??!!
KENYATAAN…MANUSIA LEBIH BODOH DARI HEWAN, BINATANG DAN PEPOHONAN,
LEBIH DUNGU DARIPADA GUNUNG, SUNGAI, LAUT
MEREKA TAHU MANEMBAH KEPADA TUHAN
TAPI MEREKA TAK MEMERLUKAN SALAH SATU AGAMA
MEREKA TAHU KEBENARAN SEJATI
MEREKA BERBEDA-BEDA RAGAM DAN JENISNYA
TETAPI MEREKA TAK PERNAH BERKELAHI GARA-GARA AGAMA
TAK PERNAH MENEBAR KEBENCIAN GARA-GARA AGAMA
MANUSIA HARUS BELAJAR DARI BINATANG DAN JAGAD RAYA SEISINYA
BAGI JIWA YANG HAUS AKAN KEBENARAN,
DAHAGA AKAN SEJATINYA TUHAN
SILAHKAN TENGOK..AJARAN YG UNIVERSAL
YANG TAK BERANI MENAMAI APA TUHANNYA
AJARAN YANG TAK MAU DISEBUT AGAMA,
AJARAN TETAPI BUKAN DOGMA
AJARAN YG LUHUR, BERANGKAT DARI KETAJAMAN NURANI & BATIN
AJARAN DARI PARA PERINTIS (LELUHUR) BUMI NUSANTARA
NENEK MOYANG KITA SENDIRI
K E J A W E N
AJARAN YG SEMPAT DIREMEHKAN, DIHINA, DIANGGAP KLENIK, MISTIK
TAHYUL, MUSYRIK…..
SILAHKAN BUKTIKAN DI MANA MUSRIKNYA
PAHAMI DI MANA LETAK KELUHURANNYA
ADALAH AJARAN YG MENYEJUKKAN,
BAGAI OASIS DI TENGAH NEGERI SENDIRI
YANG SEDANG DIJAJAH BUDAYA “ARAB” DAN “BELANDA” !!!
SIMAK DI: http://sabdalangit.wordpress.com
…IQ DAN EQ ANDA AKAN BERKEMBANG PESAT…
DAN ANDA JUSTRU SEMAKIN MERASAKAN SENTUHAN ENERGI TUHAN
MENJADI SETEGUK AIR BAGI DAHAGA RELIGI DAN SPIRITUAL ANDA
AJARAN YG PENUH KEDAMAIAN….
BAGI SELURUH PEMBACA YANG BUDIMAN…
Comment by sabdalangit — November 3, 2008 @ 11:10 am
Yang jelas tuhan seluruh jagad raya ini dan isinya adalah Allah (4JJI) yang telah memberi keterangan bahwa agama yang benar adalah agama islam, yang lain salah dan jika mati dalam keadaan belum beragama islam maka tempatnya adalah neraka dan kekal. jadi, jadilah muslim. mau diskusi..boleh!
Comment by ilham — November 8, 2008 @ 4:02 am
islam bukan pembahasan kekanan tapi telaah alam semesta, artinya semua subtansi yang dimunculkan oleh islam adalah realita pembahasan yang harus didiskusikan, selain itu islam memiliki sarat dan aturan yang harus dipenuhi. maka apabila syarat dan aturan tersebut tidak terpenuhi salah satu, maka ijtihaj tersebut dinamakan pincang atau cacat.
Comment by tamlaul — November 25, 2008 @ 4:58 am
[Promosi aliran/keyakinan baru]
Dalam amal/perbuatan baik ad. beberapa tingkat/drajat:
1. Amal karna takut mendapat hukuman tuhan (bkn hukuman manusia).
2. Amal karna mengharap balasan kebaikan dari tuhan.
3. Amal karna ingin-dekat dan mengabdikan-diri pada tuhan.
4. Amal karna ingin berterimakasih pada tuhan.
Amal kebaikan yang ditolak tuhan:
1. Amal baik karna takut ancaman atau berharap mendapat balasan kebaikan dari manusia (tidak tulus).
2. Amal baik karna ingin terlihat baik dan dinilai baik oleh manusia (pamer).
3. Amal baik untuk suatu kejahatan (mbantu jahat).
4. Amal baik dari suatu kejahatan (tercemar).
===
Comment by Memmedhi'Mammahdi — December 3, 2008 @ 6:06 pm
Hey
Could you help me. I have a problem with your site. It is working very slow.
Can somebody help me to solve this problem or explain why it can be so?
Thanks a lot
Comment by iTashaLIL — December 9, 2008 @ 8:32 pm
Hi all!
As a fresh forumteologi.com user i just wanted to say hi to everyone else who uses this forum
Comment by byncscieshy — December 17, 2008 @ 4:42 pm
Most peoples says that you need, other that you dont.
So how to choice?
Comment by NotprootNip — December 23, 2008 @ 10:23 am
kepada sdr. ilham yg mengirim comment berikut ini:
Yang jelas tuhan seluruh jagad raya ini dan isinya adalah Allah (4JJI) yang telah memberi keterangan bahwa agama yang benar adalah agama islam, yang lain salah dan jika mati dalam keadaan belum beragama islam maka tempatnya adalah neraka dan kekal. jadi, jadilah muslim. mau diskusi..boleh!
Comment by ilham — November 8, 2008 @ 4:02 am
Komentar anda mencerminkan ke-pede-an anda dalam menghayati agama islam namun ini juga menandakan bahwa anda dengan polosnya membuka celah adanya peluang untuk kejatuhan anda. tawaran anda untuk diskusi cenderung mengarah kepada tantangan bagi pihak lain untuk berdiskusi yang cenderung juga mengandung makna berdebat.
Yakinlah pada saat anda bertemu dengan pihak yang berseberangan dengan anda dan sangat paham dengan agama islam, maka pada saat itulah anda akan sadar bahwa bermidalkan pede saja tidak cukup untuk membuat sebuah tawaran terbuka.
Semoga tulisan saya ini dapa menjadi sentuhan bagi anda.
Comment by bendera — January 10, 2009 @ 9:39 am
How you think, in our situation whis crisis its actual?
Comment by AlexStivenson — February 14, 2009 @ 7:33 pm
tahukah anda arti islam secara hakikat, dan apakah arti agama sebenarnya ?
Comment by ehp — March 5, 2009 @ 12:58 am
sy haus diskusi agama
Comment by ehp — March 5, 2009 @ 1:06 am
setiap agama mempuanyai sebuah kitab pegangan, begitu pula Islam, mempunyai pedoman yang memang tidak bisa tidak untuk ditinggalkan, saya harap anda tidak meninggalkan kitab pegangan anda tesebut, karena saya membaca dari atas sampai bawah saya tidak menemukan secuilpun ayat baik dari kitab alquran, injil, taurat zabur dan lain lain.
mungkin kaum liberal punya “kitab suci sendiri untuk pegangan mereka”
manusia hidup di dunia bagai orang buta yang sangat membutuhkan tongkat, tongkat anda apa,
adapun akal, saya rasa hanya seperti lampu senter yang kecil yang kurang mengetahui luasnya dunia
Comment by anats — March 8, 2009 @ 8:41 pm
hidup ilham,,,,,rupaya banyak saudara muslim kita sudah pintar, tetapi masih saja bodoh.
mereka menyebut banyak tuhan selain ALLAH SWT, menyebut islam menjadi banyak, mempermainkan AL QUR`AN dan sunah.
ISLAM = SYAHADAT (yang tidak melafadzkan syahadat dan bersaksi bahwa tuhannya ALLAH dan MUHAMMAD sebagai Rasul, maka ia bukan islam.
islam adalah agama yag benar disisi ALLAH.SWT (tiada tuhan selain ALLAH,DAN tidak ada agama yang benar selain islam) dan MUHAMMAD UTUSAN ALLAH,AL QUR`AN KITABNYA (AL QUR`AN penyempurna bagi kitab” sebelumnya).
saudara saudara muslim janganlah tertipu oleh hawa nafsumu, kepentinganmu, musuhmu. ingat selalu zaman ini telah terbelenggu oleh tipu daya yang
Comment by hadi — June 24, 2009 @ 5:55 am
ASSALAMUALAIKUM WR .WB.
hidup ilham,,,,,rupaya banyak saudara muslim kita sudah pintar, tetapi masih saja bodoh.
mereka menyebut banyak tuhan selain ALLAH SWT, menyamakan islam dengan agama lain , mempermainkan AL QUR`AN dan sunah merka telah termakan oleh literatur filsafat mereka ,dan lingkungan yang menganggap islam sebagai agama atas kepentingan manusia saja. padahal telah jelas dikatakan dalam AL QUR’AN Bahwa agama yang ALLAH SWT Ridhoi hanyalah islam (innaddina indallahil ISLAM).
ISLAM = SYAHADAT (yang tidak melafadzkan syahadat dan bersaksi bahwa tuhannya ALLAH dan MUHAMMAD sebagai Rasul, maka ia bukan islam.
islam adalah agama yag benar disisi ALLAH.SWT (tiada tuhan selain ALLAH,DAN tidak ada agama yang benar selain islam) dan MUHAMMAD UTUSAN ALLAH,AL QUR`AN KITABNYA (AL QUR`AN penyempurna bagi kitab” sebelumnya).
saudara saudara muslim,Saya sedih melihat saudara kita yang diadu domba & diprovokasi, janganlah tertipu oleh hawa nafsumu, kepentinganmu, musuhmu. ingat selalu zaman ini telah terbelenggu oleh tipu daya yang AL QUR’AN telah jelaskan.
KEMBALILAH KALIAN KEPADA ALQUR’AN DAN HADITS MAKA KALIAN TIDAK AKAN TERSESAT.
WASSALAMUALAIKUM WR WB
Comment by hadi — June 24, 2009 @ 6:04 am
Gak Usah Paranoid Bung…lebih baik terus ibadah dan beramal menurut ajaran al qur’an..dan terus dirikan sholat kalau memang persuli dengan kebaikan dunia….
Comment by MhmdY — August 27, 2009 @ 11:41 pm
Jangan katakan Ummat Islam itu berpecag belah, karena Ummat Islam itu ialah; yang bersaksibahwa Tiada tuhan selain Allah SWT. dan Muhammad SAW. adalah Rosul Allah SWT. yang berpegang kepada kitab suci ALQUR’AN dan Sunnah Rosul. Diluar itu sama sekali bukan Ummat Islam.
Tentang Pengetahuan dan Pelaksanaan ummat Islam dalam dunia fana ini sebaiknya kita serahkan saja pada pribadi masing2 dan biarlah Allah SWT. saja yang menilainya. Adapun usaha untuk menyampaikan ajaran atau tafsiran yang menurut kita benar, lakukanlah dengan cara persuasif di forum/media/tempat yang tertutup dari umum, biarlah menjadi urusan interen Ummat Islam. Janganlah memberi peluang kaum lain memanfaatkan dan bersorak, juga senjata mereka untuk mendiskreditkan Islam.
Mari bersatu dalam ukhuwah Islamiyah dan menjalin Silaturrahmu sesama Muslim lebih harmonis lagi, sehingga ummat Islam akan mampu menjawab tantangan zaman dengan ridho Allah SWT.
Amin ya Robbal ‘alamin.
Comment by Arrijal — September 15, 2009 @ 2:42 pm
Menanggapi dari sdr. ilham,
Kalau dikatakan agama islam adalah agama yang benar dan lainnya salah.
Bagaimana dengan umat agama lain ?
Dari sejarah yang ada, Ibrahim hidup jauh sebelum ada agama islam.
Dan pada jamannya namanya adalah abraham dan dalam bahasa arab menjadi ibrahim.
Tuhan pada masa Musa disebut Yahwe, pada masa Yesus disebut Allah, pada Muhammad disebut Alloh.
summbernya 1 yang dikatakan Tuhan, kenapa menjadi terpecah-pecah dan masing-masing merasa benar sendiri ?
di surat Al Qur’an surat 22/78 dikatakan
…..ikutilah agama orang tuamu Ibrahim. Dia telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu….
Berarti abraham sudah islam dari dulu. Islam berasal dari kata aslama yaitu tunduk patuh pada aturan yang dibuat Tuhan.
Semoga bisa membuka paradigma berpikir kita.
Comment by rudy — September 21, 2009 @ 9:13 am
assalamualaikum…
kalo ada orang non muslim bertanya “mengapa agama islam dianggap paling benar?” bagaimana kita menjawabnya??
Comment by rama — October 2, 2009 @ 6:42 pm
jawaban tuk rama,
karena islam selalu menghendaki kedamainan ketentraman baik itu di hati dan di kehidupan masyarakan.
semua agama tentu jg menghendaki hal yg demikian, beda nya, islam lebih terperinci dlm menjelskan spy bs hidup enak, damai & tentram.
penjelasan nya trdapat pd Alqur’an, lalu isi alqur’an tsb d jelas kan lg dgn terperinci oleh rasulullah saw (hadits), baik itu perkataan rasulullah atau kelakuan beliau. mulai dari hukum fiqih sampai pd tauhid yg cabang nya adalah tasawuf (pembersih). hukum fiqih berfungsi spy jasmani kita bs enak, sedang tauhid (tasawuf) berfungsi spy batin (rohani) kita bs tentram.
fiqih jg berfungsi spy kita pny adab dalam bergaul d masyarakat, tauid jg berfungsi spy pandangan hati kita selalu positif dlm bermasyarakat. sangat INDAH sekali.
ajaran rasulullah ini siturunkan kpd sahabat tabi’in dan para ulama dan sampai kpd kita semua
Comment by iwan — October 5, 2009 @ 1:09 am
Ibrahim, Ismail, Ishaq, Musa, Isa semuanya Islam…
Bahkan baitulloh sudah ada sejak sebelum Muhammad..
so, yang namanya ritus Sholat, Puasa, Zakat dan Haji sudah ada sebelum Muhammad diangkat sebagai Rosul.
Lantas mengapa Muhammad yang sebelumnya mendapat gelar Sidiq, Fathonah, Amanah, dan Tabligh ketika diangkat menjadi Rosul, Beliau diburu dan mau dibunuh??
apa yang diajarkannya???
hanya sekedar ritusnyakah???
Ataukah ada yang jauh lebih penting???
Islam yang bagaimakah???
Apa yang diperjuangkan oleh Sang Rosul Muhammad pada ahirnya adalah menjadikan Islam yang Rahmatan Lil Alamin (bukan sekedar di arab, diteruskan oleh sahabat2nya hingga 2/3 dunia).
Bagaimanakah cara Muhammad memenangkan Islam???
Alangkah baiknya jika sebelum menjawab segala pertanyaan-pertanyaan diatas, maka anda mempelajari sejarah para nabi dan rosul.
Comment by zohir — November 30, 2009 @ 8:15 am
Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Tinggi Derajad dan Keagungan-Nya, JIL itu semacam virus yang akan melemahkan system kekebalan iman umat muslimin, karena itu wajib kiranya kita vaksinasi, kita lawan jangan sampai virus ini kita anggap virus influenza biasa sebab lama kelamaan juga jadi Virus flu burung atau virus flu babi
Comment by KundilWewe — December 16, 2009 @ 12:10 am
knavoe@yahoo.com
need more
Comment by jessica — December 29, 2009 @ 11:47 am
Assalamu’allaikum Wr.Wb.
Pada dasarnya Islam ya Islam, islam liberal itu hanya propaganda dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan merasa dirinya punya pemikiran yang lebih maju (keblinger) atau justru orang yang punya pemikiran dangkal tentang islam, karena sumber hakiki Islam adalah Al-Quran yang mengatur dari awal sampai akhir. Sudah banyak bukti bahwa Al-Quran yang merupakan sumber hakiki Islam jauh lebih maju dari masa apapun (ketika manusia baru tahu bahwa saraf rasa sakit ada dibawa kulit kita, di Al-qur’an sudah ada sekian abad yang lalu, demikian juga dengan proses kejadian manusia baru jelas pada abad ke 20 sedangkan di Al-qur’an sudah sekian abad yang lalu bahkan tentang sidik jaripun juga ada di Al-quran yang diturunkan sekian abad yang lalu dan masih banyak lainnya) kalau kita menggunakan pikiran kita yang sehat bukan dengan egois kita yang merasa sebagai orang pintar padahal keblinger apa bisa kita ngomong bahwa pemikiran JIL itu bisa dikategorikan sebagai pemikiran yang lebih maju. Marilah kita taubat dan menghentikan pola pemahaman Al-Quran dengan pola pemikiran kita dengan seenaknya. Sudah ada tuntunan tentang pemahaman Al-Quran (Bukan Al-Quran yang menyesuaikan jaman, tapi pola pikir sampai jaman apapunlah yang harus menyandarkan pada Al-Quran) karena Al-Quran lebih maju dari jaman apapun.
Comment by Kis — January 1, 2010 @ 4:26 am
Ada beberapa ceritera (yang diajarkan di ponpes) yang mestinya harus diubah, cz pembelajaran kan harus kontekstual dan dihubungkan dengan masalah kita saat ini. masa masih saja ceritera kalau kita tidak diperbolehkan menggambar manusia (semua yang bernyawa????????????????????????????????????????? lha kalau kita lulus sekolah, di ijazah kita diisi photonya siapa? (almarinya kali…
)
pikiran saya: meskipun kita tidak memphoto (membuat gambar manusia) kita kan juga ikut menggambarkan diri kita sendiri. itu dosanya sama dengan yang membuat photo. (katanya).
ya kalau jaman dulu kita tidak boleh membuat gambar,patung, atau yang lainnya. karena ditakutkan gambar tersebut di suatu hari ada yang menyembah. bukan begitu
tolong saya juga diberi ilmu mengenai:
1. Bunga dalam pinjaman.
2. Nabi Adam As, dengan dinosaurus duluan mana?
3. Apa hubungan Islam dengan Amerika?
3. Takdir Yahudi terhadap Islam.
Comment by Nurzeha — February 17, 2010 @ 11:00 am
ketika kita sholat, makmum pada org yg kita tahu org tsb percaya pada tahayul, apakah sholat kita sah?
Comment by aconk — March 1, 2010 @ 9:04 am
koment buat rama. ngapain kita susah2 jawab pernyataan bodoh sprti itu…cape deh…
Comment by aconk — March 1, 2010 @ 9:20 am