<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/wordpress-mu-1.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Persahabatan Menurut Konfusius</title>
	<link>http://forumteologi.com/blog/2008/07/08/persahabatan-menurut-konfusius/</link>
	<description>Karya tulis Anda menghidupkan kami</description>
	<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 00:43:03 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=wordpress-mu-1.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: hery</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2008/07/08/persahabatan-menurut-konfusius/#comment-43998</link>
		<author>hery</author>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 20:27:48 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2008/07/08/persahabatan-menurut-konfusius/#comment-43998</guid>
		<description>Sahabat,ya penting juga dalam hidup kita, tapi terkadang kita mudah mengatakan kata ini jika kita membutuhkan sesuatu dari nya. Patut di pertanyakan juga, bagaimana keadaan kita sewaktu orang yang kita katakan sahabat ini membutuhkan kita. Menurut saya, janganlah kita mudah mengatakan kata sahabat kepada seseorang jika kita tidak bisa setia. Suatu persahabatan yang baik haruslah memiliki tingkat kesetian yang tinggi dan kesadaran akan hubungan tersebut dengan di landasi akan kejujuran. Karena persahabatan tidaklah suatu hubungan yang satu arah saja, melainkan hubungan yang dua arah, yang sama-sama di bangun lewat persahabatan itu. Bagi saya, sahabat yang sejati tidaklah ada di dunia ini, karena hanya Allah saja sahabat yang benar-benar tulus dan ada sewaktu kita ada.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sahabat,ya penting juga dalam hidup kita, tapi terkadang kita mudah mengatakan kata ini jika kita membutuhkan sesuatu dari nya. Patut di pertanyakan juga, bagaimana keadaan kita sewaktu orang yang kita katakan sahabat ini membutuhkan kita. Menurut saya, janganlah kita mudah mengatakan kata sahabat kepada seseorang jika kita tidak bisa setia. Suatu persahabatan yang baik haruslah memiliki tingkat kesetian yang tinggi dan kesadaran akan hubungan tersebut dengan di landasi akan kejujuran. Karena persahabatan tidaklah suatu hubungan yang satu arah saja, melainkan hubungan yang dua arah, yang sama-sama di bangun lewat persahabatan itu. Bagi saya, sahabat yang sejati tidaklah ada di dunia ini, karena hanya Allah saja sahabat yang benar-benar tulus dan ada sewaktu kita ada.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: julia</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2008/07/08/persahabatan-menurut-konfusius/#comment-34765</link>
		<author>julia</author>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 08:22:56 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2008/07/08/persahabatan-menurut-konfusius/#comment-34765</guid>
		<description>saya rasa tanpa persahabatan hidup ini akan begitu hampa...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya rasa tanpa persahabatan hidup ini akan begitu hampa&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: white</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2008/07/08/persahabatan-menurut-konfusius/#comment-30640</link>
		<author>white</author>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 02:15:05 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2008/07/08/persahabatan-menurut-konfusius/#comment-30640</guid>
		<description>Persahabatan ..
saya rasa persahabatan adalah hal yang menarik dalam kehidupan saya. saya mempunyai teman-teman yang selalu membantu saya, mendengarkan cerita hati saya, yang pastinya sahabat yang baik adalah sahabat yang akan menegur saya apabila saya berbuat kesalahan. dengan begitu akan membantu kami untuk lebih dewasa. namun, persahabatan juga tidak akan lepas dari masalah atau konflik. saya pikir untuk menghindari salah paham atau konflik seharusnya dalam bersahabat kita harus saling jujur satu sama lain.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Persahabatan ..<br />
saya rasa persahabatan adalah hal yang menarik dalam kehidupan saya. saya mempunyai teman-teman yang selalu membantu saya, mendengarkan cerita hati saya, yang pastinya sahabat yang baik adalah sahabat yang akan menegur saya apabila saya berbuat kesalahan. dengan begitu akan membantu kami untuk lebih dewasa. namun, persahabatan juga tidak akan lepas dari masalah atau konflik. saya pikir untuk menghindari salah paham atau konflik seharusnya dalam bersahabat kita harus saling jujur satu sama lain.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rahmat syofianto</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2008/07/08/persahabatan-menurut-konfusius/#comment-19746</link>
		<author>rahmat syofianto</author>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 13:54:52 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2008/07/08/persahabatan-menurut-konfusius/#comment-19746</guid>
		<description>persahabatan atau hubungan kasih sayang antar manusia itu merupakan kebutuhan dasar dari manusia yang pemenuhannya pasti akan di cari. Yaitu berupa rasa ingin diakui keberadaanya oleh orang lain maupun lingkungan sekitar.kebanyakan orang berhubungan bersahabt untuk saling kenal mengenal, saling membantu, saling melengkapi, yang kesemuanya itu..namun dibalik hubungan selalu ada konflik yang terjadi hal itu di karenakan sebuah keinginan dari 2 blh pihak orang yang saling berhubungan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>persahabatan atau hubungan kasih sayang antar manusia itu merupakan kebutuhan dasar dari manusia yang pemenuhannya pasti akan di cari. Yaitu berupa rasa ingin diakui keberadaanya oleh orang lain maupun lingkungan sekitar.kebanyakan orang berhubungan bersahabt untuk saling kenal mengenal, saling membantu, saling melengkapi, yang kesemuanya itu..namun dibalik hubungan selalu ada konflik yang terjadi hal itu di karenakan sebuah keinginan dari 2 blh pihak orang yang saling berhubungan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: andohar purba</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2008/07/08/persahabatan-menurut-konfusius/#comment-8658</link>
		<author>andohar purba</author>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 09:06:56 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2008/07/08/persahabatan-menurut-konfusius/#comment-8658</guid>
		<description>Dalam kehidupan keseharianku, persahabatan lebih mampu kupahami dalam rasa. Aku "merasakan" persahabatan lebih dari pahamanku mengenai persahabatan. Aku mampu "merasakan" penolakan ataupun penerimaan hanya dalam sekali lirikan(nya) jika dia sahabatku sebenar-benarnya. Dia selalu hadir dalam hidupku dan tidak sekedar ada. Boleh jadi dia tidak ada, tapi dia mampu hadir dalam perkara yang kuhadapi. Jika bukan (sahabat), dalam kata-kata penolakannya yang  vulgar sekalipun, aku dapat saja tidak "merasakan" penolakannya. Aku -&#62; rasa </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kehidupan keseharianku, persahabatan lebih mampu kupahami dalam rasa. Aku &#8220;merasakan&#8221; persahabatan lebih dari pahamanku mengenai persahabatan. Aku mampu &#8220;merasakan&#8221; penolakan ataupun penerimaan hanya dalam sekali lirikan(nya) jika dia sahabatku sebenar-benarnya. Dia selalu hadir dalam hidupku dan tidak sekedar ada. Boleh jadi dia tidak ada, tapi dia mampu hadir dalam perkara yang kuhadapi. Jika bukan (sahabat), dalam kata-kata penolakannya yang  vulgar sekalipun, aku dapat saja tidak &#8220;merasakan&#8221; penolakannya. Aku -&gt; rasa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
