<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/wordpress-mu-1.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Globalisasi-Kapitalisme dan Krisis Ekologi</title>
	<link>http://forumteologi.com/blog/2008/10/11/globalisasi-kapitalisme-dan-krisis-ekologi/</link>
	<description>Karya tulis Anda menghidupkan kami</description>
	<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 10:40:10 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=wordpress-mu-1.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: krist kusuma</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2008/10/11/globalisasi-kapitalisme-dan-krisis-ekologi/#comment-43608</link>
		<author>krist kusuma</author>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 16:08:29 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2008/10/11/globalisasi-kapitalisme-dan-krisis-ekologi/#comment-43608</guid>
		<description>Saya setuju sekali pak dengan mengingat alam berarti kita memperhatikan kehidupan. Mengapa teologi ini selalu saja membicarakan tentang makanan lunak..pembabtisan, percaya kepada Allah dll....terlalu antrhoposentris..? Logisnya kalo tempat kita hidup itu kotor dan sesak pasti akan tidak nyaman sekali...kesadaran moral akan lingkungan perlu ditingkatkan kembali. Mungkin ini salah satu jawaban bagaimana untuk menumbuhkan kepedulian terhadap alam...yaitu selalu membahas dan mengingatkan pembicaraan tentang alam dalam kotbah minggu atau dalam PA. Memperlihatkan kembali peristiwa kerusakan alam dan memberi dorongan sebagai tindakan kongkritnya adalah membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, mengurangi penggunaan lampu dan masih banyak lagi hal kecil yang dapat dilakukan. trimakasih pak...Tuhan memberkati..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya setuju sekali pak dengan mengingat alam berarti kita memperhatikan kehidupan. Mengapa teologi ini selalu saja membicarakan tentang makanan lunak..pembabtisan, percaya kepada Allah dll&#8230;.terlalu antrhoposentris..? Logisnya kalo tempat kita hidup itu kotor dan sesak pasti akan tidak nyaman sekali&#8230;kesadaran moral akan lingkungan perlu ditingkatkan kembali. Mungkin ini salah satu jawaban bagaimana untuk menumbuhkan kepedulian terhadap alam&#8230;yaitu selalu membahas dan mengingatkan pembicaraan tentang alam dalam kotbah minggu atau dalam PA. Memperlihatkan kembali peristiwa kerusakan alam dan memberi dorongan sebagai tindakan kongkritnya adalah membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, mengurangi penggunaan lampu dan masih banyak lagi hal kecil yang dapat dilakukan. trimakasih pak&#8230;Tuhan memberkati..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
