<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/wordpress-mu-1.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: ANDA MENDEKAT KE UJUNG MANA?</title>
	<link>http://forumteologi.com/blog/2008/12/28/anda-mendekat-ke-ujung-mana/</link>
	<description>Karya tulis Anda menghidupkan kami</description>
	<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 14:54:46 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=wordpress-mu-1.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: hermanto</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2008/12/28/anda-mendekat-ke-ujung-mana/#comment-37353</link>
		<author>hermanto</author>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 17:38:29 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2008/12/28/anda-mendekat-ke-ujung-mana/#comment-37353</guid>
		<description>Saya setuju saja dengan tulisan ini, tetapi yang saya kurang setujui adalah mengenai lagu lagu rohani yang diharuskan
untuk memakai musik musik hymne, ada suatu kekeliruan persepsi bahwa irama hymne sebagai satu satunya yang harus dipakai karena pada zaman itu Hitler sendiri banyak memakai lagu lagu berirama sejenis untuk Nazi, salah satu lagu Ode to Joy atau Symphony number 9 yang dinyanyikan gereja dengan judul Song of Joy adalah lagu yang dipakai Hitler untuk kemegahan Nazi.
Kesaksian banyak orang justru yang saya sering dengar adalah mereka bertobat bukan hanya dari lagu lagu hymne, tetapi dari lagu yang berirama lain juga banyak . 
Kalau dikatakan bahwa yang penting dari lagu adalah justru iramanya dibanding syairnya, ini jelas ngaco sekali, coba saja 
menyanyikan irama lagu Indonesia Raya dengan syair yang berbeda, apalagi yang kata katanya tidak berkenan, bukankah akan ditangkap si penyanyinya?.

Alasan saya menolak hymne sebagai satu satunya irama lagu rohani juga karena irama lagu tergantung dari budaya juga, kalau di India, maka tentu saja pujiannya akan seperti halnya lagu dengan irama india, demikian juga kristen di timur tengah atau mesianic christian, tentu akan memakai lagu dengan irama timur tengah atau yahudi.

Orang orang kristen di Cina, mungkin akan menciptakan lagu dengan irama mandarin.

Hymne bukanlah satu satunya irama yang bisa diterima sebagai irama musik gerejani, karena bila demikian, spertinya justru 
Tuhan itu hanya milik orang barat, karena hymne sendiri bukan musik pada masa alkitab, tetapi muncul belakangan di Eropa 
Musik pada masa alkitab tertulis adalah kecapi, ceracap , gendang  sementara hymne cendrung meniadakan beat beat dari alat musik pukul sperti drum dsb. Saya berbeda pendapat soal ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya setuju saja dengan tulisan ini, tetapi yang saya kurang setujui adalah mengenai lagu lagu rohani yang diharuskan<br />
untuk memakai musik musik hymne, ada suatu kekeliruan persepsi bahwa irama hymne sebagai satu satunya yang harus dipakai karena pada zaman itu Hitler sendiri banyak memakai lagu lagu berirama sejenis untuk Nazi, salah satu lagu Ode to Joy atau Symphony number 9 yang dinyanyikan gereja dengan judul Song of Joy adalah lagu yang dipakai Hitler untuk kemegahan Nazi.<br />
Kesaksian banyak orang justru yang saya sering dengar adalah mereka bertobat bukan hanya dari lagu lagu hymne, tetapi dari lagu yang berirama lain juga banyak .<br />
Kalau dikatakan bahwa yang penting dari lagu adalah justru iramanya dibanding syairnya, ini jelas ngaco sekali, coba saja<br />
menyanyikan irama lagu Indonesia Raya dengan syair yang berbeda, apalagi yang kata katanya tidak berkenan, bukankah akan ditangkap si penyanyinya?.</p>
<p>Alasan saya menolak hymne sebagai satu satunya irama lagu rohani juga karena irama lagu tergantung dari budaya juga, kalau di India, maka tentu saja pujiannya akan seperti halnya lagu dengan irama india, demikian juga kristen di timur tengah atau mesianic christian, tentu akan memakai lagu dengan irama timur tengah atau yahudi.</p>
<p>Orang orang kristen di Cina, mungkin akan menciptakan lagu dengan irama mandarin.</p>
<p>Hymne bukanlah satu satunya irama yang bisa diterima sebagai irama musik gerejani, karena bila demikian, spertinya justru<br />
Tuhan itu hanya milik orang barat, karena hymne sendiri bukan musik pada masa alkitab, tetapi muncul belakangan di Eropa<br />
Musik pada masa alkitab tertulis adalah kecapi, ceracap , gendang  sementara hymne cendrung meniadakan beat beat dari alat musik pukul sperti drum dsb. Saya berbeda pendapat soal ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
