Yohanes 15 : 12-17
Karya: Iswanto
12. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
13. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya utnuk sahabat-sahabatnya.
14. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Ku-perintahkan kepadamu.
15. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, karena hamba tidak tahu apa yang diperbuat tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Aku dengar dari Bapa-Ku.
16. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu ini tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan kepadamu.
17. Inilah perintahku, kepadamu : kasihilah seorang akan yang lain.
Konteks Teks
Perikop ini merupakan bagian dari sebua pidato perpisahan dari Yesus kepada para muridnya (14 : 1-7; 26) dan awal dari pidat perpisahan ini oleh narator dimulai setelah kepergian Yudas Iskariot. Jadi kata-kata perpisahan Yesus tersebut hanya ditujukan kepada para murid-murid Yudas Iskariot, yang sebelumnya sudah diberikan keterangan oleh narator bahwa ia kerasukan iblis (13:27). Dalam Perjanjian Lama pidato/kata-kata perpisahan biasa dipakai seorang pemimpin yang akan meninggalkan pengikutnya (sebagai contoh : Musa, Yosua dan Samuel). Pidato perpisahan Yesus diakhiri dengan kembali menghadirkan Yudas Iskariot beserta sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga baik Allah untuk menangkap Yesus.
Tafsiran
Teks Yohanes 15:12-17 ini berbentuk khiasme, yang berpusat/mencapai klimaks pada ayat 14b “jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu”. Khiasme adalah sebuah bentuk sastra yang berpuncak pada tema tertentu yang diletakkan di tengah-tengah suatu struktur bangunan pembicaraan. Ucapan-ucapan yang menyusun klimaks ke tema tertentu itu terdiri dari dua bagian. Kedua bagian itu bersifat paralell dan menyilang (mirip bentu chi dalam bahasa Yunani dari situ muncul istilah khiasme) baik dari “atas” maupun dari “bawah”, dalam perikp kita, a adalah pararel dengan a’, b merupakan paralel dari b’, c adalah pararel dari c’ dan d merupakan tema dari perikop ini. Bentuk khiastik dari perikop ini dapat dilihat sebagai berikut :
a/ (12) Perintah Yesus
b/ (13) menunjuk pada peristiwa Yesus
c/ (14a) kamu adalah sahabat-Ku
d/ (14b) jika kamu berbuat apa yang Kuperintahkan
c’/ (15) kamu adalah sahabat-Ku
b’/ (16) menunjuk pada inisiatif/aksi Yesus
a’/(17) Perintah Yesus
Dengan susunan khiastik dari perikop ini maka jelaslah bahwa ayat 12 dan ayat 17 (a-a’) harus dibahas bersama. Ayat ini dimulai dengan perintah …………… (kata benda femininum tunggal) Yesus supaya para murid saling mengasihi satu sama lain. Perintah ini menunjuk pada Yesus yang telebih dahulu telah mengasihi mereka (……………….) yang perlu diperhatikan disini adalah kata kerja tersebut merupakan bentuk aorist yang menunjukkan tindakan Yesus yang telah terjadi dan selesai di masa lampau. Ada kemungkinan ini merupakan kata-kata yang ditempatkan di mulut Yesus untuk menunjukkan dari totalitas kehidupanNya yang telah melayani dan mengasihi para muridNya. Selajutnya pada ayat 17 terjadi pergesertan dari perintah (kata benda) menjadi kata kerja dalam bentuk present (……………….) perkataan Yesus “Aku memerintahkan” adalah perintah Yesus kepada para murid untuk mengasihi satu sama lain, hal tersebut menunjuk pada Yesus yang dahulu telah mengasihi mereka. Bentuk perintah yang dalam kata kerja present setidaknya mempunyai makna ganda (double saying) bukan saja ditujukan hanya pada para murid sebagai implied reader tetapi juga kepada pembaca saat ini yang merupakan real reader.
Pada bagian kedua dari luar (b-b’) menunjuk pada peristiwa Yesus, atau hal-hal yang dikerjakan Yesus selama masa pelayananNya di dunia. Walau pada ayat 13 tidak secara langsung menyatakan itu sebagai tindakan Yesus tetapi frase menyerahkan nyawa (walau dalam bentuk pemakai waktu yang berbeda) dipakai dua kali oleh penulis Yohanes untuk menunjukkan tindakan Yesus. Pertama adlaah dari metafora seoang gembala yang menunjuk pada Yesus dalam Yohanes 10:11 (……………………………) dan yang kedua menunjuk secara langsung pada Yesus dalam I Yohanes 3:16 (……………………………) frase tersebut menggambarkan kematian Yesus. Pada Yohanes 12:32 “dan Aku, apabila Aku ditinggalkan dari bukan (dimaksudkan pada peristiwa penyaliban) Aku akan menarik semua orang datang kepadaKu”. Hal ini sepadan dengan bagian B’ yaitu pemilihan para murid. Pemilihan tersebut bukan berdasarkan atas inisiatif mereka, melainkan sepenuhnya pada tindakan/kuasa Yesus. Kata Aku telah menentukan (…………….., kata kerja orang pertama aorist aktif indikatif) menunjukkan bahwa peristiwa itu telah terjadi dan telah selesai – berkaitan dengan orang-orang yang sudah dipilih dan ditentukan di masa lampau yang dilakukan oleh Yesus. Hal tersebut haruslah diikuti dengan tindakan dari para murid sebagai respon yaitu “pergi dan menghasilkan buah …..” (kata buah setidaknya mengajak kita untuk kembali mengingat perikop sebelumnya tentang pokok anggur) yang menghendaki agar para murid tinggal di dalam Yesus, dengan demikian apa yang mereka minta kepada Bapa, maka Bapa akan memberikannya kepda mereka.
Di dalam bagan c-c’, yesus menyebut para murid sebagai sahabat-sahabatNya filoi. Menurut Raymond E. Brown ayat 14 ini merupakan bentuk yang sama dengan ayat 10 “jikalau kamu menuruti perintahKu kamu akan tinggal di dalam hasilKu. Dan pada ayat 15 hal ini ditekankan kembali dan alasan kenapa para murid disebut sahabat yaitu karena Yesus telah memberitahukan kepada mereka segala sesuatu yang telah Yesus dengar dari Bapa.
Inti dari bentuk khiasme ini adalah “jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan padamu”. Pada bagian awal teks (a-a’) adalah perintah Yesus dan hal ini kembali ditekankan dengan anjuran supaya melakukan perintah tersebut. Apa makna perintah Yesus tersebut hingga sedemikian mendapat tekanan. Jika kita berangkat dari asumsi bahwa dalam penulisan Injil Yohanes terdapat pengaruh Mozaic-prophet christians dalam ulangan 30:16 menyatakan bahwa dengan melakukan perintah Tuhan maka engkau hidup (hyh : ada, berada, mengada) perintah Tuhan berkaitan dengan eksistensi manusia itu sendiri, dan dalam Yohanes sendiri (Yohanes 8:5; 12:50) perintahNya merupakan hidup kekal. Maka hal tersebut selaras dengan maksud Injil Yohanes itu sendiri ditulis “tetapi semua yang tercantum disini telah dicatat supaya kamu percaya bahwa Yesuslah, Mesias, Anak Allah, dan supaya karena percaya, kamu memperoleh hidup kekal”. Dan perintah Yesus ini merupakan perintah yang baru (13:31-34). Perintah Yesus (dalam hal ini perkataan-perkataan Yesus) diidentikkan dengan roh dan hidup (Yohanes 6:63) yang oleh komunitas Yohanes, perintah Yesus dapat dipandang sebagai wujud realita Yesus dalam jemaat Yohanes.
Perintah untuk mengasihi satu sama lain merupakan perintah Yesus yang bukan saja ditujukan kepada pembaca saat itu, melainkan perintah tersebut merupakan perintah yang baru bagi kita saat ini sebagai real reader.
TEOLOGI
It’s a blessing for people.
God Bless,
and Do The Best For God!!!
Comment by Peter The Dragon — March 16, 2009 @ 10:08 pm