<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/wordpress-mu-1.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: HOMOSEKSUALITAS:SEBUAH KAJIAN TEOLOGIS</title>
	<link>http://forumteologi.com/blog/2009/10/16/homoseksualitassebuah-kajian-teologis/</link>
	<description>Karya tulis Anda menghidupkan kami</description>
	<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 10:39:40 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=wordpress-mu-1.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: FRANSISKUS JUNIOR</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2009/10/16/homoseksualitassebuah-kajian-teologis/#comment-49435</link>
		<author>FRANSISKUS JUNIOR</author>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 06:32:34 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2009/10/16/homoseksualitassebuah-kajian-teologis/#comment-49435</guid>
		<description>Seperti juga Tuhan ,tak ada seorangpun dunia ini yang menginginkan atau merencanakan apalagi mempersiapkan agar anak-anaknya kelak menjadi seorang homoseksual. hal ini membuktikan bahwa homoseksual bukanlah kehendak Tuhan melainkan pilihan individu manusia yang menjadikan hawa nafsu birahinya sebagai panglima dalam hati dan pikirannya sehingga mengalahkan perintah dan ajaran Tuhan.
Pilihan karena meski sedari kecil mungkin saja seseorang sudah menyukai sesama jenis, namun jika ada Tuhan dihatinya maka pasilah kepatuhan kepada tuhan itulah yang akan dimenangkannya bukan kemaunnya sendiri.
Semakin banyaknya kaum homoseksualitas disekitar kita lebih disebabkan karena kita sering bersikap menistakan bahkan mengasingkan mereka dari pergaulan dan bukannya merangkulnya dengan nasihat-nasihat agama serta cerita tentang sejarah kemurkaan Tuhan yang pernah terjadi dahulu kala dan cara mengatasi hasrat seksualitasnya yang menyimpang itu seperti dengan lebih banyak mendekatkan diri kepada Tuhan.
Akibatnya mereka membuat komunitas sendiri dimana disana mereka dapat saling berbagi rasa, cerita dan dukungan moril berupa mantera ajaib yang akan semakin menjerumuskan mereka, mantera yang berupa kata-kata sugesti...." senang sesama jenis itu bukan kelainan bo !, aku juga dulu kaya kamu takut-takut, ini normal bo !, jangan munafik !, kita senasib !, jangan malu dan ragu...lama-lama masyarakat juga nantinya memaklumi dan menerima kita apa adanya..., kita begini kan bukan kemauan kita tapi ini kan pemberian Tuhan (sebagian besar berdalih begini untuk melegalitaskan keberadaannya sebagai "kesalahan Tuhan" dan melakukan kegiatan homoseksualnya tanpa takut kepada tuhan...bukankah ini kesalahan Tuhan ?)
Homoseksual dapat dicegah dengan pendidikan agama dan pendekatan kasih sayang dari orang-orang disekelilingnya sehingga pilihannya akan jatuh kepada Tuhan dan orang-orang yang dikasihinya ketimbang hawa nafsunya.
Dengan kata lain Bakat seseorang menjadi homo dapat ditekan bahkan dihilangkan dengan pendekatan yang baik. Homoseksual bukanlah kehendak Tuhan melainkan pilihan manusia yang menjalaninya , seseorang yang tidak punya bakat menjadi homoseksualpun
banyak yang terjerumus kedalamnya manakala ia bergaul dalm komunitas Homoseksual dan mendengar dengan hati terbuka mantera ajaib kaum Homoseksual tersebut !.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti juga Tuhan ,tak ada seorangpun dunia ini yang menginginkan atau merencanakan apalagi mempersiapkan agar anak-anaknya kelak menjadi seorang homoseksual. hal ini membuktikan bahwa homoseksual bukanlah kehendak Tuhan melainkan pilihan individu manusia yang menjadikan hawa nafsu birahinya sebagai panglima dalam hati dan pikirannya sehingga mengalahkan perintah dan ajaran Tuhan.<br />
Pilihan karena meski sedari kecil mungkin saja seseorang sudah menyukai sesama jenis, namun jika ada Tuhan dihatinya maka pasilah kepatuhan kepada tuhan itulah yang akan dimenangkannya bukan kemaunnya sendiri.<br />
Semakin banyaknya kaum homoseksualitas disekitar kita lebih disebabkan karena kita sering bersikap menistakan bahkan mengasingkan mereka dari pergaulan dan bukannya merangkulnya dengan nasihat-nasihat agama serta cerita tentang sejarah kemurkaan Tuhan yang pernah terjadi dahulu kala dan cara mengatasi hasrat seksualitasnya yang menyimpang itu seperti dengan lebih banyak mendekatkan diri kepada Tuhan.<br />
Akibatnya mereka membuat komunitas sendiri dimana disana mereka dapat saling berbagi rasa, cerita dan dukungan moril berupa mantera ajaib yang akan semakin menjerumuskan mereka, mantera yang berupa kata-kata sugesti&#8230;.&#8221; senang sesama jenis itu bukan kelainan bo !, aku juga dulu kaya kamu takut-takut, ini normal bo !, jangan munafik !, kita senasib !, jangan malu dan ragu&#8230;lama-lama masyarakat juga nantinya memaklumi dan menerima kita apa adanya&#8230;, kita begini kan bukan kemauan kita tapi ini kan pemberian Tuhan (sebagian besar berdalih begini untuk melegalitaskan keberadaannya sebagai &#8220;kesalahan Tuhan&#8221; dan melakukan kegiatan homoseksualnya tanpa takut kepada tuhan&#8230;bukankah ini kesalahan Tuhan ?)<br />
Homoseksual dapat dicegah dengan pendidikan agama dan pendekatan kasih sayang dari orang-orang disekelilingnya sehingga pilihannya akan jatuh kepada Tuhan dan orang-orang yang dikasihinya ketimbang hawa nafsunya.<br />
Dengan kata lain Bakat seseorang menjadi homo dapat ditekan bahkan dihilangkan dengan pendekatan yang baik. Homoseksual bukanlah kehendak Tuhan melainkan pilihan manusia yang menjalaninya , seseorang yang tidak punya bakat menjadi homoseksualpun<br />
banyak yang terjerumus kedalamnya manakala ia bergaul dalm komunitas Homoseksual dan mendengar dengan hati terbuka mantera ajaib kaum Homoseksual tersebut !.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bara Tambing</title>
		<link>http://forumteologi.com/blog/2009/10/16/homoseksualitassebuah-kajian-teologis/#comment-48915</link>
		<author>Bara Tambing</author>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 00:50:00 +0000</pubDate>
		<guid>http://forumteologi.com/blog/2009/10/16/homoseksualitassebuah-kajian-teologis/#comment-48915</guid>
		<description>syalom,
terima kasih atas tulisan pak Tjandra yg seharusnya berlaku dalam kehidupan persekutuan kita,menghargai keberadaan tiap tiap orang sebagai ciptaan Tuhan,sekaligus menerima apa adanya.
Sy masih ingat pernah ada acara di TV yg menampilkan Pdt G.Lumondong da seorang homoseksual (kebetulan seorang dokter)yg terus terang mengakui kedaannya sebagai seorang homoseksual dan sekaligus bergerak dibidang pekabaran injil,sy salut atas keberaniaannya mengungkapkan siapa dirinya,mungkin ini sangat langka dalam kehidupan persekutuan kita sehari-hari.saya kadang kadang risih melihat penampilan kita kadang kadang penuh dengan balutan seolah olah penuh dengan kesucian (ingat seorang artis yg pernah jadi penyuluh pemberantasan narkoba yg pada kenyataannya malah termasuk pencandu narkoba yg toh akhirnya tertangkap tangan,sialnya ia juga seorang yg "mengaku pengikut Kristus).
Sudah saatnya kita membuka diri melihat persoalan persoalan dalam masyarakat termasuk perkembangan ilmu pengetahuan secara proporsioanal,agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.
Matius 25 merupakan landasan pemahaman panggilan saya sebagai murid Kristus dalam segala aspek kehidupan saya setiap hari,khususnya sebagai seorang dokter dan anggota jemaat biasa GBU</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>syalom,<br />
terima kasih atas tulisan pak Tjandra yg seharusnya berlaku dalam kehidupan persekutuan kita,menghargai keberadaan tiap tiap orang sebagai ciptaan Tuhan,sekaligus menerima apa adanya.<br />
Sy masih ingat pernah ada acara di TV yg menampilkan Pdt G.Lumondong da seorang homoseksual (kebetulan seorang dokter)yg terus terang mengakui kedaannya sebagai seorang homoseksual dan sekaligus bergerak dibidang pekabaran injil,sy salut atas keberaniaannya mengungkapkan siapa dirinya,mungkin ini sangat langka dalam kehidupan persekutuan kita sehari-hari.saya kadang kadang risih melihat penampilan kita kadang kadang penuh dengan balutan seolah olah penuh dengan kesucian (ingat seorang artis yg pernah jadi penyuluh pemberantasan narkoba yg pada kenyataannya malah termasuk pencandu narkoba yg toh akhirnya tertangkap tangan,sialnya ia juga seorang yg &#8220;mengaku pengikut Kristus).<br />
Sudah saatnya kita membuka diri melihat persoalan persoalan dalam masyarakat termasuk perkembangan ilmu pengetahuan secara proporsioanal,agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.<br />
Matius 25 merupakan landasan pemahaman panggilan saya sebagai murid Kristus dalam segala aspek kehidupan saya setiap hari,khususnya sebagai seorang dokter dan anggota jemaat biasa GBU</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
