<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/wordpress-mu-1.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: “Ada COKLAT di Mimbar Gereja”</title>
	<link>http://forumteologi.com/blog/2007/12/14/%e2%80%9cada-coklat-di-mimbar-gereja%e2%80%9d/</link>
	<description>Karya tulis Anda menghidupkan kami</description>
	<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 16:54:53 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=wordpress-mu-1.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: Ance</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2007/12/14/%e2%80%9cada-coklat-di-mimbar-gereja%e2%80%9d/#comment-3051</link>
		<author>Ance</author>
		<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 04:38:08 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2007/12/14/%e2%80%9cada-coklat-di-mimbar-gereja%e2%80%9d/#comment-3051</guid>
		<description>Senang Jimm Song berusaha menyajikan kotbah yang sangat kontekstual dengan jemaat setempat dan mencoba untuk menyederhanakan kotbah dengan cara sendiri sehingga jemaat dapat dengan mudah memahami kotbah yang disampaikan.Buah coklat adalah benda yang selalu bersentuhan dengan jemaat karena jemaat adalah petani coklat. Saya setuju, bukan soal Coklatnya, melainkan sesuatu di balik Coklat itu. Namun untuk memahami sesuatu di balik coklat tentu kita harus memahami ilustrasi coklatnya. Untuk mendapatkan biji-biji coklat yang berkualitas yang siap diolah tentu harus dijemur terlebuh dahulu, terserah mau dijemur dimana, yang penting biji coklatnya bisa benar-benar kering. Kalau ilustrasi tentang persekutuannya dengan menggunakan biji-biji coklat yang masih terbungkus dalam buahnya, saya kira masih tepat. Namun apa hubungan ilustrasi biji-biji coklat yang mengalami proses pengeringan sampai biji benar-benar kering dengan orang-orang Kristen yang hidup di dalam Kristus, yaitu harus menerima, dengan mengundang /menghadirkan Kristus setiap saat agar ia dapat hidup di dalam Roh Kristus serta tingkah lakunya pun selalu yang diinginkan oleh-Nya ? Bukankah lebih tepat sasaran ilustrasi ini ke arah proses hidup yang akan dijalani oleh orang Kristen, dengan menggunakan proses pengeringan biji coklat sampai biji itu berkualitas bahkan sampai menjadi coklat yang berkualitas yang siap dikonsumsi oleh masyarakat? Demikian halnya dengan kehidupan orang Kristen. Hampir sama dengan ilustrasi pemurnian emas. Tapi, kalau Jimm Song bisa melihat dari sisi yang berbeda dengan mengarahkan ilustrasi ini ke arah pertobatan (penerimaan Kristus), mohon dijelaskan. Mungkin saya bisa dapat input. Terimakasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Senang Jimm Song berusaha menyajikan kotbah yang sangat kontekstual dengan jemaat setempat dan mencoba untuk menyederhanakan kotbah dengan cara sendiri sehingga jemaat dapat dengan mudah memahami kotbah yang disampaikan.Buah coklat adalah benda yang selalu bersentuhan dengan jemaat karena jemaat adalah petani coklat. Saya setuju, bukan soal Coklatnya, melainkan sesuatu di balik Coklat itu. Namun untuk memahami sesuatu di balik coklat tentu kita harus memahami ilustrasi coklatnya. Untuk mendapatkan biji-biji coklat yang berkualitas yang siap diolah tentu harus dijemur terlebuh dahulu, terserah mau dijemur dimana, yang penting biji coklatnya bisa benar-benar kering. Kalau ilustrasi tentang persekutuannya dengan menggunakan biji-biji coklat yang masih terbungkus dalam buahnya, saya kira masih tepat. Namun apa hubungan ilustrasi biji-biji coklat yang mengalami proses pengeringan sampai biji benar-benar kering dengan orang-orang Kristen yang hidup di dalam Kristus, yaitu harus menerima, dengan mengundang /menghadirkan Kristus setiap saat agar ia dapat hidup di dalam Roh Kristus serta tingkah lakunya pun selalu yang diinginkan oleh-Nya ? Bukankah lebih tepat sasaran ilustrasi ini ke arah proses hidup yang akan dijalani oleh orang Kristen, dengan menggunakan proses pengeringan biji coklat sampai biji itu berkualitas bahkan sampai menjadi coklat yang berkualitas yang siap dikonsumsi oleh masyarakat? Demikian halnya dengan kehidupan orang Kristen. Hampir sama dengan ilustrasi pemurnian emas. Tapi, kalau Jimm Song bisa melihat dari sisi yang berbeda dengan mengarahkan ilustrasi ini ke arah pertobatan (penerimaan Kristus), mohon dijelaskan. Mungkin saya bisa dapat input. Terimakasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
