<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/wordpress-mu-1.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: teori “Six Ways” dari Dale Cannon</title>
	<link>http://forumteologi.com/blog/2007/12/08/teori-%e2%80%9csix-ways%e2%80%9d-dari-dale-cannon/</link>
	<description>Karya tulis Anda menghidupkan kami</description>
	<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 16:47:42 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=wordpress-mu-1.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: Siti Nurhayati</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/12/08/teori-%e2%80%9csix-ways%e2%80%9d-dari-dale-cannon/#comment-50119</link>
		<author>Siti Nurhayati</author>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 07:49:00 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/12/08/teori-%e2%80%9csix-ways%e2%80%9d-dari-dale-cannon/#comment-50119</guid>
		<description>Senang baca artikle anda. Sebenarnya sy mmg sedang cari teori Dale Cannon tapi malah ketemu tulisan anda ya udah deh tambah wawasan. Apa sih persisnya bunyi teori itu? Tapi sepintas sy tangkap bahwa itu terkait dgn penghayatan ssorg terhadap pengalaman keberagamaannya. Benarkah? Saya muslim jd sy cb meliaht dr persepektif Islam. Itu klo di Islam lebih pada aspek tasawuf. Mmg dalam Islam itu agama terdiri dari Iman, Islam, dan Ihsan. Iman jelas terkait dgn keyakinan adanya Tuhan, sdgkan Islam adalah syariatnya menyangkut tetek bengek hukum dan ritual. Sedangkan Ihsan lebih pada pengalaman batin. Cita2 setiap muslim adalah derajat mutaqin insan yang memiliki ketaqwaan yg sempurna. Masing2 org untuk bisa ke sana punya pengalaman msg2 terkait engan penghayatan masing2 atas agamanya. Klo yg pilih jalan tasawuf mmg luar biasa sprt sufi wanita bernama Robiatul Al Adawiyah yg terkenal alirannya adalah Mahabbah (Cinta). Ia bahkan menolak sgl bentuk cinta kecuali cinta pd Allah, dia bahkan menolak disunting oleh para pembesar pada saat itu. Ucapannya yg terkenal"Ya Allah jika aku menyembahMu karena takut neraka maka lemparkan aku ke dalamnya, jika aku menyembahMu karena ingin surga maka jauhkan aku dr surga itu, aku menyembahMu karena aku mencintaiMu dengan segenap hati dan ingin berjumpa denganMu." Nah konon dari level spiritualitasnya yg begitu tinggi dia sering mengalami hal2 yg tdk masuk akal. Misal ke Mekah hny degan mengguling-gulingakn diri sj. Padahal jarak antar Basrah dan Mekah cukup jauh tp hny skjp dia tempuh...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Senang baca artikle anda. Sebenarnya sy mmg sedang cari teori Dale Cannon tapi malah ketemu tulisan anda ya udah deh tambah wawasan. Apa sih persisnya bunyi teori itu? Tapi sepintas sy tangkap bahwa itu terkait dgn penghayatan ssorg terhadap pengalaman keberagamaannya. Benarkah? Saya muslim jd sy cb meliaht dr persepektif Islam. Itu klo di Islam lebih pada aspek tasawuf. Mmg dalam Islam itu agama terdiri dari Iman, Islam, dan Ihsan. Iman jelas terkait dgn keyakinan adanya Tuhan, sdgkan Islam adalah syariatnya menyangkut tetek bengek hukum dan ritual. Sedangkan Ihsan lebih pada pengalaman batin. Cita2 setiap muslim adalah derajat mutaqin insan yang memiliki ketaqwaan yg sempurna. Masing2 org untuk bisa ke sana punya pengalaman msg2 terkait engan penghayatan masing2 atas agamanya. Klo yg pilih jalan tasawuf mmg luar biasa sprt sufi wanita bernama Robiatul Al Adawiyah yg terkenal alirannya adalah Mahabbah (Cinta). Ia bahkan menolak sgl bentuk cinta kecuali cinta pd Allah, dia bahkan menolak disunting oleh para pembesar pada saat itu. Ucapannya yg terkenal&#8221;Ya Allah jika aku menyembahMu karena takut neraka maka lemparkan aku ke dalamnya, jika aku menyembahMu karena ingin surga maka jauhkan aku dr surga itu, aku menyembahMu karena aku mencintaiMu dengan segenap hati dan ingin berjumpa denganMu.&#8221; Nah konon dari level spiritualitasnya yg begitu tinggi dia sering mengalami hal2 yg tdk masuk akal. Misal ke Mekah hny degan mengguling-gulingakn diri sj. Padahal jarak antar Basrah dan Mekah cukup jauh tp hny skjp dia tempuh&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sabdalangit</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/12/08/teori-%e2%80%9csix-ways%e2%80%9d-dari-dale-cannon/#comment-28975</link>
		<author>sabdalangit</author>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 15:26:01 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/12/08/teori-%e2%80%9csix-ways%e2%80%9d-dari-dale-cannon/#comment-28975</guid>
		<description>Kejawen; lebih lazim disebut sebagai ajaran. ajaran yg lahir dari hasil olah budi daya dan (cipta) olah spiritual (jiwa). Bagi orang kejawen sendiri enggan disebut sebagai agama; sebab konotasi agama (langit) erat dengan dogma-dogma dan penuh dengan iming-iming pahala-surga atau ancaman dosa-neraka. bagi kejawen menggapai spiritualitas yg tinggi, dalam manembah harus terlepas dari kedua hal tersebut (dogma dan "stick" &#38; "carrot") justru segala kebaikan, amal baik, dilakukan tanpa mengharap pahala-surga. hanya keridhaan Hyang Manon saja. sebab disadri bahwa manusia terlalu banyak "berhutang" apapun kepada Hyang Widhi, maka mengharap2 pahala-surga sudah dirsa lancang tak tahu diri. maka kesadaran tinggi dalam kejawen apabila seseorang sudah "duwe rasa, ora duwe rasa duwe" (punya rasa, tidak punya rasa punya (apa-apa). erat kaitannya dgn kesabaran dan ketabahan. 

karena terbatasnya ruang, untuk lebih lanjut ulasan tentang; 
puncak spiritual kejawen, guru sejati, pancer, 
"sastrajendra hayuningrat pangruwating diyu". silahkan dikunjungi ;

http://sabdalangit.wordpress.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kejawen; lebih lazim disebut sebagai ajaran. ajaran yg lahir dari hasil olah budi daya dan (cipta) olah spiritual (jiwa). Bagi orang kejawen sendiri enggan disebut sebagai agama; sebab konotasi agama (langit) erat dengan dogma-dogma dan penuh dengan iming-iming pahala-surga atau ancaman dosa-neraka. bagi kejawen menggapai spiritualitas yg tinggi, dalam manembah harus terlepas dari kedua hal tersebut (dogma dan &#8220;stick&#8221; &amp; &#8220;carrot&#8221;) justru segala kebaikan, amal baik, dilakukan tanpa mengharap pahala-surga. hanya keridhaan Hyang Manon saja. sebab disadri bahwa manusia terlalu banyak &#8220;berhutang&#8221; apapun kepada Hyang Widhi, maka mengharap2 pahala-surga sudah dirsa lancang tak tahu diri. maka kesadaran tinggi dalam kejawen apabila seseorang sudah &#8220;duwe rasa, ora duwe rasa duwe&#8221; (punya rasa, tidak punya rasa punya (apa-apa). erat kaitannya dgn kesabaran dan ketabahan. </p>
<p>karena terbatasnya ruang, untuk lebih lanjut ulasan tentang;<br />
puncak spiritual kejawen, guru sejati, pancer,<br />
&#8220;sastrajendra hayuningrat pangruwating diyu&#8221;. silahkan dikunjungi ;</p>
<p><a href="http://sabdalangit.wordpress.com" rel="nofollow">http://sabdalangit.wordpress.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fendi</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/12/08/teori-%e2%80%9csix-ways%e2%80%9d-dari-dale-cannon/#comment-2875</link>
		<author>fendi</author>
		<pubDate>Fri, 21 Mar 2008 03:01:33 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/12/08/teori-%e2%80%9csix-ways%e2%80%9d-dari-dale-cannon/#comment-2875</guid>
		<description>aku mahasiswa ni yang lagi nyusun skripsi, mau minta tolong ni, bisa gak jelasin ama aku tentang penghayatan religius dan bisa ga dibikin kuantitatif, kalau bisa gimana penelitian penghayatan religiusnya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku mahasiswa ni yang lagi nyusun skripsi, mau minta tolong ni, bisa gak jelasin ama aku tentang penghayatan religius dan bisa ga dibikin kuantitatif, kalau bisa gimana penelitian penghayatan religiusnya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
